Pasuruan, pendoposatu.id – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pasuruan pada tahun 2026 menegaskan fokus program pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penguatan akses permodalan, pelatihan keuangan digital, serta peningkatan kualitas Industri Kecil Menengah (IKM).
Kepala Diskoperindag Kabupaten Pasuruan, Taofiqul Ghoni, menyampaikan bahwa strategi ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan UMKM agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mampu meningkatkan omzet penjualan.
“Untuk memfasilitasi pelaku UMKM dalam mengelola keuangan, kami mengadakan pelatihan keuangan digital menggunakan aplikasi modern agar penjualan bisa meningkat,” ujar Ghoni, Jumat (24/4/2026).
Program prioritas tersebut mencakup sosialisasi akses pembiayaan dan permodalan bagi masyarakat serta pelaku usaha, guna memperkuat struktur keuangan UMKM di Kabupaten Pasuruan. Selain itu, Diskoperindag juga memberikan fasilitasi agar pelaku usaha lebih mudah menjangkau sumber pendanaan yang legal dan berkelanjutan.
Tak hanya itu, pembinaan juga menyasar sektor informal, khususnya Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan wisata Tretes, Kecamatan Prigen. Melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan, para PKL diberikan pemahaman terkait aturan berdagang serta penataan kawasan wisata yang tertib dan berdaya saing.
“Melalui sosialisasi dan pembinaan PKL di Tretes, kami ingin meningkatkan pemahaman aturan berdagang sekaligus menciptakan lingkungan usaha yang tertib di kawasan wisata,” jelas Ghoni.
Di sektor industri, Diskoperindag turut memperkuat IKM, khususnya pada produk batik dan bordir, dengan mendorong inovasi desain dan peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Selain itu, pelatihan pengolahan pangan juga diberikan untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Secara keseluruhan, rangkaian program ini diarahkan untuk menciptakan ekosistem UMKM yang tangguh, modern, dan kompetitif.
“Fokus kami di tahun 2026 adalah pelatihan UMKM dan pemberdayaan fasilitas agar memiliki daya saing yang kuat,” tegasnya. (dul)
Penulis : Dul











