Malang, pendoposatu.id — Upaya mendorong Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar memiliki daya saing internasional terus diperkuat melalui langkah strategis yang terencana dan berbasis kebutuhan industri global. Hal ini mengemuka dalam Workshop Pengembangan SMK menuju Reputasi Internasional yang digelar di Aula SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo, Selasa (21/4/2026).
Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Malang, Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I (Prof. Amka) menegaskan bahwa transformasi SMK menuju level global harus dimulai dari fondasi internal yang kuat melalui evaluasi diri yang objektif dan menyeluruh.
“SMK tidak bisa langsung berbicara internasional jika belum mengenali dirinya sendiri. Evaluasi diri menjadi kunci untuk memetakan kekuatan, kelemahan, sekaligus membaca kompetitor di tingkat nasional dan global,” tegas Prof. Amka.
Ia menjelaskan, hasil evaluasi tersebut harus menjadi dasar dalam menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan sekolah. Target internasional, menurutnya, harus dirancang secara bertahap dan realistis, minimal dalam jangka waktu lima tahun.
“Kalau sudah tahu posisi kita, maka arahkan ke kompetitor internasional. Dari situ disusun perencanaan yang konkret dan terukur agar capaian global bukan sekadar wacana,” imbuhnya.
Dalam rilis tersebut, Prof. Amka juga menekankan pentingnya penguatan kemitraan atau link and match dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), baik di dalam maupun luar negeri.
“Kerja sama dengan industri tidak boleh hanya simbolik. Harus berbasis kebutuhan nyata industri global agar lulusan SMK benar-benar siap kerja,” ujarnya.
Pemetaan kebutuhan industri internasional dinilai menjadi langkah strategis untuk memastikan kurikulum dan kompetensi siswa selaras dengan perkembangan dunia kerja global.
Salah satu poin penting yang disorot adalah penguasaan bahasa asing sebagai prasyarat utama menembus pasar internasional. Prof. Amka mendorong setiap SMK memiliki pusat bahasa yang dikelola secara profesional.
“Ke depan, SMK harus memiliki pusat bahasa internasional sebagai unit khusus, bukan sekadar kegiatan tambahan. Ini investasi utama untuk menyiapkan lulusan yang mampu berkomunikasi lintas negara,” tegasnya.
Empat bahasa prioritas yang harus dikembangkan meliputi Bahasa Inggris, Arab, Mandarin, dan Jepang, sebagai bahasa strategis dalam komunikasi global.
Selain kompetensi teknis dan bahasa, aspek karakter menjadi perhatian serius. Prof. Amka menilai dunia kerja internasional menuntut standar tinggi dalam hal disiplin, etika, dan profesionalisme.
“Tidak ada toleransi untuk ketidakdisiplinan di level internasional. Siswa harus dibentuk menjadi pribadi yang tepat waktu, menghargai orang lain, dan memiliki komitmen profesional sejak di bangku SMK,” jelasnya.
Kepala SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo, Imron Sya’roni, S.Pd, M.Pd, menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari strategi institusional dalam memperkuat reputasi sekolah sebagai lembaga pendidikan kejuruan unggulan.
“Kami ingin membangun keunggulan kompetitif sekolah melalui kurikulum, budaya, dan layanan pembelajaran yang mengacu pada standar internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh elemen sekolah didorong memiliki komitmen bersama untuk mengimplementasikan konsep tersebut dalam praktik pembelajaran sehari-hari.
Sebagai tindak lanjut, SMK NU Sunan Ampel akan memperluas jejaring kerja sama internasional. Dalam waktu dekat, delegasi sekolah dijadwalkan melakukan penjajakan kerja sama ke China.
“Bulan Juni nanti, tim kami akan ke China untuk membuka peluang kerja sama pendidikan dan industri, termasuk pengembangan kelas berbasis internasional,” ungkap Imron.
Saat ini, kerja sama telah terjalin dengan Jepang. Ke depan, sekolah menargetkan perluasan kemitraan ke sejumlah negara strategis.
“Tahun ajaran 2026–2027 kami menargetkan kerja sama dengan empat negara, di antaranya China, Korea, Singapura, serta kawasan Timur Tengah dan Afrika,” jelasnya.
Program kerja sama tersebut mencakup pertukaran pelajar dan guru, rekrutmen tenaga kerja, hingga kolaborasi manajemen pendidikan lintas negara.
Melalui penguatan strategi berbasis evaluasi, kemitraan global, penguasaan bahasa, serta pembentukan karakter, SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari SMK berstandar internasional.
Workshop iyang m nghadirkan dua narasumber diikuti oleh seluruh pimpinan dan guru dan staf ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi untuk memastikan bahwa seluruh langkah pengembangan berjalan terarah, terukur, dan berkelanjutan dalam menjawab tantangan globalisasi pendidikan kejuruan.
Penulis : nes











