Banjir Rendam 50 KK di Pakis, BPBD Kabupaten Malang Gerak Cepat Tangani Luapan Sungai Saptorenggo

- Redaksi

Minggu, 1 Maret 2026 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Banjir akibat luapan sungai Saptorenggo Pakis menggenangi puluhan rumah warga

Ket foto. Banjir akibat luapan sungai Saptorenggo Pakis menggenangi puluhan rumah warga

Spread the love

Malang, pendoposatu.id – Sedikitnya 50 kepala keluarga (KK) terdampak banjir akibat luapan sungai di perbatasan Desa Saptorenggo dan Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Sabtu (28/2/2026) malam. Hujan deras selama hampir tiga jam memicu debit air meningkat drastis hingga meluber ke permukiman warga.

Data lapangan menyebutkan, genangan mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul 19.19 WIB setelah hujan mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 17.30 WIB hingga sekitar pukul 20.00 WIB. Di Desa Saptorenggo, tercatat tujuh KK terdampak. Sementara di Desa Mangliawan, banjir menggenangi sejumlah RT dengan total 43 KK terdampak. Total keseluruhan mencapai 50 KK.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menegaskan pihaknya langsung merespons laporan warga. Informasi awal diterima oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) pada pukul 19.10 WIB.

“Begitu laporan masuk, kami segera melakukan koordinasi cepat dengan personel di lapangan untuk memastikan kondisi riil serta menentukan langkah awal penanganan,” tegas Sadono.

Ia menjelaskan, laporan perkembangan situasi disampaikan kepada pimpinan pada pukul 20.20 WIB sebagai dasar pengambilan keputusan lanjutan. Tim BPBD bersama unsur terkait menjadwalkan pembersihan dan penanganan lanjutan pada Minggu (1/3/2026) mulai pukul 07.00 WIB.

“Fokus kami memastikan genangan cepat surut dan aktivitas warga dapat kembali berjalan normal,” ujarnya.

Hingga laporan terakhir yang dihimpun pada Minggu (1/3/2026) pukul 01.10 WIB, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kondisi cuaca masih terpantau hujan ringan hingga sedang, sehingga tim tetap siaga mengantisipasi potensi kenaikan debit susulan.

Sementara itu, pendataan kerusakan dan estimasi kerugian masih dalam proses asesmen oleh tim BPBD Kabupaten Malang bersama perangkat desa dan unsur terkait lainnya. Pemerintah daerah mengimbau warga di sekitar bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan selama intensitas hujan masih tinggi.

Penulis : nes

Berita Terkait

Tanggung Jawab Publik Didahulukan, Abdul Qodir Justru Ingkar Janji di PN Kepanjen
Jelang Sidang ke-2, Abdul Qadir Datangi Rumah Kades Tawangargo, Ada Apa?
Kali Agir Dinormalisasi Hilangkan Sedimentasi Jelang Musim Hujan
Trans Jatim Koridor 2 Buka Jalur Baru Ekonomi Malang Selatan
Sidang Perdana Pihak Tergugat Absen, Juru Sita PN Kepanjen Bergerak
Dunia Pendidikan Malang Darurat Bullying Dan Kekerasan Pada Anak Didik
Petani Malang Gandeng Mahasiswa Uji Pupuk Organik SULAMI Hadapi Cuaca Ekstrem
Polisi Sahabat Anak, Polsek Muncar Sambangi TK Nurul Huda Kedungrejo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 00:19 WIB

Mantan Kapolri Resmi Jadi Tersangka Bersama Dua Jenderal Lainnya

Selasa, 3 November 2026 - 23:54 WIB

Tanggung Jawab Publik Didahulukan, Abdul Qodir Justru Ingkar Janji di PN Kepanjen

Selasa, 3 November 2026 - 23:38 WIB

Satgas Pangan Polres Pasuruan Pantau Harga Bapokting di Pasar Bangil Dan Pandaan

Selasa, 3 November 2026 - 13:10 WIB

Jelang Sidang ke-2, Abdul Qadir Datangi Rumah Kades Tawangargo, Ada Apa?

Senin, 2 November 2026 - 18:08 WIB

Hari Strok Sedunia RSUD Bangil Gelar Edukasi Kesehatan Gratis

Minggu, 1 November 2026 - 15:36 WIB

Golkar Tulungagung Hadirkan Ruang Bertemu Jodoh Lewat “Golek Garwo”

Minggu, 1 November 2026 - 12:28 WIB

Kali Agir Dinormalisasi Hilangkan Sedimentasi Jelang Musim Hujan

Minggu, 1 November 2026 - 12:14 WIB

Trans Jatim Koridor 2 Buka Jalur Baru Ekonomi Malang Selatan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page