MALANG, pendopsatu.id– Universitas Tribuana Tunggadewi (Unitri) resmi membuka Fakultas Pertanian Kampus III di kawasan Agro Edupark, Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Rabu (16 September 2026).
Kehadiran kampus berbasis pertanian ini diharapkan menjadi pusat lahirnya inovasi, riset, serta penguatan sumber daya manusia untuk mendukung kemandirian pangan dan pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Malang.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kabupaten Malang, Prasetyani Arum Anggorowati, S.H., M.Hum, dalam mewakili Bupati dalam sambutannya menegaskan bahwa peresmian Fakultas Pertanian bukan sekadar penambahan fasilitas pendidikan, tetapi menjadi langkah strategis menjawab tantangan sektor pertanian yang terus berkembang.
“Peresmian ini bukan hanya menambah kampus, tetapi bagaimana perguruan tinggi mampu menjawab tantangan zaman di sektor pertanian. Kehadiran fakultas ini kami harapkan dapat melahirkan inovasi dan riset yang bermanfaat bagi kemajuan pertanian di Kabupaten Malang,”ujarnya.
Menurutnya, sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian Kabupaten Malang. Potensi komoditas yang melimpah harus didukung oleh pengembangan teknologi, riset, dan sumber daya manusia yang unggul.
“Kami ingin sektor pertanian memiliki peran yang semakin kuat dalam perekonomian daerah. Kabupaten Malang memiliki banyak komoditas unggulan dan kita harus mampu mandiri di sektor pertanian,”katanya.
Prasetyani juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Malang tengah menyiapkan peluncuran benih padi unggulan “Sukma” pada tahun 2027 sebagai bagian dari upaya memperkuat produktivitas dan kemandirian pangan daerah.
“Bibit padi Sukma yang direncanakan diluncurkan tahun ini menjadi salah satu bentuk inovasi pertanian daerah yang perlu didukung oleh dunia akademik melalui penelitian dan pengembangan,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Tribuana Tunggadewi, Prof. Dodi Wirawan Irawanto, S.E., M.Com., Ph.D., menjelaskan bahwa Kampus III Unitri di Agro Edupark dirancang sebagai laboratorium hidup yang mengintegrasikan teori dan praktik langsung di lapangan.
“Fakultas Pertanian ini berada di kawasan pertanian yang menjadi ruang belajar terbuka. Di sini teori bertemu dengan praktik langsung. Agro Edupark menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, kampus tersebut tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga tempat penguatan riset, pelatihan, pendampingan pertanian, dan pengembangan agribisnis berbasis potensi lokal.
“Kami tidak bisa bergerak sendiri. Kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, petani, dan pelaku UMKM menjadi kunci untuk membangun pertanian yang berkelanjutan serta menjawab tantangan zaman,”terangnya.
Prof. Dodi menyebutkan sekitar 400 mahasiswa dan dosen akan beraktivitas di Kampus III Unitri. Kehadiran civitas akademika itu diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus melahirkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kampus ini tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga melahirkan inovator yang mampu melihat persoalan pertanian dan menghadirkan solusi nyata. Hal-hal sederhana pun bisa menjadi inovasi besar yang memberi manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain menjadi pusat pendidikan, Agro Edupark Unitri juga dibangun sebagai ruang kolaborasi dengan masyarakat sekitar, termasuk pengembangan UMKM berbasis potensi pertanian lokal.
Dengan konsep pembelajaran langsung di lapangan, Fakultas Pertanian Unitri di Desa Dalisodo diharapkan menjadi pusat pengembangan pertanian modern, riset terapan, serta penguatan ketahanan pangan yang memberi dampak nyata bagi Kabupaten Malang dan Indonesia.(Nes)












