MALANG, pendoposatu.id – Dalam acara kegiatan Silaturahmi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten/Kota se-Wilayah Kerja Bakorwil Malang, yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (24 Juni 2026). Kegiatan ini menjadi forum penguatan sinergi dan kolaborasi dalam mendukung agenda pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang mengajak TP PKK jadi penggerak untuk menuju Malang Raya Megapolitan, dan Katalisator pembangunan wilayah selatan Jawa Timur (Jatim). Gagasan pembangunan Malang Raya Megapolitan 2026-2045 ini melibatkan kolaborasi lintas daerah dan organisasi perempuan yang sudah disosialisasikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) TP PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), Perwosi, dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bakorwil III Malang, Asep Kusdinar, Ketua TP PKK se-wilker Bakorwil III Malang Prof. Asihing Asep Kusdinar, Bupati Malang Sanusi, serta Ketua TP PKK Kabupaten Malang Anis Zaidah Sanusi. Sejumlah pengurus organisasi perempuan dari wilayah kerja Bakorwil III juga turut hadir.
Dalam sambutannya, Kepala Bakorwil Malang menegaskan bahwa TP PKK memiliki posisi strategis sebagai mitra Pemerintah daerah (Pemda) yang mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat keluarga. Karena itu, peran TP PKK menjadi sangat penting dan strategis dalam mendukung berbagai program pembangunan, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, ketahanan keluarga, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga penguatan sumber daya manusia.
“Mari kita jadikan TP PKK sebagai mitra strategis Pemda dalam menyongsong Malang Megapolitan dan mengakselerasi kebangkitan kawasan selatan Jatim sebagai pusat ekonomi baru, perempuan dan keluarga merupakan fondasi pembangunan, ketika keluarga berdaya, maka daerah akan tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” ujar Asep. Ia menambahkan, gagasan Malang Megapolitan merupakan langkah strategis dalam memperkuat konektivitas wilayah, meningkatkan daya saing daerah, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi. Sementara itu, pengembangan kawasan selatan Jatim dinilai sebagai peluang besar untuk mendorong pemerataan pembangunan melalui optimalisasi sektor pertanian, perikanan, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.
Asep menegaskan “Bakorwil Malang bersama TP PKK Kabupaten/Kota se-Wilayah Kerja siap menjadi penggerak pembangunan di wilayah masing-masing, melalui kolaborasi yang kuat, kita tidak hanya mendukung program pemerintah, tetapi juga menjadi katalisator yang mempercepat lahirnya inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk gerakan PKK yang selama ini terbukti efektif menggerakkan perubahan sosial dari tingkat keluarga hingga komunitas, karena perempuan memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga di tengah tantangan sosial dan ekonomi.
“Sesuai arahan Ibu Gubernur Jawa Timur, Bakorwil III Malang membuka wahana ruang kolaborasi dan inovasi Jatim Kerja yang terbuka untuk semua pihak, dengan semangat gotong royong, inovasi, dan pemberdayaan keluarga, saya yakin perempuan-perempuan hebat di wilayah Bakorwil Malang akan menjadi motor penggerak pembangunan yang membawa manfaat luas bagi masyarakat. TP PKK tidak hanya menjadi mitra pemerintah, tetapi juga katalisator kebangkitan kawasan Selatan Jatim menuju pusat ekonomi baru yang maju, inklusif, dan berdaya saing,” pungkasnya.(Hms/Dir)
Penulis : Dir
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Hms Bakorwil










