MALANG, pendoposatu.id– Bupati Malang, HM Sanusi menghadiri kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Kepanjen (U.K) di aula Kampus U.K, Selasa (15 September 2026).
Dalam sambutannya, Mahasiswa bukan hanya cukup menguasai teori akademik selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi, melainkan mereka dituntut memiliki integritas, disiplin, kemampuan berkolaborasi serta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk kehidupan bermasyarakat.
Menurut Sanusi, PKKMB memiliki posisi penting karena kehidupan perguruan tinggi berbeda dengan jenjang pendidikan sebelumnya, termasuk SMA maupun SMK.
“Penting kegiatan ini karena perguruan tinggi berbeda dengan SMA atau SMK. Ini menjadi pengenalan etika dan budaya dalam menjalani kehidupan kampus maupun kehidupan bermasyarakat,” ujar Sanusi.
Ia menilai masa awal perkuliahan merupakan momentum untuk membangun kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya disiplin dan tujuan hidup. Sejak awal, mahasiswa harus memiliki arah yang jelas serta menjunjung tinggi integritas.
“Menata disiplin dan kesadaran dalam kehidupan harus mempunyai tujuan yang sangat jelas dan dimiliki oleh semua mahasiswa. Yang paling penting adalah integritas,” tegasnya.
Sanusi juga mengingatkan bahwa pendidikan memiliki peran besar dalam menentukan kualitas kehidupan seseorang. Pengetahuan yang luas, menurutnya, menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi perubahan kehidupan sekaligus meningkatkan kemampuan akademiknya.
“Status ekonomi dan sosial seseorang dalam kehidupan juga sangat ditentukan oleh pendidikan dan pengetahuan yang luas untuk mengakomodasi kehidupan manusia,” katanya.
Kemampuan akademik, kata dia, harus terus dikembangkan, termasuk dengan membuka peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ia berharap setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Kepanjen, para mahasiswa tidak hanya membawa gelar akademik, tetapi juga mempunyai kemampuan untuk berbaur dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Bisa dan mampu berbaur dengan masyarakat setelah selesai pendidikan di U.K. Yang terpenting bukan hanya teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan apa yang telah didapatkan di U.K,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Kepanjen, Dr.Tri Nurhudi Sasono, S.Kep., Ns., M.Kep. menyampaikan, sebanyak 718 mahasiswa baru mengikuti rangkaian PKKMB tahun akademik 2026/2027. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 680 mahasiswa.
PKKMB berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis (15–17/9/2026), setelah sebelumnya mahasiswa mengikuti pra-PKKMB pada Senin (14/9/2026).
Dari total mahasiswa baru tersebut, sekitar 547 mahasiswa berasal dari Fakultas Ilmu Kesehatan dan sekitar 166 mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Fakultas Ilmu Kesehatan menjadi fakultas dengan jumlah mahasiswa baru terbanyak, dengan bidang keperawatan menjadi salah satu jurusan yang paling banyak diminati.
Menariknya, mahasiswa baru Universitas Kepanjen tahun ini tidak hanya berasal dari Malang Raya. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sumatera, Kalimantan hingga Nusa Tenggara Timur.
Universitas Kepanjen bahkan menerima mahasiswa internasional. Tercatat mahasiswa asal Sudan menempuh bidang Keperawatan, sementara mahasiswa dari Papua Nugini mengambil pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Rangkaian PKKMB dirancang tidak sekadar menjadi kegiatan pengenalan lingkungan kampus. Pada hari pertama, mahasiswa mendapatkan materi mengenai nilai budaya dan etika, tata krama, pencegahan serta penanganan kekerasan di perguruan tinggi, sistem pendidikan tinggi, hingga pengenalan lembaga dan lingkungan Universitas Kepanjen.
Mahasiswa juga dibekali budaya anti-plagiarisme serta nilai-nilai Kepanjian sebagai fondasi pembentukan mahasiswa yang diharapkan mampu menjadi agent of change.
Memasuki hari kedua, materi diarahkan pada pembentukan karakter dan kesiapan menghadapi dunia perkuliahan maupun masa depan. Materi meliputi konsep diri dan growth mindset, kesehatan mental mahasiswa, bahaya napza dan pergaulan berisiko, integritas, literasi digital, kepemimpinan serta kemampuan berpikir kritis berlandaskan karakter Pancasila.
Mahasiswa juga mendapatkan pembekalan mengenai perlindungan tenaga kerja migran Indonesia. Sedangkan hari ketiga dikemas lebih kreatif melalui jalan sehat, festival kreativitas dan bazar, pertunjukan seni, serta penampilan kelompok mahasiswa baru. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan koreografi dan flashmob, penghargaan bagi mahasiswa dan kelompok terbaik serta penampilan guest star.(Nes)












