MALANG, pendoposatu.id– Pemerintah Desa (Pemdes) Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang menggelar forum Rembuk Stunting di Pendopo Desa Bantur, Selasa (15 September 2026) kemarin. Pertemuan krusial ini menyoroti ada 41 anak yang terdata mengalami stunting, dan sekaligus forum ini menjadi ruang evaluasi serta perumusan langkah strategis pencegahan untuk di tahun mendatang.
Acara ini dihadiri langsung oleh Camat Bantur, Bayu Jatmiko, S.STP., Kepala Desa (Kades) Bantur, Nanang Kosim, serta bidan Puskesmas Bantur, dan para kader posyandu selaku ujung tombak kesehatan yang ada di masyarakat.
Camat Bantur, Bayu Jatmiko, menegaskan bahwa rembuk stunting merupakan agenda wajib (mandatory) yang diatur oleh ketentuan formal dan pembiayaannya didukung oleh Dana Desa. Oleh karena itu, ia meminta forum ini tidak terjebak dalam acara seremonial belaka.
“Rembuk stunting harus mampu menghasilkan keputusan dan rekomendasi konkret yang dapat ditindaklanjuti. Harapannya, hasil musyawarah ini nantinya para bidan dan perawat desa bisa mendampingi di masyarakat. Ini harus menjadi pijakan kuat untuk menyusun langkah pencegahan serta penanganan stunting pada tahun 2027 nanti agar lebih maksimal,” ujar Bayu dalam sambutannya.
Kepala Desa Bantur, Nanang Kosim, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para kader posyandu yang selama ini aktif memantau tumbuh kembang anak di lapangan.
Kendati demikian, Nanang secara terbuka memohon maaf atas keterbatasan anggaran desa pada tahun berjalan yang membuat beberapa program ini belum tercover secara maksimal.
“Kami berterima kasih atas kerja keras ibu-ibu kader, kami juga memohon maaf karena adanya keterbatasan anggaran tahun ini. Semoga kondisi keuangan desa tahun depan kembali stabil seperti tahun-tahun sebelumnya agar program pelayanan masyarakat bisa berjalan jauh lebih optimal,” ungkap Nanang saat ditemui usai acara.
Target Penurunan Angka Stunting
Bidan Puskesmas Bantur, Ayu, memaparkan data terkini sudah menunjukkan ada 41 anak di Desa Bantur yang masuk dalam kategori stunting. Data ini menjadi alarm sekaligus fokus utama penanganan terpadu lintas sektor di tingkat desa.
“Untuk anak yang terkena stunting di Desa Bantur saat ini tercatat ada 41 anak, melalui koordinasi yang kuat dalam forum ini, mudah-mudahan semuanya bisa cepat teratasi secara berkelanjutan,” harap Ayu.
Melalui Rembuk Stunting ini, Pemdes Bantur bersama tenaga kesehatan berkomitmen memperkuat sinergi intervensi gizi guna menekan angka stunting, sekaligus menjamin kualitas tumbuh kembang generasi masa depan di Desa Bantur. (Diky)












