Bupati Sanusi Tekankan Peran Bidan di HKN 2025: “Ibu Sehat, Anak Sehat, Bangsa Kuat”

- Redaksi

Sabtu, 15 November 2025 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Bupati Malang H.M Sanusi saat memberikan sambutan dihadapan ratusan bidan dan tenaga kesehatan pada Hari Kesehatan Nasional

Ket foto. Bupati Malang H.M Sanusi saat memberikan sambutan dihadapan ratusan bidan dan tenaga kesehatan pada Hari Kesehatan Nasional

 

Malang, pendoposatu.id – Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Universitas Kepanjen pada Sabtu (15/11/2025) menjadi momentum penting bagi Bupati Malang H.M. Sanusi untuk kembali menegaskan peran strategis bidan dalam pembangunan kesehatan masyarakat.

Di hadapan para tenaga kesehatan, khususnya bidan, Bupati Sanusi memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi mereka dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.

“Ibu-ibu bidan telah menggerakkan semangat besar agar para ibu, sebagai tulang punggung negara, bisa menyehatkan remaja putri dan anak-anak. Ini semangat luar biasa untuk menurunkan stunting,” ujar Sanusi.

Ia menekankan bahwa program prioritas pemerintah, terutama peningkatan gizi melalui Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak, membutuhkan dukungan penuh dari para bidan.

“Program pertama yang harus kita kawal adalah peningkatan gizi. Bidan harus mengawasi dan membantu pelaksanaan MBG untuk memastikan anak-anak menerima makanan bergizi,” tegasnya.

Dalam paparannya, Bupati Sanusi menyampaikan bahwa angka stunting berdasarkan Bulan Timbang kini berada pada angka 6,7 persen. Namun menurutnya, pencapaian ini bukan berarti perjuangan selesai.

“Kita ingin angka ini terus turun. Kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab kita semua. Mulai dari Muspika—Danramil, Camat, Kapolsek—hingga tenaga kesehatan di tingkat paling bawah,” katanya.

Sanusi menegaskan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah minimnya kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup sehat.

“Masih banyak masyarakat yang kurang memperhatikan pola hidup sehat. Edukasi harus terus digencarkan,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Wiyanto Wijoyo, yang turut hadir dalam acara tersebut, menjelaskan bahwa kegiatan HKN tahun ini merupakan rangkaian panjang yang puncaknya akan digelar di Pendopo Kabupaten melalui seminar dengan menghadirkan anggota DPR RI Arzeti Bilbina sebagai pembicara.

Wiyanto menekankan bahwa kolaborasi bidan adalah kunci dalam menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan stunting.

Baca Juga :  Walikota Malang Terpilih Resmikan Bidang Seni Irama Gubuk Ngalam 

“Kami berharap para bidan bersatu membangun kesehatan masyarakat. Peran bidan sangat penting dalam kehidupan keluarga, terutama dalam menjaga keselamatan ibu dan anak,” ucapnya.

Ia juga menerangkan perbedaan dua metode pengukuran stunting:

Bulan Timbang, dilakukan setiap Februari dan Agustus di posyandu, hasil tahun ini: 6,7 persen, atau sekitar 9.700 anak.

SSGI (Survey Status Gizi Indonesia) disurvei oleh pusat dengan metode acak.

Hasil sebelumnya: mengalami kenaikan menjadi 21 persen, tahun ini belum dilakukan, sehingga belum ada data baru.

Selain itu, Wiyanto menyampaikan bahwa angka kematian bayi di Kabupaten Malang terus menurun, berkat kesiapsiagaan bidan dalam menghadapi kondisi gawat darurat.

“Kami sudah bekerja sama dengan konsultan kebidanan dan rumah sakit agar rujukan bisa ditangani dengan cepat. Ini yang membuat angka kematian bayi menurun,” tuturnya.

Penulis : nes

Berita Terkait

ADD 2026 Desa Oro-oro Ombo Wetan Lanjutkan Infrastruktur Pavingisasi Tahap Awal
Warga Perumahan Banjararum Tagih PSU Fisik Tak Kunjung Rampung
Ultah KPJ ke-44 Meriah, Anto Baret Soroti Fenomena “Omong Kosong”
Viral Menu MBG Ramadan di Malang, DPRD Soroti Dugaan Harga di Bawah Rp8 Ribu dan Kualitas Gizi Dipertanyakan
Perkuat Gizi Anak dan Tekan Stunting, Pemkab Malang Resmikan Dapur MBG di Kalipare
Sepak Bola Persahabatan Antar Instansi Pererat Kebersamaan di Kabupaten Malang
Terseret Arus Sungai, Warga Kasembon Malang Tewas Terjepit Pintu Air DAM Kali Manten
Derita Preeklampsia Parah, Warga Kepanjen Kabupaten Malang Terancam Kehilangan Penglihatan, Butuh Uluran Tangan

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:00 WIB

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kerusuhan Pantai Wedi Awu, Satu Provokator Segera Menyusul

Minggu, 26 April 2026 - 04:38 WIB

Diskoperindag Pasuruan Genjot UMKM 2026, Fokus Permodalan, Digitalisasi Keuangan, dan Peningkatan Daya Saing

Kamis, 23 April 2026 - 04:24 WIB

Polemik Kepemilikan Unuba Memanas, PCNU Bangil Tegas Bantah Klaim Sepihak dan Siap Tempuh Jalur Hukum

Kamis, 16 April 2026 - 18:41 WIB

Puluhan Siswa MAN 1 Pasuruan Lolos SNBP dan SPAN-PTKIN 2026, Tembus Kampus Top Nasional

Rabu, 15 April 2026 - 01:50 WIB

DLH Pasuruan Kucurkan Rp15,2 M untuk Atasi Krisis Sampah 2026

Jumat, 10 April 2026 - 21:33 WIB

Habib Mustofa Alaydrus Gelar Ngunduh Mantu di Bangilan Tuban, Dihadiri Gus Baha, PBNU, dan Ulama Nasional

Rabu, 8 April 2026 - 20:56 WIB

Warga Kedungringin Desak Pemkab Pasuruan Bangun Jembatan, Banjir Sebulan Tak Kunjung Teratasi

Rabu, 8 April 2026 - 17:07 WIB

Polres Malang Bekuk Pelaku Pembobolan Rumah Saat Warga Salat Id

Berita Terbaru

Ket foto. Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib saat membuka acara peran serta disabilitas

Kabupaten Malang

Pemkab Malang Fokus Perkuat Deteksi Dini dan Layanan Disabilitas Anak

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:45 WIB