Mesin Pemilah Sampah Diduga Fiktif, DLH Kota Malang Diperiksa Polda Jatim

- Redaksi

Senin, 27 April 2026 - 09:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Mesin Pemisah Sampah (Foto: bgs pendoposatu.id)

Ilustrasi Mesin Pemisah Sampah (Foto: bgs pendoposatu.id)

Spread the love

 

KOTA MALANG, pendoposatu.id- Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond H. Matondang, dikabarkan menjalani pemeriksaan di Polda Jatim terkait proyek pengadaan mesin pemilah sampah, senilai Rp. 2,14 miliar, dan alat pengolahan briket RDF (Refuse Derived Fuel) senilai Rp1,26 miliar. Menurut informasi yang di terima media ini, modus dugaan korupsi ini ditengarai melalui adanya faktur (invoice) pembelian, namun fisik barang yang dimaksud tidak tersedia atau fiktif.

Plh. DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond H. Matondang saat di konfirmasi awak media mengatakan bahwa perkara ini masih dalam tahap proses dan pihaknya masih menunggu hasil dari audit resmi BPK. “Masih proses, dan kami sedang menunggu hasil pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” ucapnya.

Raymond juga menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan barang dan jasa di instansinya telah dijalankan sesuai dengan prosedur yang berlaku. “Pengadaan tersebut semuanya sudah sesuai dengan perencanaan,” tegasnya.

Sementara itu, pemerhati tata pemerintahan Malang, Awangga Wisnuwardhana mengatakan “dengan adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang di DLH Kota Malang tersebut, Aparat Penegak Hukum (APH) diharap untuk mendalami secara intensif dan tidak boleh gegabah. “Terkait adanya pengadaan barang yang diduga fiktif tersebut, harus didalami secara intensif dan tidak boleh gegabah,” ucapnya, saat dikonfirmasi awak media, Senin (27 April 2026).

Ia juga menjelaskan bahwa dalam perkara tersebut pihak DLH Kota Malang telah menjalani pemeriksaan BPK RI, dan saat ini masih menunggu hasilnya. “Sebaiknya pihak penyidik, menunggu hasil pemeriksaan dari BPK terkait proses pengadaan barang dan jasa yang diduga fiktif tersebut, apakah sudah melalui proses pengadaan yang benar atau tidak,” jelas Awangga.

Ia menuturkan bahwa dalam pengadaan itu bisa saja telah sesuai prosedur, dan barang yang dari hasil pengadaan itu masih digunakan untuk pemilahan sampah. “Bisa jadi pengadaan itu telah dilaksanakan dengan benar, dan barang dari hasil pengadaan itu masih sedang digunakan,” ucap Awangga yang merupakan mahasiswa pascasarjana ilmu hukum Universitas Wisnuwardhana.(Dir)

Penulis : Dir

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Mantan Kapolri Resmi Jadi Tersangka Bersama Dua Jenderal Lainnya
Tanggung Jawab Publik Didahulukan, Abdul Qodir Justru Ingkar Janji di PN Kepanjen
Satgas Pangan Polres Pasuruan Pantau Harga Bapokting di Pasar Bangil Dan Pandaan
Jelang Sidang ke-2, Abdul Qadir Datangi Rumah Kades Tawangargo, Ada Apa?
Hari Strok Sedunia RSUD Bangil Gelar Edukasi Kesehatan Gratis
Peringati Hari Jadi ke-821 Warga Ikuti Senam Akbar Dan Bhakti Sosial
Kali Agir Dinormalisasi Hilangkan Sedimentasi Jelang Musim Hujan
Trans Jatim Koridor 2 Buka Jalur Baru Ekonomi Malang Selatan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 00:19 WIB

Mantan Kapolri Resmi Jadi Tersangka Bersama Dua Jenderal Lainnya

Selasa, 3 November 2026 - 23:54 WIB

Tanggung Jawab Publik Didahulukan, Abdul Qodir Justru Ingkar Janji di PN Kepanjen

Selasa, 3 November 2026 - 23:38 WIB

Satgas Pangan Polres Pasuruan Pantau Harga Bapokting di Pasar Bangil Dan Pandaan

Selasa, 3 November 2026 - 13:10 WIB

Jelang Sidang ke-2, Abdul Qadir Datangi Rumah Kades Tawangargo, Ada Apa?

Senin, 2 November 2026 - 18:08 WIB

Hari Strok Sedunia RSUD Bangil Gelar Edukasi Kesehatan Gratis

Minggu, 1 November 2026 - 15:36 WIB

Golkar Tulungagung Hadirkan Ruang Bertemu Jodoh Lewat “Golek Garwo”

Minggu, 1 November 2026 - 12:28 WIB

Kali Agir Dinormalisasi Hilangkan Sedimentasi Jelang Musim Hujan

Minggu, 1 November 2026 - 12:14 WIB

Trans Jatim Koridor 2 Buka Jalur Baru Ekonomi Malang Selatan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page