Jelang Seabad NU, Kota Malang Tunjukkan Toleransi Nyata Antar Umat Beragama

- Redaksi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 23:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana serta pemuka agama saat mengadakan konferensi pers jelang seabad NU di Stadion Gajayana Malang

Ket foto. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana serta pemuka agama saat mengadakan konferensi pers jelang seabad NU di Stadion Gajayana Malang

 

Malang,Pendoposatu.id – Menjelang peringatan seabad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar selama dua hari, 7–8 Februari 2026, Kota Malang kembali menegaskan reputasinya sebagai kota dengan tingkat toleransi antar umat beragama yang tinggi. Hal itu tercermin dari dukungan nyata sejumlah gereja di sekitar Stadion Gajayana yang membuka fasilitas transit bagi para jamaah dan pengunjung acara.

Salah satu gereja yang terlibat aktif adalah Gereja HKBP di Jalan Bromo Nomor 3, Kota Malang, yang menyediakan tempat transit bagi sekitar 250 orang. Fasilitas tersebut digunakan sebagai ruang istirahat sementara bagi pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Yang menarik, pembukaan fasilitas transit ini dilakukan di tengah padatnya agenda keagamaan gereja. Pada hari Minggu, gereja-gereja tersebut tetap menjalankan ibadah rutin, namun tetap memberikan ruang dan pelayanan bagi para pengunjung kegiatan seabad NU.

Fasilitas yang disiapkan terbilang lengkap, mulai dari toilet bersih dengan pemisahan bilik laki-laki dan perempuan, tempat wudu, hingga ruang ibadah yang dilengkapi penunjuk arah kiblat. Seluruh fasilitas disiapkan untuk memastikan kenyamanan para jamaah selama mengikuti rangkaian acara.

Ket foto. Wahyu Hidayat Wali Kota Malang bersama Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana saat mengecek ketersedian air

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, didampingi Kapolresta Malang Kombes Pol Putu Kholis Aryana, S.I.K., meninjau langsung fasilitas tersebut pada Sabtu (7/2/2026). Peninjauan dilakukan sebagai bentuk apresiasi sekaligus memastikan kesiapan sarana yang disediakan oleh gereja.

“Ini adalah contoh toleransi yang sangat nyata. Gereja-gereja di sekitar Stadion Gajayana menunjukkan sikap saling menghormati dengan membuka fasilitas bagi saudara-saudara kita yang sedang mengikuti kegiatan keagamaan,” ujar Wahyu Hidayat kepada awak media.

Menurut Wahyu, toleransi seperti ini tidak hanya penting bagi kelancaran acara, tetapi juga menjadi cerminan karakter masyarakat Kota Malang yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan.

Baca Juga :  Tak Terpengaruh Isu, Guru PAUD Ini Hampiri dan Doakan Abah Anton Kembali Jadi Walikota Malang

Wahyu Hidayat menambahkan, praktik toleransi yang terjadi di Kota Malang tersebut telah ia sampaikan kepada pemerintah pusat.

“Saya melaporkan langsung kepada Istana Presiden sebagai bentuk apresiasi. Ini adalah praktik baik toleransi antar umat beragama yang patut menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia,” kata Wahyu.

Ia menegaskan bahwa toleransi tidak cukup hanya disampaikan dalam narasi, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan konkret di lapangan.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kombes Pol Putu Kholis Aryana, S.I.K., menilai dukungan lintas iman ini berperan penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

“Kerja sama dan saling pengertian antar umat beragama seperti ini sangat membantu terciptanya situasi yang aman dan kondusif, terutama dalam kegiatan berskala besar,” ujarnya.

Menurutnya, toleransi sosial yang kuat menjadi salah satu fondasi utama dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah perkotaan.

Peristiwa menjelang seabad NU ini kembali memperlihatkan bahwa toleransi di Kota Malang bukan sekadar slogan, melainkan praktik hidup sehari-hari. Keberadaan rumah ibadah lintas agama yang saling berdekatan tidak menjadi sekat, melainkan ruang kolaborasi dan saling membantu.

Menjelang satu abad NU, Kota Malang tidak hanya menjadi tuan rumah kegiatan keagamaan nasional, tetapi juga memperlihatkan wajah Indonesia yang rukun, inklusif, dan saling menghormati dalam keberagaman.(Red)

Penulis : Red

Berita Terkait

Lampu Hijau, 90,9% Warga Malang Dukung Trans Jatim Koridor 2 Segera Beroperasi
Blunder! Staigment Presiden “Londo Ireng” Picu Gelombang Protes, Insan Pers Malang Raya Turun Ke Jalan
Peringati Kudatuli, PDI Perjuangan Kota Malang Tegaskan Demokrasi Lahir Dari Keberanian
Malang Akan Menyala Sebagai Pusat Kolaborasi Ekonomi Kreatif, Pada H-30 Festival Mbois 11 Siap Diluncurkan
Penguatan Kompetensi ASN Menjadi Fondasi Percepatan Malang Raya Megapolitan Dan Koridor Selatan Jatim
Dani Agung Resmi Pimpin Karang Taruna Kota Malang, Ini Gebrakannya
Satu Pendaftar, Satu Harapan: Dani Siap Pimpin Karang Taruna Kota Malang
Siapkan Generasi Job Creator, Kepala Bakorwil Malang Perkuat Sinergi Kampus Dan Dunia Usaha
Tag :

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Bupati Malang Minta ASN Tinggalkan Zona Nyaman, Pelayanan Publik dan Kinerja Jadi Tolok Ukur

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Bangun Karakter Generasi Muda KORMI Kabupaten Pasuruan Resmi Buka Kejurkab Paskibra 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:17 WIB

Perjuangan Warga Berbuah Hasil, Akses Jalan Lahor Kembali Dibuka

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Karang Taruna Kabupaten Malang Siap Dobrak Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Panitia!

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:11 WIB

AKBP Muhammad Taat Tinggalkan Polres Malang, Soroti Pengamanan Presiden Hingga Pengungkapan Curanmor

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:52 WIB

Sekda Malang: Bersih Desa Kedungsalam Bukti Budaya Dan Gotong Royong Tetap Hidup

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:12 WIB

Lampu Hijau, 90,9% Warga Malang Dukung Trans Jatim Koridor 2 Segera Beroperasi

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:42 WIB

Bakorwil Malang Dan Pemkab Malang Satukan Langkah Bangun Masa Depan Koridor Selatan Jatim

Berita Terbaru