Warga Kedungringin Desak Pemkab Pasuruan Bangun Jembatan, Banjir Sebulan Tak Kunjung Teratasi

- Redaksi

Rabu, 8 April 2026 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumen foto : warga kedungringin Beji saat orasi di kantor SDA, BMBK kab Pasuruan

Dokumen foto : warga kedungringin Beji saat orasi di kantor SDA, BMBK kab Pasuruan

Spread the love

Pasuruan, pendoposatu.id – Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Wrati Kedungringin menggelar aksi penyampaian pendapat di muka umum, Rabu (8/4/2026). Massa yang dipimpin Ketua Forum DAS Wrati, Henry Sulfianto, bergerak menuju Kantor Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDA, BMBK) serta Kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk menuntut solusi konkret atas banjir tahunan yang terus melanda Desa Kedungringin.

Aksi tersebut menyoroti persoalan jembatan di Dusun Kedungringin Tengah yang dinilai menjadi penyebab utama banjir berkepanjangan. Warga menilai pemerintah daerah belum menunjukkan langkah nyata, meski usulan pembangunan jembatan telah diajukan berulang kali melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).

Kepala Desa Kedungringin, Rizky Wahyuni, menegaskan wilayahnya telah menjadi langganan banjir setiap tahun tanpa penyelesaian yang jelas. Menurutnya, kondisi jembatan yang sejajar dengan permukaan air sungai menyebabkan aliran air mudah meluap ke permukiman warga.

“Kami menilai banjir di Desa Kedungringin tidak pernah mendapat solusi nyata. Setiap tahun kami mengusulkan pembangunan jembatan, tetapi tidak pernah terealisasi. Pemerintah Kabupaten terkesan tidak serius menindaklanjuti laporan kami,” tegas Rizky dalam orasinya.

Ia menjelaskan, normalisasi sungai yang dilakukan warga selama ini hanya sebatas membersihkan eceng gondok. Padahal, pertumbuhan tanaman air tersebut sangat cepat karena wilayah Kedungringin berada di hilir yang menjadi muara limbah dari kawasan industri di sekitarnya.

“Banjir di sini memang tidak sampai menenggelamkan atap rumah, tetapi berlangsung lama hingga satu bulan. Sekitar 200 rumah terdampak, khususnya di Dusun Kedungringin Tengah. Kami membutuhkan solusi permanen, bukan sekadar bantuan sementara,” ujarnya.

Ketua Forum DAS Wrati, Henry Sulfianto, menambahkan jembatan yang dibangun sekitar tahun 2007–2009 pada masa Kepala Desa Najib kini kondisinya rusak dan tidak lagi mampu menampung debit air saat musim hujan. Padahal, jembatan tersebut merupakan akses vital penghubung antarwilayah Kabupaten Pasuruan dan Sidoarjo.

“Jembatan ini sangat penting karena menjadi jalur utama aktivitas warga, termasuk pekerja yang melintas setiap hari. Saat hujan deras, air meluber ke permukiman dan akses jalan menjadi licin serta berlumut, sehingga membahayakan pengguna jalan,” kata Henry.

Henry juga mengungkapkan kekecewaannya karena usulan pembangunan jembatan tidak pernah masuk dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), meskipun telah diajukan rutin sejak 2019 hingga 2025.

“Kami sudah menanyakan langsung ke Dinas SDA, ternyata usulan tersebut tidak masuk dalam sistem. Padahal urgensinya sangat tinggi. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan akibat tidak adanya kepastian pembangunan,” ujarnya.

Menanggapi tuntutan warga, Kepala Dinas SDA, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan, Sarinah Rostief, menyatakan pihaknya sepakat jembatan tersebut perlu diganti. Namun proses pembangunan harus mengikuti mekanisme perencanaan anggaran daerah.

“Tahun ini atau 2027 memungkinkan untuk direalisasikan, tergantung formulasi anggaran yang tersedia, baik melalui PAK, APBD, maupun skema lainnya. Kami akan mencari solusi terbaik agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” jelasnya.

Selain persoalan jembatan, Forum DAS Wrati juga menyoroti keberadaan pintu air di sekitar lokasi yang dinilai menghambat aliran sungai. Warga meminta Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengupayakan kembali kewenangan pengelolaan anak sungai yang sejak 2018 berada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), karena hingga kini belum ada langkah konkret berupa pengerukan maupun normalisasi.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhammad Yusuf Danial, memastikan pihaknya menerima aspirasi masyarakat dan akan segera menindaklanjuti dengan koordinasi bersama Dinas SDA, BMBK serta BBWS.

“Kami akan segera mengajukan surat audiensi ke BBWS agar ada kejelasan penanganan sungai. Aspirasi warga menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan dan aktivitas ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata agar banjir tahunan yang merendam ratusan rumah tidak terus berulang, sekaligus memastikan akses transportasi vital antarwilayah kembali aman dan lancar.

Penulis : Dul

Berita Terkait

Peringati HUT Pasuruan Desa Oro-oro Ombo Kulon Gelar Karnaval Budaya
‎HUT Pasuruan KORMI Gelar Senam Bersama di Taman Candra Wilwatikta
Peringati HUT Pasuruan ke-1097 RSUD Bangil Perkuat Sosial Lewat Baksos Kesehatan
Gempol Tempat Pembukaan Turnamen Bola Volly Bupati Cup 2026 Digelar
Pemkab Gelar Karnaval Budaya Dalam Rangka Peringati Hari Jadi ke-1097 Pasuruan
Piramida Polres Pasuruan Ajak Media Bersinergi Cegah Karhutla
Satlantas Polres Pasuruan Bagikan Hadiah Dalam Tangka HUT Polantas
Progib DPW Jatim Gelar Ngopi Bareng Media, LSM, Ormas, Bangun Sinergi Dan Aspirasi

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 20:37 WIB

Peringati HUT Pasuruan Desa Oro-oro Ombo Kulon Gelar Karnaval Budaya

Sabtu, 26 September 2026 - 00:20 WIB

Reses Saifudin Zuhri Serap Aspirasi Masyarakat Lewat Pendidikan

Jumat, 25 September 2026 - 20:02 WIB

Pembangunan Pasar Karangploso Kajian Dari Disperindag Sampai Persetujuan Bupati Malang

Jumat, 25 September 2026 - 19:39 WIB

Tujuh Penari Gandrung Hiasi Perjalanan Kereta Api Sangkuriang Menuju Banyuwangi

Jumat, 25 September 2026 - 18:11 WIB

‎HUT Pasuruan KORMI Gelar Senam Bersama di Taman Candra Wilwatikta

Jumat, 25 September 2026 - 17:18 WIB

Ketum JMSI Dukung Penuh HPN 2027

Jumat, 25 September 2026 - 17:01 WIB

Dinas Pertanian dan Pangan Gelar Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ‘Gizi Untuk Banyuwangi’

Jumat, 25 September 2026 - 14:08 WIB

Polsek Muncar Terjunkan Personel Guna Amankan Kejurwil X Pagar Nusa

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page