PASURUAN, pendoposatu.id— Budaya kesenian menjadi warna utama dalam Karnaval Budaya Desa Oro-oro Ombo Kulon yang digelar Sabtu malam (26 September 2026). Tak sekadar menghadirkan kemeriahan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga diarahkan menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi desa sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi pelaku UMKM.
Karnaval mengambil titik start di kawasan Kampung Mangga dan berakhir di Kantor Balai Desa Oro-oro Ombo Kulon. Peserta menempuh rute lebih dari 2 kilometer dengan melibatkan 11 penampilan sound system yang turut menghidupkan suasana sepanjang kegiatan.
Di balik kemeriahan tersebut, Pemerintah Desa Oro-oro Ombo Kulon ingin mempertahankan identitas karnaval sebagai panggung seni dan budaya masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI, Hari Jadi Kabupaten Pasuruan serta selamatan desa.
Kepala Desa Oro-oro Ombo Kulon, Hariono, mengatakan penyelenggaraan karnaval harus memiliki tema dan memberikan ruang terhadap seni maupun budaya lokal.
“Untuk UMKM, untuk masyarakat yang merayakan HUT RI, merayakan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan, sekaligus ini juga bagian dari kegiatan setiap tahun yaitu selamatan desa. Maka kegiatan ini tetap harus punya tema dan membawa seni dan budaya,” kata Hariono, saat ditemui sela-sela acara karnaval.
Menurutnya, keberadaan sound system bukan menjadi satu-satunya daya tarik. Unsur seni dan budaya justru diharapkan menjadi bagian yang lebih menonjol sehingga kegiatan memberikan nilai positif bagi masyarakat.
“Bukan hanya sekadar membawa sound system. Tapi kegiatan ini kami tonjolkan adalah seni dan budayanya,” ujarnya.
Semangat tersebut berjalan beriringan dengan upaya pemerintah desa mengembangkan potensi ekonomi masyarakat. Oro-oro Ombo Kulon memiliki BUMDesa yang mengelola Kampung Mangga sebagai kawasan yang menjadi sentra kuliner sekaligus wadah bagi warga untuk memasarkan produk UMKM.
Potensi wisata petik mangga dan alpukat juga menjadi salah satu kekuatan desa. Dengan adanya kegiatan budaya yang mendatangkan masyarakat dari berbagai wilayah, potensi tersebut diharapkan semakin dikenal.
Pelaku UMKM pun memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung. Perputaran ekonomi selama kegiatan diharapkan dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat yang membuka usaha di sekitar lokasi maupun sepanjang rute karnaval.
Hariono berharap seluruh pihak turut menjaga suasana kegiatan agar tetap aman, tertib dan nyaman. Peserta diminta mengikuti arahan panitia serta aparat keamanan selama karnaval berlangsung.
“Harapan kita bersama adalah kegiatan ini betul-betul bisa membawa manfaat untuk semuanya,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu jalannya kegiatan, termasuk konsumsi minuman beralkohol, tawuran maupun tindakan yang bertentangan dengan norma agama, sosial dan hukum.
Bagi Pemerintah Desa Oro-oro Ombo Kulon, perpaduan seni, budaya dan ekonomi kerakyatan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan tersebut.
Karnaval diharapkan bukan hanya meninggalkan kemeriahan sesaat, tetapi juga memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal serta membuka peluang lebih luas bagi UMKM dan potensi wisata desa untuk terus berkembang. (Abdullah)












