BANYUWANGI, pendoposatu.id– Tujuh penari Gandrung tampil di dalam KA Sangkuriang yang melaju dari Kalibaru menuju Ketapang, Banyuwangi, pada Jumat 25 September 2026. Pertunjukan ini menjadi bagian dari KAI Mini Fair menjelang HUT Ke-81 KAI dan menghadirkan suasana berbeda bagi penumpang di perjalanan jarak jauh tersebut.
Kegiatan bertajuk Gandrung On Train itu digelar KAI Daop 9 Jember bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi serta sejumlah mitra. Lorong kereta berubah menjadi panggung saat para penari membawakan kesenian khas Banyuwangi di hadapan penumpang.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro mengatakan peringatan ulang tahun KAI tahun ini tidak hanya dikemas dalam seremoni. KAI ingin penumpang merasakan langsung suasana perayaan selama perjalanan.
‘Gandrung dipilih karena sudah lama menjadi identitas Banyuwangi. Kesenian ini juga diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia kategori seni pertunjukan melalui Surat Keputusan Nomor 238/M/2013″ katanya, Jumat (25 September 2026) saat diwawancarai oleh pendoposatu.id.
Kehadiran Gandrung di KA Sangkuriang juga mempertemukan dua hal, yakni layanan kereta jarak jauh yang baru beroperasi dan kesenian yang diwariskan lintas generasi. KA Sangkuriang mulai melayani rute Bandung-Ketapang pada 1 Mei 2026 dan perjalanan sebaliknya dari Ketapang menuju Bandung dimulai sehari kemudian.
Kereta tersebut menempuh jarak sekitar 1.002 kilometer dan melintasi sejumlah kota di Pulau Jawa, termasuk Yogyakarta, Solo, Surabaya, Jember, dan Banyuwangi. Dalam sebulan pertama operasionalnya, KA Sangkuriang tercatat melayani 64.248 penumpang, lalu mencapai 133.119 penumpang sepanjang Mei-Juni 2026.
Setibanya di Ketapang, pertunjukan berlanjut lewat Gandrung On Station. Tujuh penari kembali tampil untuk menyambut penumpang KA Pandanwangi di Stasiun Ketapang, salah satu simpul transportasi penting di ujung timur Pulau Jawa yang berdekatan dengan Pelabuhan Ketapang.
Sepanjang Januari-Agustus 2026, Stasiun Ketapang mencatat 553.202 aktivitas penumpang naik dan turun, naik 8,50 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyebut stasiun itu memiliki perjalanan panjang dalam sejarah perkeretaapian di Banyuwangi.
Rangkaian kegiatan tersebut digelar menjelang HUT Ke-81 KAI pada 28 September 2026. Di usia ke-81, kereta api tidak lagi dipahami sekadar sebagai sarana mobilitas, tetapi juga sebagai ruang pengalaman dan bagian dari perjalanan wisata.(Boby)












