Mini Kompetisi E-katalog v.6 Mulai Diterapkan di Kabupaten Malang, Proyek Konstruksi Masuk Persaingan Ketat

- Redaksi

Kamis, 12 Maret 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Tata cara evaluasi syarat tambahan mini kompetisi

Ket foto. Tata cara evaluasi syarat tambahan mini kompetisi

Spread the love

Malang, pendoposatu.id – Pemerintah Kabupaten Malang mulai bersiap menerapkan metode mini kompetisi melalui Katalog Elektronik versi 6 (v6) dalam proses pengadaan barang dan jasa, khususnya untuk paket pekerjaan konstruksi tahun 2026 ini. Skema baru ini digadang-gadang mampu memperkuat transparansi, efisiensi, serta persaingan sehat dalam sistem pengadaan pemerintah.

Penerapan mini kompetisi tersebut merupakan bagian dari mekanisme e-purchasing atau pembelian elektronik melalui katalog nasional yang kini mulai diimplementasikan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Malang.

Metode ini mengacu pada Keputusan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Nomor 177 Tahun 2024 dan Nomor 93 Tahun 2025, yang dirancang untuk memperbaiki tata kelola pengadaan pemerintah, khususnya pada pekerjaan konstruksi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pendoposatu.id, skema mini kompetisi tersebut mulai diterapkan di beberapa dinas teknis, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang.

Ket foto. Data lelang mini kompetisi di Dinas PUBM dan DPKPCK Kabupaten Malang

Di lingkungan DPUBM, sejumlah paket pekerjaan konstruksi telah dibuka melalui mekanisme tersebut. Salah satu contohnya adalah paket pekerjaan rehab jalan Dawung/ jalan lintas selatan Kecamatan Donomulyo (DAK/Tematik pariwisata Pantai Modangan) HPS Rp4.465.298.358.

Sementara itu, pada DPKPCK juga terdapat paket pekerjaan yang menggunakan skema serupa. Di antaranya peningkatan jalan lingkungan permukiman di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, dengan HPS Rp199.980.187,82, serta paket peningkatan jalan lingkungan permukiman di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo.

Skema mini kompetisi tersebut sebenarnya telah ditegaskan dalam surat LKPP bernomor 18634/D.2.3/08/2025, yang menjadi dasar teknis pelaksanaan transaksi pengadaan melalui katalog elektronik versi terbaru.

Dalam surat tersebut, LKPP menekankan bahwa mekanisme mini kompetisi dirancang untuk memastikan transparansi proses pengadaan, menciptakan persaingan usaha yang sehat, serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh penyedia yang telah terdaftar sebagai mitra katalog.

Dengan sistem ini, setiap penyedia jasa atau perusahaan yang produknya sudah tayang di katalog elektronik secara otomatis akan mendapatkan undangan untuk mengikuti mini kompetisi dan menyampaikan penawaran harga maupun teknis.

Di sisi lain, pejabat pengadaan di instansi pemerintah—baik Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) maupun Pejabat Pengadaan (PP)—wajib melakukan evaluasi terhadap kesesuaian spesifikasi pekerjaan, data administrasi, serta kualifikasi penyedia sebelum menetapkan pemenang.

LKPP juga menegaskan bahwa seluruh penyedia wajib menjamin keakuratan data dan informasi produk atau jasa yang ditampilkan di katalog elektronik. Jika di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian data atau informasi yang tidak benar, LKPP berhak menurunkan produk tersebut dari katalog secara sepihak.

Selain itu, aspek etika pengadaan kembali ditekankan secara tegas. LKPP melarang keras seluruh pihak yang terlibat dalam proses pengadaan untuk memberikan maupun menerima hadiah, komisi, gratifikasi, atau bentuk imbalan apa pun yang berkaitan dengan proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Meski demikian, penerapan mini kompetisi ini masih memunculkan pro dan kontra di kalangan pelaku jasa konstruksi di Kabupaten Malang. Sejumlah kontraktor menilai mekanisme tersebut berpotensi membuat banyak penyedia gugur dalam proses seleksi karena persyaratan teknis dan administratif yang dinilai lebih ketat dibandingkan mekanisme sebelumnya.

Kendati menuai beragam tanggapan, pemerintah tetap mendorong implementasi sistem ini sebagai bagian dari upaya reformasi pengadaan barang dan jasa agar lebih akuntabel, transparan, dan kompetitif.

Penulis : Red

Berita Terkait

Kali Agir Dinormalisasi Hilangkan Sedimentasi Jelang Musim Hujan
Trans Jatim Koridor 2 Buka Jalur Baru Ekonomi Malang Selatan
Sidang Perdana Pihak Tergugat Absen, Juru Sita PN Kepanjen Bergerak
Dunia Pendidikan Malang Darurat Bullying Dan Kekerasan Pada Anak Didik
Petani Malang Gandeng Mahasiswa Uji Pupuk Organik SULAMI Hadapi Cuaca Ekstrem
Polisi Sahabat Anak, Polsek Muncar Sambangi TK Nurul Huda Kedungrejo
Kabar Gembira! Kantongi SK Mendiktisaintek UIBU Malang Tambah Prodi Baru PKO S1
PERADI Kabupaten Malang Gelar UPA 2026 Batch ke-II

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:08 WIB

Hari Strok Sedunia RSUD Bangil Gelar Edukasi Kesehatan Gratis

Senin, 2 November 2026 - 13:06 WIB

Peringati Hari Jadi ke-821 Warga Ikuti Senam Akbar Dan Bhakti Sosial

Minggu, 1 November 2026 - 15:36 WIB

Golkar Tulungagung Hadirkan Ruang Bertemu Jodoh Lewat “Golek Garwo”

Minggu, 1 November 2026 - 12:28 WIB

Kali Agir Dinormalisasi Hilangkan Sedimentasi Jelang Musim Hujan

Minggu, 1 November 2026 - 12:14 WIB

Trans Jatim Koridor 2 Buka Jalur Baru Ekonomi Malang Selatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Polres Pasuruan Berhasil Tangkap 4 Tersangka Dugaan Pengemasan Ulang Beras SPHP

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Aliansi Lembaara Tora Tuntut Sengketa Agraria Dan Mafia Tanah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Semangat Sumpah Pemuda, Anggota DPRD Tulungagung Serukan Persatuan Dan Perang Lawan Narkoba

Berita Terbaru

Normalisasi Sungai Agir Kecamatan Wagir kabupaten Malang (Foto: Seno pendoposatu.id)

Kabupaten Malang

Kali Agir Dinormalisasi Hilangkan Sedimentasi Jelang Musim Hujan

Minggu, 1 Nov 2026 - 12:28 WIB

You cannot copy content of this page