Camat Bantur Bahas Ketahanan Informasi Pada FGD Bersama DPRD Kabupaten Malang

- Redaksi

Jumat, 18 September 2026 - 12:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Camat Bantur, Bayu Jatmiko, S.STP bersama beberapa anggota DPRD Kabupaten Malang dalam acara FGD (Foto: Diky pendoposatu.id)

Camat Bantur, Bayu Jatmiko, S.STP bersama beberapa anggota DPRD Kabupaten Malang dalam acara FGD (Foto: Diky pendoposatu.id)

Spread the love

MALANG, pendoposatu.id- digital kali ini, arus informasi sangat deras dan membuat masyarakat dituntut semakin kritis dalam menerima berbagai kabar yang beredar di media sosial. Dengan adanya hal tersebut menjadi perhatian ekstra buat Pemerintah Daerah (Pemda) khususnya Kabupaten Malang, dalam menangkal informasi hoaks.

Dalam undangan resmi yang dikeluarkan oleh Kecamatan Bantur tertanggal 14 September kemarin, Camat Bantur, Bayu Jatmiko, S.STP mengundang anggota DPRD Kabupaten Malang dalam acara Focus Group Discussion (FGD) bersama masyarakat, pada Rabu (16 September 2026) yang digelar di Pendopo kantor Kecamatan Bantur.

Ketahanan Informasi menjadi salah satu topik perhatian dalam FGD bersama anggota DPRD dengan masyarakat luas dalam menangkal informasi atau berita hoaks, dengan mengangkat tema “Membangun Ketahanan Informasi Masyarakat melalui Penguatan Literasi Digital di Kecamatan Bantur.”

Kegiatan itu diikuti berbagai unsur masyarakat, mulai dari anggota DPRD Kabupaten Malang, jajaran Kecamatan Bantur, kepolisian, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), kepala desa se-Kecamatan Bantur, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, media, konten kreator hingga masyarakat umum.

Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Malang yang hadir antara lain Sodikul Amin dari Fraksi NasDem, Feri Andi Sueseko dari Fraksi Gerindra, Hadi Mustofa dari Fraksi Demokrat, serta Abdul Aziz dari Fraksi PKS.

Dalam kegiatan tersebut, Sodikul Amin menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat agar tidak menjadi sasaran penyebaran informasi palsu atau hoaks.

Menurut dia, kemampuan literasi digital bukan sekadar persoalan bagaimana seseorang menggunakan perangkat teknologi dan media sosial. Lebih dari itu, masyarakat perlu memiliki kecakapan untuk memahami, memeriksa, memilah, serta menyaring informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

“Teman-teman kepala desa se-Kecamatan Bantur beserta tokoh masyarakat di masing-masing desa hadir, didampingi ketua BPD, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, termasuk para ibu dari Muslimah, sahabat-sahabat Fatayat, teman-teman Ansor, konten kreator dan media,” ujar Sodikul dalam kegiatan tersebut.

Ia menyebut, keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan informasi di tingkat kecamatan hingga desa. Sodikul mengatakan, forum diskusi tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk bertukar pandangan mengenai tantangan masyarakat dalam menghadapi derasnya informasi di era digital.

“Kesempatan ini menjadi ruang diskusi berkaitan dengan bagaimana masyarakat, khususnya yang ada di Kecamatan Bantur, mampu memilah, menerima, dan menyaring sebuah informasi maupun berita,” katanya.

Sodikul mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang diterima melalui media sosial. Terlebih, saat ini informasi dapat menyebar dengan sangat cepat hanya melalui satu kali unggahan atau pesan berantai. Ia meminta masyarakat membiasakan diri melakukan verifikasi sebelum meneruskan sebuah informasi kepada orang lain.

“Jangan sampai kita termakan berita hoaks. Kita harus benar-benar bisa menyaring informasi di media sosial, mana berita hoaks dan mana berita yang sesuai fakta,” tegasnya.

Menurut dia, masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat. Setiap warga, kata dia, dapat berkontribusi dengan tidak ikut menyebarluaskan informasi yang belum diketahui kebenarannya. Selain masyarakat, peran pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, media dan konten kreator juga dinilai penting dalam memberikan edukasi mengenai penggunaan media sosial secara bijak.

Dalam kesempatan tersebut, Sodikul juga memperkenalkan latar belakang daerah asalnya, yakni Pujon. Ia menyebut Pujon sebagai salah satu daerah penghasil susu sapi di Jawa Timur. Menurut dia, berbagai potensi daerah juga membutuhkan penyampaian informasi yang baik agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, penguatan literasi digital dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan. Masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima informasi, tetapi juga harus mampu menjadi penyaring sekaligus penyampai informasi yang bertanggung jawab.

Melalui FGD tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat Kecamatan Bantur dalam bermedia sosial semakin meningkat. Warga juga diharapkan lebih berhati-hati dalam menerima informasi, terutama informasi yang sumbernya tidak jelas dan berpotensi menyesatkan.

Dengan kemampuan memilah dan memverifikasi informasi, masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh kabar bohong serta dapat ikut menciptakan ruang digital yang lebih sehat dan bertanggung jawab. (Diky)

Berita Terkait

Polemik Bendungan Lahor, Pak Dur Jadi Tersangka
Tak Terima Somasi Pengacara, Abdul Qodir Lapor Pencemaran Nama Baik
Proses Penjaringan Bacalon Ketum KONI Kota Blitar Diwarnai Ricuh
Aktifitas Usaha Di Bendungan Lahor Dipertanyakan Legalitasnya
Jelang Musorkotlub, Rangkap Jabatan KONI Kota Blitar Jadi Sorotan
Boyong 480 Mahasiswa ke Desa, Kampus III UNITRI Wagir Hidupkan Ekonomi Lokal
Pemkab Dorong Inovasi Dan Kemandirian Pangan Fakultas Pertanian UNITRI
Bupati Sanusi Hadiri PKKMB Mahasiswa Universitas Kepanjen

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 12:14 WIB

Polemik Bendungan Lahor, Pak Dur Jadi Tersangka

Jumat, 18 September 2026 - 11:44 WIB

Tak Terima Somasi Pengacara, Abdul Qodir Lapor Pencemaran Nama Baik

Jumat, 18 September 2026 - 10:57 WIB

Proses Penjaringan Bacalon Ketum KONI Kota Blitar Diwarnai Ricuh

Kamis, 17 September 2026 - 19:21 WIB

Jelang Musorkotlub, Rangkap Jabatan KONI Kota Blitar Jadi Sorotan

Kamis, 17 September 2026 - 18:18 WIB

Satlantas Polres Pasuruan Bagikan Hadiah Dalam Tangka HUT Polantas

Selasa, 15 September 2026 - 14:40 WIB

Dugaan Mobilisasi Pelajar dalam Demo, Wakil Wali Kota Blitar Dilaporkan ke Polisi

Senin, 14 September 2026 - 20:28 WIB

63 Pedagang Somasi Abdul Qodir, Dana Swadaya Pasar Karangploso Dipertanyakan?

Senin, 14 September 2026 - 19:27 WIB

Gudang Material di Singosari Terbakar Diduga Akibat Korsleting Listrik

Berita Terbaru

Hadi Wiyono alias Pak Dur saat mendatangi Polres Malang didampingi kuasa hukumnya (Foto: bgs pendoposatu.id)

Hukum

Polemik Bendungan Lahor, Pak Dur Jadi Tersangka

Jumat, 18 Sep 2026 - 12:14 WIB

You cannot copy content of this page