MALANG, pendoposatu.id – Suasana Desa Dalisodo dan Desa Jedong di Kecamatan Wagir kini tampil beda. Kehadiran Kampus III Fakultas Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) resmi membawa aktivitas ekonomi baru di kawasan pedesaan tersebut.
Sebanyak 480 mahasiswa dari program studi Agribisnis, Agroteknologi, dan Peternakan kini mulai aktif berkuliah di kawasan Agro Edupark seluas 13 hektare sejak peresmiannya pada Rabu (16 September 2026).
Geliat Ekonomi Baru dari Hunian hingga Usaha Kuliner
Dampak keberadaan kampus baru ini langsung dirasakan oleh warga sekitar. Sekitar 80 persen mahasiswa Fakultas Pertanian kini telah berdomisili dan menetap di Desa Jedong dan Dalisodo.
Selain memanfaatkan fasilitas rusunawa kampus bagi mahasiswi, kebutuhan hunian mahasiswa laki-laki dikolaborasikan langsung dengan rumah-rumah warga desa sekitar.
Aktivitas ratusan mahasiswa dan dosen ini secara otomatis memutar roda ekonomi lokal, mulai dari munculnya usaha indekos, warung makan, hingga penyediaan kebutuhan harian masyarakat.
Tak hanya itu, warga desa juga diberi kesempatan menjadi tenant untuk menjual produk olahan pertanian dan peternakan di area Agro Edupark.
Lahan 13 Hektare Jadi ‘Laboratorium Hidup’ Warga dan Kampus
Kehadiran Kampus III UNITRI Wagir tidak menempatkan warga hanya sebagai penonton. Lewat konsep pertanian integratif, warga diajak mengelola lahan bersama civitas akademika.
UNITRI menerapkan terobosan program “satu dosen satu lahan”. Dalam program ini, setiap dosen bertanggung jawab mendampingi satu petak lahan praktik bersama mahasiswa dan petani setempat.
Sinergi ini makin kuat lewat keterlibatan PT Petrokimia Gresik yang menjadikan Desa Jedong dan Dalisodo sebagai desa binaan. Pendampingan mencakup pemupukan berimbang, perbaikan kualitas tanah, hingga penerapan teknologi ramah lingkungan.
Kepada awak media yang hadir, Rektor UNITRI, Prof. Dodi Wirawan Irawanto, S.E., M.Com., Ph.D., menjelaskan bahwa tujuan utama integrasi ini adalah mendorong kemandirian ekonomi warga melalui model ekonomi sirkuler.
“Kami ingin riset dosen dan mahasiswa langsung dirasakan masyarakat. Inovasi agribisnis harus bisa menghidupkan ekonomi desa,” ujar Prof. Dodi.
Kemitraan Strategis Pemkab Malang dan Akademisi
Langkah UNITRI memboyong aktivitas akademiknya ke kawasan pedesaan mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Malang.
Asisten II Pemkab Malang, Prasetyani Arum Anggorowati, yang hadir mewakili Bupati Malang bersama Kepala DTPHP Avicenna M. Saniputera, meresmikan kampus tersebut lewat penandatanganan prasasti.
Pemkab Malang menilai model kampus terpadu ini dapat menjadi contoh pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang terhubung langsung dengan potensi nyata daerah.
Bagi UNITRI, tolok ukur keberhasilan Kampus III di Wagir sangat sederhana: adanya peningkatan produktivitas petani, bertambahnya kompetensi mahasiswa, serta naiknya pendapatan masyarakat desa. (Gus)












