Loka Karya Dunia Wayang Topeng Malang 2025 Dibuka: Gerakan Besar Menghidupkan Kembali Seni Topeng Malangan

- Redaksi

Kamis, 4 Desember 2025 - 15:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Loka Karya dunia wayang topeng Malang

Ket foto. Loka Karya dunia wayang topeng Malang

Malang, pendoposatu.id – Upaya serius mengembalikan kejayaan seni tradisi Topeng Malangan mulai menunjukkan arah yang lebih terstruktur. Kamis (04/12/2025), Loka Karya Dunia Wayang Topeng Malang resmi dibuka di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jl. Merdeka Timur No. 3, Kota Malang. Selama dua hari ke depan, para maestro, akademisi, dan pegiat budaya berkumpul untuk merumuskan langkah strategis pelestarian seni warisan leluhur yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh budaya, antara lain Ki Sholeh Adi Pramono, Ketua DKKM Romo Ki Suroso, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, S.STP., M.Si. Hadir pula Kabid Kebudayaan, Hartono, S.Ap., M.M., bersama para pelaku seni dari berbagai sanggar.

Dalam arahannya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Firmando Hasiholan Matondang, menegaskan bahwa loka karya ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan langkah awal kebangkitan besar seni Topeng Malangan.

“Hari ini adalah Loka Karya Tari Topeng Malangan. Kita mulai membangkitkan kembali kesenian asli Kabupaten Malang yang sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia. Ini momentum pertama untuk menggerakkan kembali, sekaligus menjadikannya agenda berkelanjutan,” tegasnya.

Ket foto. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang saat diwawancara awak media

Firmando menekankan bahwa masyarakat Kabupaten Malang harus memahami bahwa seni Topeng Malangan menyimpan kekuatan budaya yang mampu menyatukan masyarakat sekaligus merefleksikan perjuangan masa silam.

“Wayang Topeng bukan sekadar tontonan. Di dalamnya ada nilai, filosofi, dan jati diri bangsa. Kesenian itu kekuatan yang bisa menyatukan,” imbuhnya.

Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda agar seni tradisi ini tidak hanya bertahan, namun juga berkembang.

“Generasi muda harus ikut. Seni Topeng Malangan harus diterima Gen Z supaya tetap hidup dan relevan,” katanya.

Baca Juga :  Angin Kencang Terjang Urek-Urek Gondanglegi, Empat Rumah Rusak, BPBD Malang Gerak Cepat

Kabid Kebudayaan, Hartono, S.Ap., M.M., mengingatkan bahwa Wayang Topeng Malang telah ditetapkan sebagai WBTB sejak 2014. Hal itu menempatkan pemerintah daerah dalam posisi wajib untuk melindungi, melestarikan, dan memanfaatkannya.

“Di Kabupaten Malang ada empat WBTB, yaitu Topeng Malangan, Kagrak Malangan, Krucil, dan Pesekalan. Semuanya wajib kita jaga dan kita kembangkan,” ujarnya.

Salah satu strategi yang dilakukan adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknis bagi para seniman.

“Pelatihan ini penting untuk meningkatkan kemampuan menata musik, gerak, hingga kostum. Tujuannya agar pertunjukan semakin layak dan menarik, serta mendukung destinasi wisata berbasis budaya,” jelas Hartono.

Loka karya ini juga menjadi ruang evaluasi bagi 10 sanggar peserta Festival Topeng Malangan yang telah tampil di Festival Ekrap Bonpring. Evaluasi dilakukan untuk memperkuat standar pertunjukan, kreativitas, serta kesiapan tampil dalam agenda-acara berskala daerah maupun nasional.

“Harapannya, 10 sanggar ini terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pertunjukan. Standar seni pertunjukan harus mereka penuhi,” terang Hartono.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara budaya dan pariwisata kini semakin erat. Salah satunya adalah penampilan Topeng Malangan di hadapan Wakil Menteri dalam agenda di Bonpring.

“Itu bukti bahwa budaya dan pariwisata bisa bergerak bersama dan saling menguatkan,” katanya.

Output utama dari loka karya ini adalah peningkatan kualitas SDM seni, mulai dari gerak, desain kostum, musik pengiring, hingga kemampuan bercerita di atas panggung. Semua diarahkan agar Topeng Malangan menjadi pertunjukan berkualitas yang dinanti publik.

“Pertunjukan harus kreatif, menarik, dan punya daya magnet. Dari gerak, storytelling, sampai ekspresi panggung—semuanya harus diperkuat,” tegas Hartono.

Loka Karya Dunia Wayang Topeng Malang 2025 menjadi tonggak penting dalam memastikan seni tradisional khas Kabupaten Malang tetap hidup dan berkembang di tengah derasnya modernisasi. Melalui penguatan sanggar, peningkatan kualitas seniman, serta kolaborasi pariwisata-budaya, Topeng Malangan diharapkan kembali menjadi identitas kuat Kabupaten Malang sekaligus daya tarik wisata budaya yang membanggakan.

Baca Juga :  Tradisi Wiwitan (Muntoni) Sawah Desa Randuagung Singosari

Seni leluhur ini bukan hanya warisan, tetapi masa depan. Kabupaten Malang kini bergerak untuk memastikan jejak budaya itu tak pernah hilang.

Penulis : nes

Berita Terkait

Walikota Blitar Siapkan Skema Baru Dana Olahraga, Hibah Tak Lagi Lewat KONI
Viral Menu MBG Ramadan di Malang, DPRD Soroti Dugaan Harga di Bawah Rp8 Ribu dan Kualitas Gizi Dipertanyakan
Perkuat Gizi Anak dan Tekan Stunting, Pemkab Malang Resmikan Dapur MBG di Kalipare
Sepak Bola Persahabatan Antar Instansi Pererat Kebersamaan di Kabupaten Malang
Terseret Arus Sungai, Warga Kasembon Malang Tewas Terjepit Pintu Air DAM Kali Manten
Derita Preeklampsia Parah, Warga Kepanjen Kabupaten Malang Terancam Kehilangan Penglihatan, Butuh Uluran Tangan
Cuaca Ekstrem Hambat Penerbangan, Pesawat Batik Air Ditumpangi KH Habib Mustofa Gagal Mendarat di Juanda Surabaya
SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo Resmi Terapkan ISO 21001:2018, Perkuat Tata Kelola Pendidikan Vokasi Berstandar Internasional

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:22 WIB

BNNK Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba Bentuk Sinergitas Jogo Tulungagung

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:12 WIB

Banjir Rob Pantai Sidem Tulungagung, 4 Rumah Warga Terdampak

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Kapolres Pasuruan Berikan Klarifikasi Pasca Insiden Pengerusakan Mapolsek Sukorejo Oleh Kelompok Massa

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Miris! Seorang Pria Tewas Kesetrum di Kandang Ayam

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:10 WIB

Parade Sound Horeg Gambiran STOP Jam 10 Malam Wajib Berhenti

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:29 WIB

Kapolresta Banyuwangi Beri Penghargaan Kepada Personel Berprestasi

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Akibat Gagal Mendahului Mobil MBG Seruduk Truk Fuso

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Polres Malang Pastikan Kawasan Jemplang Aman Dihari Ke Tujuh Karhutla

Berita Terbaru

Rumah warga daerah pesisir pantai Sidem yang terkena banjir rob (Foto: Hanik pendoposatu.id)

Daerah

Banjir Rob Pantai Sidem Tulungagung, 4 Rumah Warga Terdampak

Selasa, 11 Agu 2026 - 18:12 WIB

Bupati Malang, HM Sanusi di dampingi Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka foto bersama dengan 34 anggota Pramuka sebelum berangkat ke bumi perkemahan Cibubur (Foto: Seno pendoposatu.id)

Kabupaten Malang

34 Pramuka Kabupaten Malang Siap Tunjukkan Kemampuan di Jamnas XII Cibubur

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:48 WIB