Derita Preeklampsia Parah, Warga Kepanjen Kabupaten Malang Terancam Kehilangan Penglihatan, Butuh Uluran Tangan

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026 - 21:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Pasien yang memerlukan uluran bantuan saat ini masih di rawat di RSUD Kanjuruhan Malang

Ket foto. Pasien yang memerlukan uluran bantuan saat ini masih di rawat di RSUD Kanjuruhan Malang

 

Malang, pendoposatu.id — Nasib pilu menimpa Dewi Nurmanik (32), warga Jalan Welirang Nomor 52 RT 03 RW 03, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Ibu empat anak ini mengalami preeklampsia berat (keracunan kehamilan) pada kehamilan keempat yang berujung pada gangguan penglihatan serius di kedua mata, bahkan terancam kebutaan permanen.

Kondisi tersebut diungkapkan langsung oleh sang suami, Cristian, buruh harian lepas yang kini menjadi satu-satunya penopang keluarga. Ia menuturkan bahwa preeklampsia yang dialami istrinya awalnya diperkirakan akan membaik seiring stabilnya tekanan darah. Namun, hasil pemeriksaan lanjutan justru menunjukkan kondisi yang jauh lebih mengkhawatirkan.

“Pada kehamilan keempat, istri saya mengalami preeklampsia parah. Awalnya dokter menyampaikan penglihatan akan membaik, tapi setelah diperiksa dokter mata ternyata ditemukan pembengkakan dan pembuluh darah yang saling bersilang,” ujar Cristian, Minggu (4/1/2026).

Cristian menjelaskan, pada usia kehamilan 32 minggu, Dewi mulai mengalami pembengkakan pada mata yang disertai pandangan kabur. Setelah diperiksa bidan, ia langsung dirujuk ke RSUD Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Hasil observasi medis menyatakan Dewi mengalami preeklampsia dengan hipertensi berat, sehingga dokter memutuskan melakukan operasi sesar darurat demi menyelamatkan ibu dan bayi.

Operasi berjalan lancar, namun kondisi penglihatan Dewi justru semakin memburuk pasca persalinan. Pemeriksaan lanjutan oleh dokter mata menemukan adanya pembengkakan retina dan pendarahan akibat pecahnya pembuluh darah di kedua mata.

“Dokter mata menyampaikan ada pembengkakan dan pendarahan. Kami disarankan melakukan foto fundus untuk mengetahui seberapa parah kerusakan mata istri saya,” jelas Cristian.

Hasil foto fundus menunjukkan adanya blind spot akibat pembengkakan retina. Pada mata kiri Dewi ditemukan pembuluh darah yang pecah dan saling bersilangan, menyebabkan pandangan kabur, kilatan cahaya, serta nyeri kepala hebat.

Baca Juga :  Bupati Sanusi Tekankan Peran Bidan di HKN 2025: “Ibu Sehat, Anak Sehat, Bangsa Kuat”

Saat ini Dewi dinyatakan harus segera menjalani terapi suntik bola mata di RS Saiful Anwar (RSSA) Malang guna mencegah kerusakan mata yang lebih parah dan risiko kebutaan permanen.

Selain suntik mata, Dewi juga harus menjalani terapi rutin berupa: kontrol medis setiap minggu, konsumsi vitamin 3 kali sehari

Obat tetes mata 1 kali sehari, terapi pendukung dan pengobatan alternatif 2 kali seminggu namun, keterbatasan ekonomi menjadi kendala utama keluarga ini.

Cristian mengaku kondisi keluarga semakin terpuruk. Dewi kini kesulitan beraktivitas karena penglihatannya sangat terbatas dan sering mengalami pusing hebat. Akibatnya, Cristian terpaksa berhenti bekerja untuk mengurus istri dan keempat anaknya yang masih kecil.

Anak pertama masih TK B, anak kedua PAUD, anak ketiga berusia 2,5 tahun, dan anak keempat baru berusia 1,5 bulan.

“Jangankan mengurus anak, untuk beraktivitas sendiri saja istri saya sering pusing dan tidak kuat,” ungkapnya lirih.

Saat ini mereka tinggal di rumah kontrakan sederhana. Kondisi semakin berat karena orang tua kandung Dewi juga menderita stroke, sementara ibunya telah meninggal dunia. Keluarga besar pun hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Untuk pengobatan mata Dewi, keluarga membutuhkan biaya sekitar Rp25 juta dengan rincian: suntik mata selama 2 bulan (1 kali per bulan) Rp5.000.000 per mata total Rp20.000.000, biaya kontrol, obat-obatan, transportasi, dan foto fundus sekitar Rp5.000.000

Penghasilan Cristian sebagai buruh harian lepas hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, sehingga biaya pengobatan tersebut mustahil dipenuhi tanpa bantuan.

Atas kondisi ini, keluarga Dewi Nurmanik sangat berharap uluran tangan para dermawan serta perhatian pemerintah dan instansi terkait agar pengobatan dapat segera dilakukan demi menyelamatkan penglihatan Dewi.

Bagi masyarakat yang ingin membantu, donasi dapat disalurkan melalui: Rekening BCA Nomor: 123112596 Atas Nama: Dewi Nurmanik. Atau dapat menghubungi langsung keluarga pasien di nomor:0823-3669-1506

Penulis : nes

Berita Terkait

ADD 2026 Desa Oro-oro Ombo Wetan Lanjutkan Infrastruktur Pavingisasi Tahap Awal
Warga Perumahan Banjararum Tagih PSU Fisik Tak Kunjung Rampung
Ultah KPJ ke-44 Meriah, Anto Baret Soroti Fenomena “Omong Kosong”
Viral Menu MBG Ramadan di Malang, DPRD Soroti Dugaan Harga di Bawah Rp8 Ribu dan Kualitas Gizi Dipertanyakan
Perkuat Gizi Anak dan Tekan Stunting, Pemkab Malang Resmikan Dapur MBG di Kalipare
Sepak Bola Persahabatan Antar Instansi Pererat Kebersamaan di Kabupaten Malang
Terseret Arus Sungai, Warga Kasembon Malang Tewas Terjepit Pintu Air DAM Kali Manten
Cuaca Ekstrem Hambat Penerbangan, Pesawat Batik Air Ditumpangi KH Habib Mustofa Gagal Mendarat di Juanda Surabaya

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:00 WIB

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kerusuhan Pantai Wedi Awu, Satu Provokator Segera Menyusul

Minggu, 26 April 2026 - 04:38 WIB

Diskoperindag Pasuruan Genjot UMKM 2026, Fokus Permodalan, Digitalisasi Keuangan, dan Peningkatan Daya Saing

Kamis, 23 April 2026 - 04:24 WIB

Polemik Kepemilikan Unuba Memanas, PCNU Bangil Tegas Bantah Klaim Sepihak dan Siap Tempuh Jalur Hukum

Kamis, 16 April 2026 - 18:41 WIB

Puluhan Siswa MAN 1 Pasuruan Lolos SNBP dan SPAN-PTKIN 2026, Tembus Kampus Top Nasional

Rabu, 15 April 2026 - 01:50 WIB

DLH Pasuruan Kucurkan Rp15,2 M untuk Atasi Krisis Sampah 2026

Jumat, 10 April 2026 - 21:33 WIB

Habib Mustofa Alaydrus Gelar Ngunduh Mantu di Bangilan Tuban, Dihadiri Gus Baha, PBNU, dan Ulama Nasional

Rabu, 8 April 2026 - 20:56 WIB

Warga Kedungringin Desak Pemkab Pasuruan Bangun Jembatan, Banjir Sebulan Tak Kunjung Teratasi

Rabu, 8 April 2026 - 17:07 WIB

Polres Malang Bekuk Pelaku Pembobolan Rumah Saat Warga Salat Id

Berita Terbaru

Ket foto. Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib saat membuka acara peran serta disabilitas

Kabupaten Malang

Pemkab Malang Fokus Perkuat Deteksi Dini dan Layanan Disabilitas Anak

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:45 WIB