Sinergi Pemkab Malang dan HKTI Perkuat Swasembada Pangan

- Redaksi

Rabu, 7 Januari 2026 - 22:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Buoati Malang, H.M Sanusi bersama Ketua dan pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Kabupaten Malang usai acara panen dan tanam raya padi di Kecamatan Turen

Ket foto. Buoati Malang, H.M Sanusi bersama Ketua dan pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Kabupaten Malang usai acara panen dan tanam raya padi di Kecamatan Turen

Spread the love

Malang, pendoposatu.id – Hamparan sawah di Desa Tanggung, Kecamatan Turen, Rabu (7/1/2026), tampak lebih hidup dari biasanya. Deretan tokoh daerah mengenakan sepatu bot hijau berdiri di pematang, menggenggam bibit padi, menandai Tanam dan Panen Raya Padi yang digelar DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Malang sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan swasembada pangan.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Malang H.M. Sanusi, Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Kohir, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar, Ketua DPC HKTI Kabupaten Malang H. Makhrus Sholeh, serta jajaran Forkopimda dan pejabat Pemkab Malang.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam pembangunan pertanian daerah.

Tidak sekadar seremonial, Bupati Malang bersama Danrem 083 turun langsung ke sawah. Keduanya melakukan tanam sekaligus panen padi bersama para petani, bahkan mencoba combine harvester, alat mesin pertanian modern yang dinilai mampu mempercepat proses panen sekaligus menekan biaya produksi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Malang, H.M Sanusi menyampaikan bahwa sektor pertanian, khususnya padi, menjadi tulang punggung perekonomian sekaligus ketahanan pangan Kabupaten Malang. Ia mengungkapkan, produksi padi di Kabupaten Malang saat ini mencapai sekitar 480 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat lokal berada di kisaran 400 ribu ton.

“Artinya, Kabupaten Malang masih memiliki surplus sekitar 80 ribu ton beras, dan ini menjadi kontribusi nyata bagi swasembada pangan nasional,” ujar Sanusi.

Meski demikian, Sanusi menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak berhenti pada capaian tersebut. Berbagai inovasi terus didorong agar produktivitas padi semakin meningkat. Saat ini, rata-rata hasil panen petani berada pada kisaran 7 hingga 8 ton per hektare.

“Jika inovasi pertanian ini berhasil dan produktivitas bisa ditingkatkan hingga 12 ton per hektare, maka surplus beras Kabupaten Malang akan semakin besar,” katanya.

Ket foto. Ketua DPC HKTI Kabupaten Malang H. Makhrus Sholeh (kanan) bersama Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Avicena

Sementara itu, Ketua DPC HKTI Kabupaten Malang H. Makhrus Sholeh menegaskan komitmen organisasinya untuk terus mendampingi petani. Menurutnya, pembinaan berkelanjutan menjadi kunci agar petani mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tantangan perubahan iklim.

HKTI, lanjut Makhrus, mendorong petani untuk belajar dari praktik-praktik pertanian yang telah berhasil di berbagai daerah, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten lain, kemudian mengembangkannya sesuai kondisi lokal melalui metode ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi).

Ia juga menyebut Kabupaten Malang sebagai salah satu daerah dengan potensi pertanian terbesar di Jawa Timur. Kabupaten ini bahkan masuk lima besar daerah surplus pangan di provinsi tersebut, sementara Jawa Timur dikenal sebagai lumbung pangan nasional.

Menutup rangkaian kegiatan, Bupati Malang, Danrem 083/Baladhika Jaya, serta seluruh pengurus DPC HKTI Kabupaten Malang mengikuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual melalui video conference yang disampaikan bersamaan dengan Panen Raya Nasional di Karawang, Jawa Barat. Arahan tersebut menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan produksi pangan sebagai bagian dari ketahanan nasional.

Kegiatan Tanam dan Panen Raya di Turen ini menjadi simbol kuat kolaborasi pemerintah daerah, TNI, dan organisasi petani dalam menjaga kedaulatan pangan, sekaligus mempertegas posisi Kabupaten Malang sebagai salah satu penopang utama swasembada pangan di Indonesia.

Penulis : nes

Berita Terkait

Reses Saifudin Zuhri Serap Aspirasi Masyarakat Lewat Pendidikan
Pembangunan Pasar Karangploso Kajian Dari Disperindag Sampai Persetujuan Bupati Malang
Dinas Pertanian dan Pangan Gelar Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ‘Gizi Untuk Banyuwangi’
Usai Rakor KPK, Darmadi Tinggalkan Gedung DPRD Lewat Pintu Belakang
Kepala Bakorwil Malang Dorong Kopi Amstirdam Naik Kelas, Dari Komoditas Lokal Menuju Brand Global
Bupati Lantik 3 Kades PAW Jangan Bawa Sekat Politik, Semua Warga Harus Dirangkul
Warga Rencana Beli Rumah Singgah Soeharto, DPRD Dorong Pelestarian Sejarah
BPBD Salurkan 98.500 Liter Air Bersih, Total Distribusi Tembus 2,45 Juta Liter

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 20:37 WIB

Peringati HUT Pasuruan Desa Oro-oro Ombo Kulon Gelar Karnaval Budaya

Sabtu, 26 September 2026 - 00:20 WIB

Reses Saifudin Zuhri Serap Aspirasi Masyarakat Lewat Pendidikan

Jumat, 25 September 2026 - 20:02 WIB

Pembangunan Pasar Karangploso Kajian Dari Disperindag Sampai Persetujuan Bupati Malang

Jumat, 25 September 2026 - 19:39 WIB

Tujuh Penari Gandrung Hiasi Perjalanan Kereta Api Sangkuriang Menuju Banyuwangi

Jumat, 25 September 2026 - 18:11 WIB

‎HUT Pasuruan KORMI Gelar Senam Bersama di Taman Candra Wilwatikta

Jumat, 25 September 2026 - 17:18 WIB

Ketum JMSI Dukung Penuh HPN 2027

Jumat, 25 September 2026 - 17:01 WIB

Dinas Pertanian dan Pangan Gelar Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ‘Gizi Untuk Banyuwangi’

Jumat, 25 September 2026 - 14:08 WIB

Polsek Muncar Terjunkan Personel Guna Amankan Kejurwil X Pagar Nusa

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page