Kabupaten Malang Inisiasi Pembentukan BUMD Pangan, Targetkan Tekan Kebocoran PDRB hingga 6 Persen

- Redaksi

Rabu, 7 Januari 2026 - 22:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi

Ket foto. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi

Malang, pendoposatu.id — Pemerintah Kabupaten Malang berinisiatif membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan sebagai langkah strategis memperkuat kedaulatan pangan sekaligus menekan kebocoran ekonomi daerah.

Rencana ini ditargetkan terealisasi paling lambat pada tahun 2027, menyusul potensi kehilangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang mencapai 6 persen setiap tahun.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi, mengungkapkan bahwa Kabupaten Malang sejatinya memiliki keunggulan besar di sektor pangan karena hampir seluruh komoditas strategis berada dalam kondisi surplus.

“Sebetulnya begini, kami ini berinisiatif membuat BUMD Pangan. Karena bagaimanapun juga, komoditas di Kabupaten Malang itu semuanya surplus,” ujar Mahila saat ditemui awak media usai panen dan tanam raya padi di Kecamatan Turen, Rabu (7/1/2026).

Bahkan, menurut Mahila, hingga akhir tahun lalu stok pangan Kabupaten Malang dipastikan aman dan mencukupi hingga satu sampai empat bulan ke depan. Namun ironisnya, keunggulan produksi tersebut belum sepenuhnya berdampak pada perekonomian daerah.

“Pada kenyataannya, masih banyak SPPG-SPPG yang belanjanya justru ke luar Kabupaten Malang, ke daerah lain,” ungkapnya.

Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kebocoran ekonomi daerah, meskipun nilai PDRB Kabupaten Malang tergolong besar.

“Kalau dihitung dari PDRB kita yang mencapai sekitar Rp138 triliun, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, potensi loss-nya itu bisa sampai 6 persen,” jelas Mahila.

Untuk itu, Pemkab Malang tengah mengintensifkan koordinasi lintas sektor guna mempercepat realisasi pembentukan BUMD Pangan. Mahila menyebut saat ini pihaknya berkolaborasi dengan DPRD Kabupaten Malang dan Bappeda untuk menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) sebagai payung hukum.

“Kami sedang kolaborasi dengan Dewan dan Bappeda, bagaimana caranya segera dibuatkan perdanya. Karena untuk membentuk BUMD Pangan ini memang harus melalui Perda,” tegasnya.

Baca Juga :  Panen Kejujuran, Inovasi Camat Pakisaji Tanamkan Integritas Lewat Ketahanan Pangan dan UMKM

Ia menambahkan, proses penyusunan Perda membutuhkan tahapan kajian yang matang agar BUMD yang dibentuk benar-benar berkelanjutan dan tidak bernasib sama seperti sejumlah BUMD lain yang stagnan.

“Tidak bisa emosional. Harus ada kajian, harus ada embrionya. Jangan sampai BUMD dibentuk tapi tidak jalan,” ujarnya.

Mahila mengingatkan, jika pembentukan BUMD Pangan terus tertunda, maka potensi kerugian daerah akan semakin besar.

“Kalau satu tahun saja kita kehilangan, itu sudah 6 persen. Apalagi kalau sampai beberapa tahun ke depan,” katanya.

Dalam konsep BUMD Pangan ini, Pemkab Malang juga membuka peluang kolaborasi dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) sebagai mitra strategis.

“HKTI ini kan lembaga yang produksinya langsung dari petani. Jangan sampai hasil pertanian kita diambil ke daerah lain, sementara kebutuhan SPPG justru dipenuhi dari luar,” ucap Mahila.

Ia berharap ke depan, HKTI semakin maju dan berkembang seiring dengan visi besar pemerintah pusat terkait swasembada pangan berkelanjutan.

“Ini sejalan dengan kebanggaan yang disampaikan Presiden. Swasembada pangan itu bukan hanya tahun ini, tapi harus berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya.

Dengan hadirnya BUMD Pangan, Pemerintah Kabupaten Malang optimistis distribusi hasil pertanian akan lebih terintegrasi, belanja pangan daerah dapat terserap optimal, serta kesejahteraan petani dan ketahanan ekonomi lokal semakin kuat.

Penulis : nes

Berita Terkait

34 Pramuka Kabupaten Malang Siap Tunjukkan Kemampuan di Jamnas XII Cibubur
Menelisik Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Kabupaten Malang: Antara Kebutuhan, Efisiensi, Dan Diamnya APH
Polres Malang Pastikan Kawasan Jemplang Aman Dihari Ke Tujuh Karhutla
Pasca Pelantikan ASN Pemkab Malang Terpecah Beberapa Golongan
Satpam SMAN 1 Rogojampi Gagalkan Dugaan Peredaran Sabu di Lingkungan Sekolah
Kapolsek Muncar Atur Lalu Lintas Pagi, Arus Kendaraan Lancar di SMK 17 Agustus 1945
Perumda Tirta Kanjuruhan Genjot Pembangunan SPAM Sumber Dieng 2
Polsek Songgon Sukses Amankan Lomba Sepak Bola Tingkat SD/MI se-Kecamatan Dalam Rangka Peringati HUT RI Ke-81

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:22 WIB

BNNK Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba Bentuk Sinergitas Jogo Tulungagung

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:12 WIB

Banjir Rob Pantai Sidem Tulungagung, 4 Rumah Warga Terdampak

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Kapolres Pasuruan Berikan Klarifikasi Pasca Insiden Pengerusakan Mapolsek Sukorejo Oleh Kelompok Massa

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Miris! Seorang Pria Tewas Kesetrum di Kandang Ayam

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:10 WIB

Parade Sound Horeg Gambiran STOP Jam 10 Malam Wajib Berhenti

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:29 WIB

Kapolresta Banyuwangi Beri Penghargaan Kepada Personel Berprestasi

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Akibat Gagal Mendahului Mobil MBG Seruduk Truk Fuso

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Polres Malang Pastikan Kawasan Jemplang Aman Dihari Ke Tujuh Karhutla

Berita Terbaru

Rumah warga daerah pesisir pantai Sidem yang terkena banjir rob (Foto: Hanik pendoposatu.id)

Daerah

Banjir Rob Pantai Sidem Tulungagung, 4 Rumah Warga Terdampak

Selasa, 11 Agu 2026 - 18:12 WIB

Bupati Malang, HM Sanusi di dampingi Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka foto bersama dengan 34 anggota Pramuka sebelum berangkat ke bumi perkemahan Cibubur (Foto: Seno pendoposatu.id)

Kabupaten Malang

34 Pramuka Kabupaten Malang Siap Tunjukkan Kemampuan di Jamnas XII Cibubur

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:48 WIB