Akses Jalan Desa Purwoasri Tergenang, Drainase Baru Jadi Solusi Mendesak

- Redaksi

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Akses jalan depan Balai desa Purwoasri Kecamatan Singosari yang terendam air

Ket foto. Akses jalan depan Balai desa Purwoasri Kecamatan Singosari yang terendam air

 

Malang, pendoposatu.id – Hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, kembali menyebabkan genangan air yang menutup akses jalan utama warga, terutama di ruas depan Balai Desa Purwoasri. Kondisi ini bukan kali pertama terjadi. Setiap musim hujan, jalan desa tersebut nyaris selalu berubah menjadi kubangan air, menghambat aktivitas masyarakat dan membahayakan pengguna jalan.

Genangan air bahkan kerap mencapai ketinggian lutut orang dewasa saat hujan turun deras. Situasi ini dinilai sudah sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Malang melalui dinas terkait untuk segera membangun sistem drainase yang memadai, agar air hujan dapat tertampung dan dialirkan langsung menuju sungai besar, bukan justru menggenangi badan jalan.

Kepala Desa Purwoasri, Sumarno, menegaskan bahwa persoalan banjir jalan tersebut terjadi akibat minimnya saluran irigasi dan kapasitas drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan.

“Kalau hujan deras, banjir bisa setinggi lutut orang dewasa. Saluran yang ada sekarang ini tidak mampu menampung air. Kapasitasnya sangat minim,” tegas Sumarno, di Balaidesa Purwoasri, Rabu (11/2/2026).

Ket foto. Kondisi jalan di wilayah Desa Purwoasri saat hujan turun

Menurutnya, genangan air tersebar di sejumlah titik dan paling parah terjadi di jalur depan balai desa yang merupakan akses vital penghubung antarwilayah di Kecamatan Singosari. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga berpotensi merusak infrastruktur jalan dalam jangka panjang.

Sumarno secara terbuka meminta perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Malang, khususnya Dinas Bina Marga dan Dinas Cipta Karya, untuk segera turun tangan melakukan penanganan permanen.

“Kami berharap ada perhatian dari Pemkab Malang, terutama Dinas Bina Marga maupun Dinas Cipta Karya. Harus ada pembangunan drainase yang memadai, yang bisa menampung dan mengalirkan air hujan langsung ke sungai besar. Kalau tidak segera dibangun, genangan ini akan terus berulang setiap musim hujan,” ujarnya.

Baca Juga :  IHanI 2025 Diraih, Kabupaten Malang Fokus Bangun Kampung Harmoni Berbasis Desa

Ia menambahkan, solusi tambal sulam tidak lagi efektif. Yang dibutuhkan saat ini adalah pembangunan sistem drainase terpadu dengan perhitungan teknis yang matang, termasuk pelebaran saluran dan normalisasi aliran agar debit air dapat mengalir lancar tanpa meluap ke jalan.

Salah satu warga yang setiap hari melintasi ruas jalan Desa Purwoasri menuju desa lain di Kecamatan Singosari mengaku waswas setiap kali hujan turun.

“Setiap hujan pasti banjir. Memang kendaraan masih bisa lewat, tapi kami khawatir tergelincir atau jatuh karena tidak terlihat mana jalan dan mana lubang. Ini sangat membahayakan,” keluhnya.

Warga menilai, persoalan ini tidak boleh terus dibiarkan berlarut-larut. Selain mengancam keselamatan pengguna jalan, genangan yang berlangsung lama juga berpotensi merusak konstruksi aspal dan mempercepat kerusakan jalan desa.

Di sisi lain, Kepala Desa Purwoasri juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat berkendara di tengah hujan serta menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat memperparah penyumbatan saluran air.

“Kami mengimbau warga agar tetap berhati-hati saat berkendara ketika hujan dan menjaga lingkungan. Jangan buang sampah sembarangan karena itu juga bisa memperparah kondisi saluran,” pungkasnya.

Kini, masyarakat Desa Purwoasri menunggu langkah nyata Pemkab Malang. Pembangunan drainase yang terintegrasi dan berkapasitas besar menjadi kebutuhan mendesak agar air hujan dapat langsung dialirkan ke sungai besar, sehingga akses jalan tidak lagi tergenang dan aktivitas warga dapat berjalan normal tanpa dihantui banjir setiap kali hujan turun.

Penulis : nes

Berita Terkait

Ketua GAPEMBI Malang Raya Ingatkan Mitra SPPG Soal Audit Keuangan dan Standar Limbah MBG
Pemkab Malang Fokus Perkuat Deteksi Dini dan Layanan Disabilitas Anak
Akses Kampung Nelayan Pujiharjo Dibersihkan dan Diperbaiki Jelang Kunjungan Presiden
Bupati Malang Sidak Puskesmas Pakis, Infrastruktur, Keselamatan dan Akses Jalan Menjadi Perhatian 
Bibit Perenang Cilik Dari Malang Bermunculan Siap Jadi Atlet Nasional
Pembangunan Puskesmas Bululawang Disorot, Diduga Pengerjaan Tak Sesuai Spek
Pantai 3 in 1 Banyu Meneng Malang Jadi Primadona Wisatawan, Sajikan Olahraga Air Hingga Kuliner Seafood
Bupati Malang Tinjau Puskesmas Kepanjen, Pelayanan Tetap Maksimal Meski Ruang Terbatas

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:00 WIB

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kerusuhan Pantai Wedi Awu, Satu Provokator Segera Menyusul

Minggu, 26 April 2026 - 04:38 WIB

Diskoperindag Pasuruan Genjot UMKM 2026, Fokus Permodalan, Digitalisasi Keuangan, dan Peningkatan Daya Saing

Kamis, 23 April 2026 - 04:24 WIB

Polemik Kepemilikan Unuba Memanas, PCNU Bangil Tegas Bantah Klaim Sepihak dan Siap Tempuh Jalur Hukum

Kamis, 16 April 2026 - 18:41 WIB

Puluhan Siswa MAN 1 Pasuruan Lolos SNBP dan SPAN-PTKIN 2026, Tembus Kampus Top Nasional

Rabu, 15 April 2026 - 01:50 WIB

DLH Pasuruan Kucurkan Rp15,2 M untuk Atasi Krisis Sampah 2026

Jumat, 10 April 2026 - 21:33 WIB

Habib Mustofa Alaydrus Gelar Ngunduh Mantu di Bangilan Tuban, Dihadiri Gus Baha, PBNU, dan Ulama Nasional

Rabu, 8 April 2026 - 20:56 WIB

Warga Kedungringin Desak Pemkab Pasuruan Bangun Jembatan, Banjir Sebulan Tak Kunjung Teratasi

Rabu, 8 April 2026 - 17:07 WIB

Polres Malang Bekuk Pelaku Pembobolan Rumah Saat Warga Salat Id

Berita Terbaru

Ket foto. Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib saat membuka acara peran serta disabilitas

Kabupaten Malang

Pemkab Malang Fokus Perkuat Deteksi Dini dan Layanan Disabilitas Anak

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:45 WIB