Agenda Besar Bakorwil Malang, Jadikan Kawasan Selatan Jawa Timur sebagai Mesin Pertumbuhan Baru

- Redaksi

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bakorwil III Malang, Asep Kusdinar

Kepala Bakorwil III Malang, Asep Kusdinar

MALANG, pendoposatu.id– Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus memperkuat perannya sebagai penggerak sinergi pembangunan kewilayahan untuk mempercepat kemajuan kawasan Selatan Jatim. Melalui berbagai upaya koordinasi, kolaborasi, dan integrasi lintas sektor, Bakorwil Malang menyiapkan agenda besar untuk menjadikan wilayah Selatan Jatim sebagai salah satu mesin pertumbuhan baru yang mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan pembangunan di Jatim. Komitmen tersebut disampaikan Kepala Bakorwil Malang, Asep Kusdinar, saat ditemui diruang kerjanya pada Senin (8 Juni 2026).

Menurut Asep, kawasan Selatan Jatim memiliki berbagai modal pembangunan yang sangat besar. Kekayaan sumber daya alam, potensi pertanian, perikanan dan kelautan, destinasi wisata unggulan, keberagaman budaya, hingga dukungan infrastruktur yang terus berkembang menjadi kekuatan yang harus dioptimalkan secara terintegrasi.

“Selatan Jatim memiliki seluruh modal dasar untuk tumbuh menjadi pusat pertumbuhan baru. Tantangannya bukan lagi soal potensi, tetapi bagaimana menghubungkan seluruh potensi tersebut dalam satu ekosistem pembangunan yang saling terintegrasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Asep.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan kawasan Selatan Jatim tidak dapat dilakukan melalui pendekatan sektoral semata. Dibutuhkan tata kelola pembangunan berbasis kewilayahan yang mampu menyinergikan program lintas sektor dan lintas daerah agar pembangunan berjalan lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pengembangan sport tourism sebagai penggerak ekonomi baru. Kawasan selatan yang memiliki bentang alam pantai, pegunungan, kawasan konservasi, dan destinasi wisata unggulan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat kegiatan olahraga wisata yang mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.

Menurut Asep, pengembangan sport tourism harus diikuti dengan penguatan ekosistem ekonomi di sekitarnya, termasuk pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, peningkatan kapasitas masyarakat, serta penyediaan layanan pendukung yang berkualitas.

Baca Juga :  Relokasi TPS Kaliwaron Jadi Prioritas, Bakorwil Dorong Lingkungan Belajar SMKN 5 Surabaya Lebih Sehat

Selain itu, Bakorwil Malang juga mendorong penguatan konsep blue economy dan green economy sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan di kawasan Selatan Jatim. Potensi kelautan, perikanan, kehutanan, dan sumber daya lingkungan harus mampu dikelola secara produktif sekaligus bertanggung jawab agar dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.

“Kita ingin pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Karena itu, pembangunan harus mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang,” tegasnya.

Di bidang pembangunan manusia, Asep menegaskan bahwa percepatan penanganan stunting tetap menjadi perhatian serius dalam pembangunan kawasan. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan pembangunan jangka panjang.

“Pembangunan infrastruktur dan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pembangunan manusia. Karena itu, upaya peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari agenda pembangunan kawasan,” ujarnya.

Pada saat yang sama, Bakorwil Malang terus mendorong penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi lokal. Keberadaan UMKM dinilai memiliki peran strategis dalam memperluas manfaat pembangunan, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar kawasan wisata maupun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Asep menjelaskan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kawasan menjadi salah satu pendekatan yang terus diperkuat. Setiap wilayah memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda sehingga memerlukan strategi pengembangan yang sesuai dengan keunggulan masing-masing daerah.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa agenda pembangunan kawasan Selatan Jatim pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan percepatan pengurangan kemiskinan. “Menurunkan kemiskinan di Malang Selatan tidak bisa dilakukan oleh satu instansi. Dibutuhkan kolaborasi, gotong royong, dan solusi nyata yang menyentuh akar persoalan masyarakat. Bakorwil Malang siap menjadi simpul koordinasi pembangunan kewilayahan untuk mempercepat pengurangan kemiskinan melalui penguatan ekonomi lokal, hilirisasi potensi daerah, pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, serta pemanfaatan Jalur Lintas Selatan sebagai koridor pertumbuhan ekonomi baru. Inilah wujud nyata dukungan Bakorwil terhadap visi Nawa Bhakti Satya,” tegas Asep.

Baca Juga :  Karang Taruna Didorong Jadi Motor Pembangunan dan Kemandirian Pemuda

Menurutnya, keberadaan Jalur Lintas Selatan (JLS) harus dimaknai lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur jalan. JLS merupakan instrumen strategis untuk membuka akses ekonomi, mempercepat konektivitas antarwilayah, menarik investasi, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta menghubungkan berbagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Selatan Jatim.

Dengan konektivitas yang semakin baik, berbagai potensi unggulan daerah seperti pariwisata, pertanian, perikanan, industri kreatif, hingga produk UMKM akan memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Asep menambahkan bahwa pengembangan sport tourism, blue economy, green economy, penguatan UMKM, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kawasan merupakan bagian dari strategi besar pembangunan yang bertujuan memastikan masyarakat lokal menjadi pelaku utama sekaligus penerima manfaat terbesar dari proses pembangunan.

“Kami ingin pembangunan di Selatan Jatim tidak hanya menghasilkan angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menurunkan kemiskinan, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat kualitas hidup warga. Ketika potensi daerah mampu dikelola secara optimal dan seluruh pemangku kepentingan bergerak dalam semangat kolaborasi, gotong royong, dan solusi, maka Selatan Jatim akan tumbuh menjadi mesin pertumbuhan baru yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai lembaga yang memiliki fungsi koordinasi kewilayahan, Bakorwil Malang terus memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota, perangkat daerah provinsi, dunia usaha, akademisi, media, komunitas, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan.

Melalui pendekatan pembangunan berbasis kewilayahan, Bakorwil Malang optimistis kawasan Selatan Jatim akan semakin berkembang sebagai koridor pertumbuhan baru yang mampu memperkuat daya saing Jatim sekaligus menghadirkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Semangat yang kami bangun adalah kolaborasi, gotong royong, dan solusi. Dengan menyatukan seluruh potensi yang dimiliki daerah, memperkuat konektivitas, dan memberdayakan masyarakat, kami optimistis Selatan Jatim akan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Jatim di masa depan,” pungkas Asep Kusdinar.(HMS/dir)

Penulis : Dir

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Humas Bakorwil III Malang

Berita Terkait

Bakorwil Malang Dan Pemkab Malang Satukan Langkah Bangun Masa Depan Koridor Selatan Jatim
Blunder! Staigment Presiden “Londo Ireng” Picu Gelombang Protes, Insan Pers Malang Raya Turun Ke Jalan
Peringati Kudatuli, PDI Perjuangan Kota Malang Tegaskan Demokrasi Lahir Dari Keberanian
DPUBM Kabupaten Malang Petakan Titik Rawan Lereng, DPT Tangsi–Sipelot Jadi Prioritas Penguatan Jalan
Bupati Sampai Sekda Absen Bersamaan, Ada Apa Di Peluncuran Logo Hari Jadi Kabupaten Malang ke-1266?
Babak Penyisihan Turnamen Bola Voli ORUPRAKES IS ONE Memanas, Pemain Pro Dilarang Ikut!
Dukung Swasembada Gula, GRIB JAYA Malang Dan CV Langbuana Sosialisasikan PSN Bongkar Raton 2026
Malang Akan Menyala Sebagai Pusat Kolaborasi Ekonomi Kreatif, Pada H-30 Festival Mbois 11 Siap Diluncurkan

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:42 WIB

Bakorwil Malang Dan Pemkab Malang Satukan Langkah Bangun Masa Depan Koridor Selatan Jatim

Senin, 27 Juli 2026 - 17:57 WIB

Blunder! Staigment Presiden “Londo Ireng” Picu Gelombang Protes, Insan Pers Malang Raya Turun Ke Jalan

Senin, 27 Juli 2026 - 15:18 WIB

Peringati Kudatuli, PDI Perjuangan Kota Malang Tegaskan Demokrasi Lahir Dari Keberanian

Senin, 27 Juli 2026 - 11:20 WIB

DPUBM Kabupaten Malang Petakan Titik Rawan Lereng, DPT Tangsi–Sipelot Jadi Prioritas Penguatan Jalan

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:33 WIB

Babak Penyisihan Turnamen Bola Voli ORUPRAKES IS ONE Memanas, Pemain Pro Dilarang Ikut!

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:08 WIB

Dukung Swasembada Gula, GRIB JAYA Malang Dan CV Langbuana Sosialisasikan PSN Bongkar Raton 2026

Kamis, 23 Juli 2026 - 01:22 WIB

Malang Akan Menyala Sebagai Pusat Kolaborasi Ekonomi Kreatif, Pada H-30 Festival Mbois 11 Siap Diluncurkan

Kamis, 23 Juli 2026 - 00:24 WIB

Penguatan Kompetensi ASN Menjadi Fondasi Percepatan Malang Raya Megapolitan Dan Koridor Selatan Jatim

Berita Terbaru