PASURUAN, pendoposatu.id – Sebagai salah satu kontrol sosial Aliansi Jurnalis Pasuruan Bersatu (AJPB) dalam hal ini, sangat menyayangkan kegiatan yang digelar oleh SMKN 1 Beji, pada Kamis (2 September 2026). Kegiatan Disk Joki (Dj) kali ini identik dengan acara hura-hura dan glamour dunia hiburan malam bagi kaum dewasa.
Hal ini tidak mencerminkan atau memberikan contoh pembelajaran yang baik di dunia pendidikan. Sampai berita ini dinaikan, pihak sekolah SMAN 1 Beji belum memberikan pernyataan kepada awak media. Ditempat terpisah, Ketua Aliansi Jurnalis Pasuruan Bersatu (AJPB), Henry Sulfianto, memberikan tanggapan terkait acara yang digelar di SMKN 1 Beji.
“Acara yang ditampilkan tersebut tanpa ada esensi positif bagi dunia pendidikan apalagi digelar di lingkungan sekolah” kata Henry, Kamis (3 September 2026).
Henry Sulfianto menambahkan bahwa, secara pribadi dan kelembagaan kami AJPB, secara resmi akan mengirim surat kepada pihak Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur (Jatim).
“Saya akan membuat surat ke Kepala Dindik Jatim, nanti yang menjadi tembusan pihak kantor cabang pendidikan yang ada di Pasuruan, dalam hal ini Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dindik Jatim” ujarnya.
Dalam isi surat yang nantinya, besar harapan kami dengan adanya acara tersebut, pihak Dindik Jatim agar bisa mengevaluasi kegiatan tersebut dan bila perlu memutasi Kepala Sekolah SMKN 1 Beji selaku penanggung jawab dan bisa memberikan efek jera nantinya.
“Hal ini dikarenakan pihak Kepala Sekolah SMKN 1 Beji beserta jajaran sangat sulit untuk ditemui dan terkesan menutup diri,” ungkapnya.
Seharusnya pihak Komite Sekolah tidak tinggal diam dan mengevaluasi kegiatan “DJ Performa” yang digelar, pada dasarnya kegiatan tersebut tidak memberikan manfaat bagi perkembangan serta pola pikir siswa – siswi SMKN 1 Beji.
“Karena masih banyak kegiatan lain yang lebih memberikan dampak positif dan lebih memberikan keteladanan serta bisa menumbuh kembangkan nilai luhur budi pekerti bagi siswa-siswi” tutup Henry.(Dul)












