Malang, pendoposatu.id — Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, menyerukan konsolidasi total kepada seluruh kader partai hingga tingkat bawah sebagai langkah strategis menghadapi agenda politik ke depan. Seruan tegas tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Anak Cabang (Musancab) se-Kabupaten Malang dan meresmikan Masjid At Taufik di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Kepanjen, Sabtu (25/4/2026).
Dalam forum yang dihadiri jajaran pengurus dan kader itu, Didik menekankan pentingnya soliditas dan loyalitas kader sebagai fondasi utama kemenangan partai. Ia mengawali sambutannya dengan menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf kepada seluruh kader.
“Terima kasih untuk semuanya. Mohon maaf untuk sahabat-sahabat saya semuanya,” ujarnya.
Didik menegaskan bahwa Pimpinan Anak Cabang (PAC) memiliki peran krusial dalam menjaga ritme perjuangan partai. Menurutnya, kekuatan partai justru terletak pada militansi kader di tingkat akar rumput.
“Sahabat-sahabat saya di Pimpinan Anak Cabang, Anda semua adalah garda terdepan yang berjuang bersama PDI Perjuangan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menginstruksikan seluruh kader untuk tidak lengah dan terus bergerak secara aktif, sistematis, serta terorganisir demi memastikan kemenangan di masa mendatang.
“Kita harus bergerak tanpa henti. Bergerak, bergerak, dan terus bergerak. Kita targetkan kemenangan Pemilu 2029,” katanya dengan nada tegas.
Didik juga menegaskan ambisi politik partai yang tidak setengah-setengah. Ia menyebut seluruh lini kontestasi harus menjadi target kemenangan, mulai dari tingkat nasional hingga daerah.
“Pilpres harus kita rebut, Pilgub harus kita menangkan, dan Pilbup Kabupaten Malang harus kita kuasai kembali. Itu komitmen kita bersama,” tandasnya.
Selain itu, Didik mengingatkan bahwa dinamika dalam organisasi merupakan hal yang tidak terhindarkan, termasuk pergantian kepengurusan yang berjalan secara periodik. Namun ia menekankan agar hal tersebut tidak memicu perpecahan di internal partai.
“Dalam organisasi ada siklus lima tahunan, ada pergantian dan peremajaan. Jangan sampai ada kepentingan pribadi. Terpilih atau tidak, kita harus tetap solid,” jelasnya.
Menutup arahannya, Didik menegaskan bahwa persatuan kader adalah harga mati dalam menjaga eksistensi dan kekuatan partai di tengah dinamika politik.
“Kita harus tetap bersatu dalam satu genggaman PDI Perjuangan,” pungkasnya.
Penulis : nes











