Gus Kikin Tekankan Pentingnya Silaturahmi NU untuk Jaga Kekompakan dan Dukung Program Pengentasan Kemiskinan

- Redaksi

Rabu, 3 Desember 2025 - 18:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, didampingi Ketua PCNU se-Malang raya saat diwawancara awak media di Pendopo Agung Kabupaten Malang

Ket foto. Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, didampingi Ketua PCNU se-Malang raya saat diwawancara awak media di Pendopo Agung Kabupaten Malang

Spread the love

Malang, pendoposatu.id – Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, menegaskan pentingnya silaturahmi sebagai sarana untuk menguatkan kembali hubungan, kekompakan, serta peran Nahdlatul Ulama dalam mendampingi masyarakat. Hal itu ia sampaikan dalam agenda turba Silaturahmi dan Penguatan Organisasi PCNU se-Malang Raya yang dihadiri para pengurus NU di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (3/12/2025).

“Kita ini dasarnya Islam Ahlussunnah wal Jamaah, jadi segala panduan itu berasal dari Al-Qur’an dan hadis. Kadang karena kesibukan, kita lupa. Nah, silaturahmi ini gunanya untuk saling mengingatkan,” ujar Gus Kikin.

Ia menegaskan, kegiatan turun ke bawah (turba) menjadi sarana bagi pengurus wilayah untuk menguatkan kembali hubungan antara PWNU, PCNU, hingga tingkat ranting.

“Kita selalu mengingatkan supaya tetap guyub dan rukun. Itu saja tujuannya,” tegasnya.

Gus Kikin juga menyoroti pentingnya menjaga kekompakan NU di Malang Raya yang dikenal memiliki basis jamaah cukup besar. Menurutnya, ikatan kuat di tubuh NU merupakan modal penting menciptakan situasi yang kondusif.

“Kalau ikatannya kuat, NU ini insyaAllah anteng dan tenang. Apalagi di Malang ini NU-nya besar. Dengan keakraban sampai ke bawah, kita berharap semua lebih solid,” ucapnya.

Ketika menyinggung perihal polemik yang berkembang di tingkat pusat, Gus Kikin menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin terlibat dalam perdebatan yang hanya berdasarkan kabar sepihak.

“Polemik itu hanya kita dengar, tidak pernah mengalami atau terlibat. Daripada mengomentari sesuatu yang hanya dengar-dengar, lebih baik kita fokus pada hal yang manfaat,” tegasnya. “Kita bangun kondisi yang adem saja.”

Menanggapi pernyataan Bupati Malang yang berharap kader NU dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam program pengentasan kemiskinan, Gus Kikin menyatakan bahwa hal tersebut memang menjadi bagian dari tugas NU.

“Itu memang tugas NU, membersamai masyarakat. Kita memberikan bimbingan ekonomi, pendidikan, dan lain-lain. Itu amanah agama,” ungkapnya.

Gus Kikin juga menyebut sinergi dengan pemerintah daerah sangat diperlukan agar program berjalan efektif.

“Kalau sinkron dengan program Pak Bupati, terutama pengentasan kemiskinan, ya Alhamdulillah. Kita punya program, pemerintah punya program, kalau disatukan insyaAllah hasilnya lebih baik,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Kabupaten Malang saat ini sudah menerima Harmony Award dari Menteri Agama, menandakan kuatnya kerukunan masyarakat. Hal ini, ujarnya, harus menjadi modal untuk membangun daerah yang lebih maju.

“Kita dorong semua lapisan masyarakat di Malang agar kondusif, guyub, dan bersatu. Ini modal sebuah bangsa untuk maju,” tutup Gus Kikin.

Penulis : nes

Berita Terkait

Samsat Kepanjen Jemput Bola, Warga Malang Selatan Didorong Taat Pajak Kendaraan
Walikota Blitar Siapkan Skema Baru Dana Olahraga, Hibah Tak Lagi Lewat KONI
Viral Menu MBG Ramadan di Malang, DPRD Soroti Dugaan Harga di Bawah Rp8 Ribu dan Kualitas Gizi Dipertanyakan
Perkuat Gizi Anak dan Tekan Stunting, Pemkab Malang Resmikan Dapur MBG di Kalipare
Sepak Bola Persahabatan Antar Instansi Pererat Kebersamaan di Kabupaten Malang
Terseret Arus Sungai, Warga Kasembon Malang Tewas Terjepit Pintu Air DAM Kali Manten
Derita Preeklampsia Parah, Warga Kepanjen Kabupaten Malang Terancam Kehilangan Penglihatan, Butuh Uluran Tangan
Cuaca Ekstrem Hambat Penerbangan, Pesawat Batik Air Ditumpangi KH Habib Mustofa Gagal Mendarat di Juanda Surabaya

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 21:35 WIB

Warga Kepanjen Tunggu Trans Jatim Koridor II Beroperasi

Jumat, 18 September 2026 - 12:28 WIB

Camat Bantur Bahas Ketahanan Informasi Pada FGD Bersama DPRD Kabupaten Malang

Jumat, 18 September 2026 - 12:14 WIB

Polemik Bendungan Lahor, Pak Dur Jadi Tersangka

Jumat, 18 September 2026 - 11:44 WIB

Tak Terima Somasi Pengacara, Abdul Qodir Lapor Pencemaran Nama Baik

Jumat, 18 September 2026 - 10:57 WIB

Proses Penjaringan Bacalon Ketum KONI Kota Blitar Diwarnai Ricuh

Kamis, 17 September 2026 - 19:21 WIB

Jelang Musorkotlub, Rangkap Jabatan KONI Kota Blitar Jadi Sorotan

Kamis, 17 September 2026 - 17:05 WIB

Boyong 480 Mahasiswa ke Desa, Kampus III UNITRI Wagir Hidupkan Ekonomi Lokal

Kamis, 17 September 2026 - 02:21 WIB

Pemkab Dorong Inovasi Dan Kemandirian Pangan Fakultas Pertanian UNITRI

Berita Terbaru

Ilustrasi rute koridor II bus trans Jatim (Foto: Seno pendoposatu.id)

Jawa Timur

Warga Kepanjen Tunggu Trans Jatim Koridor II Beroperasi

Jumat, 18 Sep 2026 - 21:35 WIB

Hadi Wiyono alias Pak Dur saat mendatangi Polres Malang didampingi kuasa hukumnya (Foto: bgs pendoposatu.id)

Hukum

Polemik Bendungan Lahor, Pak Dur Jadi Tersangka

Jumat, 18 Sep 2026 - 12:14 WIB

You cannot copy content of this page