Lewat Forum Cangkrukan Pancasila Malang, PWNU Jatim Dorong Pembebasan Pajak UMKM

- Redaksi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz saat menghadiri Forum Cangkrukan Pancasila yang digelar di NK Cafe, Karangploso, Kabupaten Malang (Foto: Agus Setyo pendoposatu.id)

Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz saat menghadiri Forum Cangkrukan Pancasila yang digelar di NK Cafe, Karangploso, Kabupaten Malang (Foto: Agus Setyo pendoposatu.id)

Spread the love

 

MALANG, pendoposatu.id– Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menegaskan pentingnya pengejawantahan Ekonomi Pancasila secara nyata melalui kebijakan perpajakan yang memihak rakyat kecil. Ketegasan ini disampaikan dalam Forum Cangkrukan Pancasila yang digelar di NK Cafe, Karangploso, Kabupaten Malang, Rabu (5 Agustus 2026).

Forum Cangkrukan Pancasila menyoroti keberadaan jutaan warga nahdliyin yang menggantungkan hidupnya di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

NU menilai, Ekonomi Pancasila tidak boleh sekadar menjadi jargon filosofis, melainkan harus hadir sebagai perisai ekonomi bagi pelaku usaha akar rumput.

Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), menyampaikan bahwa perlindungan terhadap pelaku usaha mikro dan kecil merupakan bentuk konkret penguatan ekonomi warga.

Menurutnya, sebagian besar struktur ekonomi warga NU berada di basis mikro yang membutuhkan perlakuan khusus agar tidak tergerus arus kompetisi pasar.

“Kita memiliki banyak warga yang berada pada level mikro dan kecil. Mereka membutuhkan pendampingan, dukungan, dan perlakuan khusus agar usahanya bisa berkembang dan naik kelas,” tegas Gus Kikin.

Ia bahkan mendorong pemerintah agar memberikan kebebasan pajak penuh bagi kategori usaha mikro tertentu. Menurutnya, menekan usaha mikro dengan beban fiskal justru berisiko mematikan daya tahan ekonomi masyarakat bawah.

“Kalau memungkinkan, pelaku usaha mikro dan kecil tidak dibebani pajak. Mereka sudah menanggung berbagai biaya usaha dan kebutuhan keluarga. Jika mereka berhenti berusaha, justru negara akan menanggung beban yang lebih besar,” tambahnya.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Ketua Pelaksana Forum Cangkrukan Pancasila, Djoni Sudjatmoko, menjelaskan bahwa prinsip utama Ekonomi Pancasila terletak pada keberanian negara dalam membedakan perlakuan antara pemodal besar dan rakyat kecil.

“Inti Ekonomi Pancasila yang kami pahami adalah keberpihakan yang tegas kepada masyarakat kecil. Negara harus tajam ke atas terhadap perusahaan-perusahaan besar dan pemilik modal, tetapi mengayomi pelaku usaha mikro dan kecil melalui perlindungan serta insentif,” ujar Djoni.

Djoni juga menyoroti aturan ambang batas omzet Rp.4,8 miliar saat ini yang dinilai terlalu cepat memaksa usaha berkembang masuk ke skema pajak umum yang rumit.

Menurutnya, jika negara ingin membangkitkan ekonomi nasional dari bawah, aturan tersebut harus direvisi untuk memberikan ruang tumbuh yang lebih longgar bagi UMKM.

Melalui jaringan organisasi hingga tingkat ranting, PWNU Jatim berkomitmen terus mengawal isu ini. Rekomendasi resmi dari Malang ini akan dikirimkan langsung kepada Kementerian Keuangan hingga Presiden RI sebagai wujud pengawalan ajaran Ekonomi Pancasila demi kesejahteraan warganya. (gus)

Penulis : Agus Setyo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pemkab Gelar Karnaval Budaya Dalam Rangka Peringati Hari Jadi ke-1097 Pasuruan
Bakorwil Malang Jembatani 25 Tahun Persoalan Aset Songgoriti, Pemkab Malang-Pemkot Batu Sepakati Jalan Keluar
Warga Kepanjen Tunggu Trans Jatim Koridor II Beroperasi
Camat Bantur Bahas Ketahanan Informasi Pada FGD Bersama DPRD Kabupaten Malang
Polemik Bendungan Lahor, Pak Dur Jadi Tersangka
Tak Terima Somasi Pengacara, Abdul Qodir Lapor Pencemaran Nama Baik
Proses Penjaringan Bacalon Ketum KONI Kota Blitar Diwarnai Ricuh
Aktifitas Usaha Di Bendungan Lahor Dipertanyakan Legalitasnya

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 16:38 WIB

Bakorwil Malang Jembatani 25 Tahun Persoalan Aset Songgoriti, Pemkab Malang-Pemkot Batu Sepakati Jalan Keluar

Jumat, 18 September 2026 - 21:35 WIB

Warga Kepanjen Tunggu Trans Jatim Koridor II Beroperasi

Jumat, 18 September 2026 - 12:28 WIB

Camat Bantur Bahas Ketahanan Informasi Pada FGD Bersama DPRD Kabupaten Malang

Jumat, 18 September 2026 - 12:14 WIB

Polemik Bendungan Lahor, Pak Dur Jadi Tersangka

Jumat, 18 September 2026 - 10:41 WIB

Aktifitas Usaha Di Bendungan Lahor Dipertanyakan Legalitasnya

Kamis, 17 September 2026 - 17:05 WIB

Boyong 480 Mahasiswa ke Desa, Kampus III UNITRI Wagir Hidupkan Ekonomi Lokal

Kamis, 17 September 2026 - 02:21 WIB

Pemkab Dorong Inovasi Dan Kemandirian Pangan Fakultas Pertanian UNITRI

Rabu, 16 September 2026 - 23:17 WIB

Bupati Sanusi Hadiri PKKMB Mahasiswa Universitas Kepanjen

Berita Terbaru

Ilustrasi rute koridor II bus trans Jatim (Foto: Seno pendoposatu.id)

Jawa Timur

Warga Kepanjen Tunggu Trans Jatim Koridor II Beroperasi

Jumat, 18 Sep 2026 - 21:35 WIB

Hadi Wiyono alias Pak Dur saat mendatangi Polres Malang didampingi kuasa hukumnya (Foto: bgs pendoposatu.id)

Hukum

Polemik Bendungan Lahor, Pak Dur Jadi Tersangka

Jumat, 18 Sep 2026 - 12:14 WIB

You cannot copy content of this page