Trotoar Jembatan Embong Brantas Ambrol, Wali Kota Malang Turun Tangan: “Penanganan Harus Cepat dan Menyeluruh”

- Redaksi

Senin, 24 November 2025 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama beberapa OPD meninjau trotoar jembatan Brantas yang ambrol

Ket foto. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama beberapa OPD meninjau trotoar jembatan Brantas yang ambrol

Malang, pendoposatu.id – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kota Malang dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan trotoar jembatan Embong Brantas di Jalan Gatot Subroto ambrol cukup dalam pada Minggu malam (23/11). Kerusakan terjadi pada sisi timur jembatan yang berada di atas kawasan Kampung Tridi.

Mendapati laporan tersebut, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Wakil Wali Kota Ali Muthohirin langsung meninjau lokasi bersama perwakilan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali, jajaran perangkat daerah, camat, dan lurah setempat.

Dalam peninjauan itu, Wali Kota melihat langsung kondisi trotoar yang ambrol sekaligus menyapa warga yang terdampak, mengingat ruas jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat.

“Kami akan mengkaji keseluruhan, karena juga status tanahnya milik KAI. Bagaimana penyelesaiannya nanti ditangani oleh Kementerian PU. Cepat atau lambat pasti akan berdampak, apalagi intensitas hujan tinggi dan pergerakan kendaraan besar,” ujar Wahyu, Senin (24/11/2025).

Wahyu menjelaskan kerusakan terjadi karena plengsengan di sisi timur jembatan tidak dilengkapi penguat seperti di sisi barat. Hal itu membuat air hujan mudah meresap ke tanah dan menggerus struktur di bawah trotoar. Kondisi makin diperparah dengan perbaikan jalan sebelumnya yang membuat permukaan hotmix sejajar trotoar sehingga aliran air justru mengarah ke permukiman.

“Warga akhirnya membuat tembok penahan secara swadaya agar air tidak masuk ke rumah-rumah. Tetapi akibatnya air justru tergenang di atas,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa tingginya curah hujan dan padatnya lalu lintas turut melemahkan struktur jembatan. “Pergerakan kendaraan sangat tinggi. Intensitas hujan juga tinggi. Akhirnya mempengaruhi kekuatan trotoar tersebut, sementara di bawahnya bukan plengsengan,” tambahnya.

Untuk menghindari longsor susulan, BBPJN Jatim–Bali segera memasang sandbag dan cerucuk sebagai penanganan awal. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN, Reza Maulana, menegaskan bahwa perbaikan permanen akan dilakukan dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Merinding! Kilau Budaya "Legenda Nusantara" Pukau Warga di Gadang Karnaval 2025

“Untuk lokasi yang ambruk itu ada di oprit, bukan di jembatannya. Jembatan aman. Sementara kita tangani yang longsor dulu. Target pengerjaan paling lama dua minggu, paling cepat satu minggu,” tegasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa pihaknya langsung menerapkan pembatasan lajur untuk mengurangi beban kendaraan di atas jembatan.

“Semula setiap arah memiliki dua lajur, namun kini kita batasi hanya satu lajur,” ujarnya.

Widjaja menambahkan bahwa rekayasa lalu lintas akan diberlakukan di simpang Embong Brantas sambil menunggu hasil analisis kelayakan jembatan dari BBPJN.

“Kami mengimbau pengguna jalan, terutama kendaraan pribadi, agar memilih jalur alternatif di sekitarnya,” jelasnya.

Pemerintah Kota Malang terus berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan BBPJN untuk memastikan penanganan berjalan optimal. Dalam waktu dekat, perbaikan darurat akan dilakukan, disusul perbaikan permanen untuk mencegah kerusakan kembali terulang.

Longsornya trotoar ini juga berdampak pada kelancaran lalu lintas. Untuk sementara, pengurangan lajur diterapkan hingga analisis struktur jembatan dan rekomendasi teknis dari BBPJN selesai.

Dengan gerak cepat pemerintah daerah dan pusat, Wali Kota Malang berharap kerusakan dapat segera tertangani sehingga aktivitas masyarakat kembali normal dan kawasan Kampung Tridi tetap aman dari ancaman longsor susulan.

Penulis : nes

Berita Terkait

ADD 2026 Desa Oro-oro Ombo Wetan Lanjutkan Infrastruktur Pavingisasi Tahap Awal
Warga Perumahan Banjararum Tagih PSU Fisik Tak Kunjung Rampung
Ultah KPJ ke-44 Meriah, Anto Baret Soroti Fenomena “Omong Kosong”
Viral Menu MBG Ramadan di Malang, DPRD Soroti Dugaan Harga di Bawah Rp8 Ribu dan Kualitas Gizi Dipertanyakan
Perkuat Gizi Anak dan Tekan Stunting, Pemkab Malang Resmikan Dapur MBG di Kalipare
Sepak Bola Persahabatan Antar Instansi Pererat Kebersamaan di Kabupaten Malang
Terseret Arus Sungai, Warga Kasembon Malang Tewas Terjepit Pintu Air DAM Kali Manten
Derita Preeklampsia Parah, Warga Kepanjen Kabupaten Malang Terancam Kehilangan Penglihatan, Butuh Uluran Tangan
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:00 WIB

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kerusuhan Pantai Wedi Awu, Satu Provokator Segera Menyusul

Minggu, 26 April 2026 - 04:38 WIB

Diskoperindag Pasuruan Genjot UMKM 2026, Fokus Permodalan, Digitalisasi Keuangan, dan Peningkatan Daya Saing

Kamis, 23 April 2026 - 04:24 WIB

Polemik Kepemilikan Unuba Memanas, PCNU Bangil Tegas Bantah Klaim Sepihak dan Siap Tempuh Jalur Hukum

Kamis, 16 April 2026 - 18:41 WIB

Puluhan Siswa MAN 1 Pasuruan Lolos SNBP dan SPAN-PTKIN 2026, Tembus Kampus Top Nasional

Rabu, 15 April 2026 - 01:50 WIB

DLH Pasuruan Kucurkan Rp15,2 M untuk Atasi Krisis Sampah 2026

Jumat, 10 April 2026 - 21:33 WIB

Habib Mustofa Alaydrus Gelar Ngunduh Mantu di Bangilan Tuban, Dihadiri Gus Baha, PBNU, dan Ulama Nasional

Rabu, 8 April 2026 - 20:56 WIB

Warga Kedungringin Desak Pemkab Pasuruan Bangun Jembatan, Banjir Sebulan Tak Kunjung Teratasi

Rabu, 8 April 2026 - 17:07 WIB

Polres Malang Bekuk Pelaku Pembobolan Rumah Saat Warga Salat Id

Berita Terbaru

Ket foto. Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib saat membuka acara peran serta disabilitas

Kabupaten Malang

Pemkab Malang Fokus Perkuat Deteksi Dini dan Layanan Disabilitas Anak

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:45 WIB