Rehab Atap Gedung DPRD Kabupaten Malang Disorot: Pekerja Bekerja di Ketinggian Tanpa Pengaman, Diduga Langgar Aturan K3

- Redaksi

Kamis, 4 Desember 2025 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Pekerja terlihat mengerjakan rehabilitasi di atas atap gedung DPRD Kabupaten Malang.

Ket foto. Pekerja terlihat mengerjakan rehabilitasi di atas atap gedung DPRD Kabupaten Malang.

 

Malang, pendoposatu.id – Aktivitas rehabilitasi atap Gedung DPRD Kabupaten Malang memicu sorotan tajam setelah para pekerja terlihat melakukan pekerjaan di ketinggian tanpa perangkat keselamatan standar. Dalam pantauan langsung pada Selasa (03/12/2025), sejumlah pekerja tampak memanjat dan beraktivitas di atap curam tanpa full body harness, tali pengaman, hingga helm keselamatan.

Temuan ini menjadi ironis mengingat proyek tersebut termasuk pekerjaan berisiko tinggi. Berdasarkan papan kegiatan resmi, pekerjaan ini merupakan bagian dari paket “Pembangunan, Pemanfaatan, Pelestarian dan Pembongkaran Bangunan untuk Kepentingan Dinas Daerah Kabupaten/Kota – Rehab Gedung DPRD Kabupaten Malang” yang dikelola Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Malang.

Proyek dengan anggaran Rp 1.306.398.450 itu dikerjakan oleh PT Saklawase Selalu Sukses, dengan konsultan perencana CV Eterna Multi Teknik, serta konsultan pengawas CV Metro Karya.

Setiap pekerjaan di atas dua meter wajib menggunakan harness, anchor point, dan perlindungan tepi. Tanpa sistem itu, risiko jatuh fatal meningkat dan dapat masuk kategori pelanggaran serius.

Aturan tersebut tercantum jelas dalam Permenaker Nomor 9 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Pekerjaan pada Ketinggian. Ketentuan ini mewajibkan kontraktor menyediakan perlindungan jatuh (fall protection) yang lengkap, peralatan standar, serta pengawasan keselamatan.

Kondisi lapangan menunjukkan para pekerja berada di titik puncak atap yang sebagian masih dalam proses pembongkaran. Tidak terlihat pagar pengaman, titik jangkar (anchor point), maupun jaring keselamatan yang seharusnya menjadi standar pada pekerjaan konstruksi berisiko tinggi.

Area di bawah titik kerja pun tampak tanpa pagar pembatas, tanda bahaya, ataupun zona steril, sehingga membahayakan siapa pun yang melintas di sekitar lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, kontraktor pelaksana maupun Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Malang belum memberikan klarifikasi terkait temuan ini. Tidak ada informasi apakah petugas K3 proyek telah ditempatkan untuk melakukan pengawasan sesuai regulasi.

Baca Juga :  Plt Kadis Kominfo Malang: Aplikasi SIMAMA Mudahkan Layanan Desa, Tantangan Ada di Akses NIK

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan lemahnya pengawasan keselamatan kerja pada proyek-proyek pemerintah daerah. Publik kini menunggu sikap resmi dinas terkait dan jaminan bahwa standar K3 dipenuhi demi mencegah potensi kecelakaan fatal di lokasi pembangunan fasilitas publik.

Penulis : Red

Berita Terkait

Walikota Blitar Siapkan Skema Baru Dana Olahraga, Hibah Tak Lagi Lewat KONI
Viral Menu MBG Ramadan di Malang, DPRD Soroti Dugaan Harga di Bawah Rp8 Ribu dan Kualitas Gizi Dipertanyakan
Perkuat Gizi Anak dan Tekan Stunting, Pemkab Malang Resmikan Dapur MBG di Kalipare
Sepak Bola Persahabatan Antar Instansi Pererat Kebersamaan di Kabupaten Malang
Terseret Arus Sungai, Warga Kasembon Malang Tewas Terjepit Pintu Air DAM Kali Manten
Derita Preeklampsia Parah, Warga Kepanjen Kabupaten Malang Terancam Kehilangan Penglihatan, Butuh Uluran Tangan
Cuaca Ekstrem Hambat Penerbangan, Pesawat Batik Air Ditumpangi KH Habib Mustofa Gagal Mendarat di Juanda Surabaya
SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo Resmi Terapkan ISO 21001:2018, Perkuat Tata Kelola Pendidikan Vokasi Berstandar Internasional

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:22 WIB

BNNK Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba Bentuk Sinergitas Jogo Tulungagung

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:12 WIB

Banjir Rob Pantai Sidem Tulungagung, 4 Rumah Warga Terdampak

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Kapolres Pasuruan Berikan Klarifikasi Pasca Insiden Pengerusakan Mapolsek Sukorejo Oleh Kelompok Massa

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Miris! Seorang Pria Tewas Kesetrum di Kandang Ayam

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:10 WIB

Parade Sound Horeg Gambiran STOP Jam 10 Malam Wajib Berhenti

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:29 WIB

Kapolresta Banyuwangi Beri Penghargaan Kepada Personel Berprestasi

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Akibat Gagal Mendahului Mobil MBG Seruduk Truk Fuso

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Polres Malang Pastikan Kawasan Jemplang Aman Dihari Ke Tujuh Karhutla

Berita Terbaru

Rumah warga daerah pesisir pantai Sidem yang terkena banjir rob (Foto: Hanik pendoposatu.id)

Daerah

Banjir Rob Pantai Sidem Tulungagung, 4 Rumah Warga Terdampak

Selasa, 11 Agu 2026 - 18:12 WIB

Bupati Malang, HM Sanusi di dampingi Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka foto bersama dengan 34 anggota Pramuka sebelum berangkat ke bumi perkemahan Cibubur (Foto: Seno pendoposatu.id)

Kabupaten Malang

34 Pramuka Kabupaten Malang Siap Tunjukkan Kemampuan di Jamnas XII Cibubur

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:48 WIB