Rampcheck Jeep Wisata Bromo Diperketat, Keselamatan Wisatawan Jadi Prioritas Jelang Nataru 2025

- Redaksi

Jumat, 19 Desember 2025 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Ketua Paguyuban Bromo Tengger Semeru Trans 4x4, Wilda Hangga

Ket foto. Ketua Paguyuban Bromo Tengger Semeru Trans 4x4, Wilda Hangga

 

Malang , pendoposatu.id – Menjelang lonjakan kunjungan wisata pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Malang bersama instansi terkait memperketat pengawasan transportasi wisata melalui kegiatan peninjauan dan rampcheck kendaraan Jeep Wisata Bromo Tengger Semeru. Kegiatan tersebut dilaksanakan di UPT Pengujian KIR LLAJ Kabupaten Malang, Jalan Raya Karanglo No. 71, Singosari, Jumat (19/12/2025).

Rampcheck ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh kendaraan jeep wisata yang beroperasi menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berada dalam kondisi laik jalan dan aman, mengingat Bromo merupakan salah satu destinasi wisata unggulan nasional yang selalu dipadati wisatawan saat musim liburan.

Ketua Paguyuban Bromo Tengger Semeru Trans 4×4, Wilda Hangga, menyampaikan bahwa kegiatan rampcheck merupakan bagian dari komitmen bersama antara paguyuban, Muspika, dan aparat kepolisian dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta keselamatan wisata.

“Rampcheck ini bukan hanya formalitas, tetapi bagian dari program berkelanjutan untuk menjamin keselamatan wisatawan. Saat ini kami memiliki sekitar 650 anggota, dengan 450 di antaranya aktif beroperasi,” ujar Wilda saat diwawancarai media Kabar Pojok Indonesia.

Menurutnya, sejak tahun 2014 paguyuban telah menerapkan sistem pengawasan internal yang ketat, mulai dari kepemilikan Kartu Tanda Anggota (KTA), pemeriksaan kelayakan kendaraan, hingga kontrol kesehatan pengemudi, termasuk tes bebas narkoba.

“Pengecekan dilakukan rutin setiap hari. Kendaraan dan sopir kami data secara lengkap, sehingga pengawasan dan evaluasi bisa dilakukan secara transparan dan berkelanjutan,” jelasnya.

Wilda juga mengungkapkan bahwa sistem pengelolaan operasional jeep wisata dijalankan secara terbuka. Setiap perjalanan memiliki skema pembagian biaya yang jelas, mulai dari tabungan pribadi pengemudi, kebutuhan operasional kendaraan, hingga kontribusi untuk kas paguyuban.

Baca Juga :  Hujan Deras Disertai Angin Picu Pohon Tumbang di Pagak Malang, Akses Jalan Sempat Tertutup Total

Menjelang puncak libur Nataru, Wilda berharap aktivitas wisata di kawasan Bromo dapat berjalan normal tanpa kepadatan berlebih dan tetap mengedepankan faktor keselamatan.

“Yang terpenting bukan soal ramainya, tapi bagaimana wisata bisa berjalan aman, lancar, dan berkelanjutan. Keselamatan wisatawan dan pengemudi harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Selain kesiapan kendaraan dan pengemudi, ia juga menekankan pentingnya dukungan infrastruktur jalan di kawasan pegunungan Bromo, seperti penerangan jalan, rambu peringatan, serta penggunaan lampu kabut LED untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan kabut tebal.

“Kondisi jalan dan fasilitas pendukung keselamatan harus terus diperhatikan agar wisatawan merasa aman dan nyaman,” tambahnya.

Dengan dilaksanakannya rampcheck ini, diharapkan seluruh jeep wisata yang beroperasi di kawasan Bromo benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya preventif untuk memastikan libur Natal dan Tahun Baru 2025 di Bromo berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Penulis : nes

Berita Terkait

ADD 2026 Desa Oro-oro Ombo Wetan Lanjutkan Infrastruktur Pavingisasi Tahap Awal
Warga Perumahan Banjararum Tagih PSU Fisik Tak Kunjung Rampung
Ultah KPJ ke-44 Meriah, Anto Baret Soroti Fenomena “Omong Kosong”
Viral Menu MBG Ramadan di Malang, DPRD Soroti Dugaan Harga di Bawah Rp8 Ribu dan Kualitas Gizi Dipertanyakan
Perkuat Gizi Anak dan Tekan Stunting, Pemkab Malang Resmikan Dapur MBG di Kalipare
Sepak Bola Persahabatan Antar Instansi Pererat Kebersamaan di Kabupaten Malang
Terseret Arus Sungai, Warga Kasembon Malang Tewas Terjepit Pintu Air DAM Kali Manten
Derita Preeklampsia Parah, Warga Kepanjen Kabupaten Malang Terancam Kehilangan Penglihatan, Butuh Uluran Tangan

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:00 WIB

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kerusuhan Pantai Wedi Awu, Satu Provokator Segera Menyusul

Minggu, 26 April 2026 - 04:38 WIB

Diskoperindag Pasuruan Genjot UMKM 2026, Fokus Permodalan, Digitalisasi Keuangan, dan Peningkatan Daya Saing

Kamis, 23 April 2026 - 04:24 WIB

Polemik Kepemilikan Unuba Memanas, PCNU Bangil Tegas Bantah Klaim Sepihak dan Siap Tempuh Jalur Hukum

Kamis, 16 April 2026 - 18:41 WIB

Puluhan Siswa MAN 1 Pasuruan Lolos SNBP dan SPAN-PTKIN 2026, Tembus Kampus Top Nasional

Rabu, 15 April 2026 - 01:50 WIB

DLH Pasuruan Kucurkan Rp15,2 M untuk Atasi Krisis Sampah 2026

Jumat, 10 April 2026 - 21:33 WIB

Habib Mustofa Alaydrus Gelar Ngunduh Mantu di Bangilan Tuban, Dihadiri Gus Baha, PBNU, dan Ulama Nasional

Rabu, 8 April 2026 - 20:56 WIB

Warga Kedungringin Desak Pemkab Pasuruan Bangun Jembatan, Banjir Sebulan Tak Kunjung Teratasi

Rabu, 8 April 2026 - 17:07 WIB

Polres Malang Bekuk Pelaku Pembobolan Rumah Saat Warga Salat Id

Berita Terbaru

Ket foto. Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib saat membuka acara peran serta disabilitas

Kabupaten Malang

Pemkab Malang Fokus Perkuat Deteksi Dini dan Layanan Disabilitas Anak

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:45 WIB