Mahasiswa KKN 173 Berdampak UMM Hadirkan Inovasi Galon Komposter bagi Masyarakat Desa Kesamben

- Redaksi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto – Mahasiswa KKN Berdampak Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Desa Kesamben Blitar

Ket foto – Mahasiswa KKN Berdampak Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Desa Kesamben Blitar

Spread the love

Desa Kesamben, Blitar – Mahasiswa KKN Berdampak Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan inovasi pengolahan sampah organik melalui galon komposter yang dibagikan kepada masyarakat Desa Kesamben, Blitar. Program ini menjadi salah satu upaya mahasiswa untuk mengajak masyarakat mengolah sampah rumah tangga agar memiliki manfaat dan tidak langsung berakhir sebagai limbah.

Galon komposter dibuat dengan memanfaatkan galon bekas yang dimodifikasi menjadi tempat pengolahan sampah organik. Sampah seperti sisa sayuran, buah-buahan, dan limbah dapur dapat dimasukkan ke dalam komposter untuk diproses menjadi bahan yang lebih bermanfaat.

Selain membantu mengurangi sampah organik rumah tangga, penggunaan galon komposter juga menghasilkan air lindi, yaitu cairan yang terbentuk selama proses penguraian bahan organik. Air lindi dari komposter dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair setelah melalui proses pengolahan dan pengenceran yang sesuai sebelum digunakan pada tanaman.

Dari Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk

Melalui program ini, mahasiswa KKN tidak hanya membagikan galon komposter kepada warga, tetapi juga memberikan penjelasan mengenai cara penggunaan dan pemanfaatannya.

Masyarakat diajak untuk mulai memilah sampah organik dari rumah dan memasukkannya ke dalam komposter.

Air lindi yang dihasilkan kemudian dapat dimanfaatkan untuk tanaman di pekarangan rumah. Dengan demikian, sampah organik yang sebelumnya hanya dibuang dapat memiliki manfaat lain bagi lingkungan sekitar.

Pemanfaatan air lindi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk yang memiliki nilai ekonomi. Jika dikelola dengan baik, pupuk cair hasil pengolahan sampah organik tersebut dapat dikembangkan menjadi produk yang bisa dijual kepada masyarakat sekitar maupun digunakan untuk kebutuhan pertanian dan tanaman hias.

Mendorong Pengelolaan Sampah yang Lebih Ramah Lingkungan.

Inovasi galon komposter dipilih karena pembuatannya sederhana dan dapat diterapkan dalam skala rumah tangga. Masyarakat tidak membutuhkan tempat yang luas untuk mulai mengolah sampah organik dari rumah.

Program ini diharapkan dapat menjadi langkah sederhana dalam mengurangi jumlah sampah organik yang dibuang setiap hari. Di sisi lain, hasil pengolahan berupa air lindi dapat dimanfaatkan kembali sehingga konsep pengelolaan sampah tidak berhenti pada kegiatan membuang, tetapi mengubah sampah menjadi sesuatu yang berguna.

Bagi mahasiswa KKN Berdampak UMM, program galon komposter menjadi salah satu bentuk kontribusi untuk mendorong kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan di Desa Kesamben. Selain memberikan manfaat bagi kebutuhan tanaman pribadi, pemanfaatan pupuk cair tersebut juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi peluang usaha sederhana bagi masyarakat.

Dengan adanya galon komposter di rumah-rumah warga, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terbiasa memilah dan mengolah sampah organik secara mandiri. Dari langkah kecil di tingkat rumah tangga, sampah dapat dikurangi, lingkungan menjadi lebih terjaga, sekaligus membuka peluang pemanfaatan hasil komposter untuk kebutuhan maupun kegiatan ekonomi masyarakat.

Berita Terkait

BEN Carnival Kelima Tampil Beda, Puluhan Budaya Nusantara Berpadu di Malam Hari
KTH Blitar Tagih Kepastian Pengelolaan Hutan, Perhutani Diberi Waktu 90 Hari
Kopi Jos Jiz Siap Bersaing di Pasar Nasional, Dan Diharapkan Dapat Meningkatkan Perekonomian Daerah
Perjuangan Warga Berbuah Hasil, Akses Jalan Lahor Kembali Dibuka
PPSBB Gelar Open Kontes Sapi Dan Expo Piala Bupati Blitar, Siapkan Hadiah Puluhan Juta
Outlet Miras HWG23 Wlingi Ditolak Warga, GMB Minta Pemkab Bertindak
CV Lang Buana Bersama Kementan Pastikan Program Bongkar Ratoon Tebu Berjalan Transparan Di Blitar
Saatnya BUMD Kota Blitar Berbenah, Jangan Biarkan Kekosongan Kepemimpinan Berlarut

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:15 WIB

Mahasiswa KKN 173 Berdampak UMM Hadirkan Inovasi Galon Komposter bagi Masyarakat Desa Kesamben

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:56 WIB

PAN Targetkan 30 Ribu Warga Hadiri Puncak HUT ke-28 di Stadion Kanjuruhan, Gus Iqdam Dijadwalkan Mengisi Pengajian

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:48 WIB

Bakorwil Malang Dorong Perpustakaan Naik Kelas Berbasis INLIS Lite 3.3

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:34 WIB

Rampungkan Struktur Ranting PDIP Kota Malang Beri Panggung Gen Z Jadi Subjek Perubahan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:09 WIB

DPRD Malang Desak Pembenahan JKN, 33 Persen Warga Belum Terlindungi Secara Aktif

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:57 WIB

Tanah Mangkrak 17 Tahun: Legal Tanrise Klaim SP1, BPN Ngaku Masih Mencari Berkasnya?

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Fokus Kompetensi Dan Kolaborasi, Malang Migrant Center Ubah Paradigma Pekerja Migran Indonesia

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:16 WIB

Bakorwil Malang Semarakkan HUT ke-81 RI Lewat Jalan Sehat, Perkuat Kebersamaan Dan Semangat Gotong Royong

Berita Terbaru