Pengiriman Perdana RDF dari TPA Paras Poncokusumo, Solusi Bangun Indonesia Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

- Redaksi

Senin, 22 Desember 2025 - 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Manager Development PT Solusi Bangun Indonesia TBK, Ruchiyat, saat diwawancara awak media di TPA Paras Poncokusumo

Ket foto. Manager Development PT Solusi Bangun Indonesia TBK, Ruchiyat, saat diwawancara awak media di TPA Paras Poncokusumo

Malang, pendoposatu.id – Pengiriman perdana Refuse Derived Fuel (RDF) dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Paras, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, menuju PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) menjadi tonggak penting dalam upaya pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus transisi energi alternatif di sektor industri semen.

Manager Development PT Solusi Bangun Indonesia TBK, Ruchiyat, menegaskan bahwa pengembangan teknologi RDF merupakan proses panjang yang berangkat dari riset dan kolaborasi lintas sektor sejak beberapa tahun lalu.

“Awalnya kami bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Cilacap. Teknologi RDF yang digunakan merupakan hasil penelitian yang sudah kami mulai sejak 2019, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu atau TPST RDF di Cilacap,” ujar Ruchiyat saat prosesi pengiriman perdana RDF dari TPA Paras Poncokusumo, Senin (22/12/2026).

Ia menjelaskan, pada tahap awal pengembangan, pendanaan dilakukan secara kolaboratif antara perusahaan dan pemerintah daerah. Saat itu, Holcim—yang kini menjadi bagian dari Solusi Bangun Indonesia—turut berperan dalam pendanaan serta memperoleh dukungan internasional.

“Penggalangan dana dilakukan bersama pemerintah daerah. Kami juga mendapat dukungan dari Kerajaan Denmark, selain bantuan dari berbagai pihak mulai dari penyediaan peralatan hingga pembangunan infrastruktur,” jelasnya.

Menurut Ruchiyat, pembangunan fisik fasilitas RDF mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berperan dalam pembangunan infrastruktur utama, sementara Kementerian Lingkungan Hidup, pemerintah provinsi, Kementerian PMK, hingga pemerintah desa setempat turut berkontribusi.

“Dari kolaborasi tersebut akhirnya terbentuk fasilitas pabrik RDF yang diresmikan pada tahun 2020 dan hingga sekarang masih beroperasi dengan baik,” ungkapnya.

Ruchiyat menambahkan, teknologi RDF yang dikembangkan memiliki karakteristik khusus karena memanfaatkan biomembran, meskipun konsep dasarnya merupakan pengembangan berkelanjutan dari riset RDF yang telah dilakukan sejak awal.

Baca Juga :  Menjaga Aliran, Menjaga Warisan, Perumda Tirta Kanjuruhan Perkuat Akses Jalan Menuju Sumber Pitu

Keberhasilan fasilitas RDF di Cilacap kemudian menjadi rujukan bagi daerah lain. Sejumlah wilayah mulai mengadopsi teknologi serupa, termasuk DKI Jakarta.

“Di Jakarta, pengelolaan sampah dilakukan di TPA Bantargebang melalui metode landfill mining. Sampah lama diambil dan diolah kembali. Saat ini Pemprov DKI Jakarta mampu mengolah sekitar seribu ton sampah dari landfill mining dan seribu ton dari sampah baru setiap harinya,” paparnya.

Model ini, lanjut Ruchiyat, akan diterapkan di berbagai daerah lain dengan tujuan utama mengurangi beban TPA sekaligus menciptakan sistem pengolahan sampah yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi.

Dari sisi industri semen, RDF memberikan manfaat lingkungan yang signifikan, sampah yang sebelumnya menjadi persoalan utama di kawasan perkotaan kini dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.

“Jika pengelolaan sampah dilakukan secara konvensional, nilai ekonominya sangat terbatas. Material yang bisa didaur ulang seperti botol plastik hanya sekitar 5 sampai 10 persen, sementara sisanya menambah beban landfill,” terangnya.

Melalui RDF, kapasitas pengolahan sampah menjadi jauh lebih besar dan efektif. Selain berkontribusi pada pengurangan emisi dan beban TPA, RDF juga menjadi alternatif bahan bakar yang dapat mengurangi ketergantungan pabrik semen terhadap batu bara.

“Penggunaan RDF berpotensi menekan biaya pembelian batu bara, meskipun memang membutuhkan investasi awal,” kata Ruchiyat.

Ia menjelaskan, pabrik semen perlu menyiapkan fasilitas feeding khusus karena desain awal pabrik dibuat untuk batu bara. Selain itu, setiap daerah memiliki spesifikasi RDF yang berbeda-beda.

“Ukuran material anorganik seperti plastik harus maksimal lima sentimeter, dengan kadar air di bawah 25 persen agar nilai kalor tetap optimal. Spesifikasi ini dibuat supaya karakteristik RDF mendekati batu bara,” jelasnya.

Tantangan utama dalam pengembangan RDF, menurut Ruchiyat, adalah menjaga konsistensi kualitas produk. Tidak semua fasilitas RDF mampu menghasilkan RDF sesuai standar jika proses pencacahan dan pengeringan tidak berjalan optimal.

Baca Juga :  Pesan Mahrus Soleh di Halal Bihalal TI Group: Kebersamaan dan Kesejahteraan

“Secara prinsip pengolahan RDF itu sederhana. Kuncinya ada pada keandalan mesin pencacah dan program perawatan yang baik. Tanpa pemeliharaan yang konsisten, performa mesin akan cepat menurun dan menghambat produksi RDF yang sesuai standar,” tandasnya.

Pengiriman perdana RDF dari TPA Paras Poncokusumo ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan ekosistem pengelolaan sampah terpadu di Kabupaten Malang, sekaligus mendukung agenda transisi energi dan ekonomi sirkular di Indonesia.

Penulis : nes

Berita Terkait

Walikota Blitar Siapkan Skema Baru Dana Olahraga, Hibah Tak Lagi Lewat KONI
Viral Menu MBG Ramadan di Malang, DPRD Soroti Dugaan Harga di Bawah Rp8 Ribu dan Kualitas Gizi Dipertanyakan
Perkuat Gizi Anak dan Tekan Stunting, Pemkab Malang Resmikan Dapur MBG di Kalipare
Sepak Bola Persahabatan Antar Instansi Pererat Kebersamaan di Kabupaten Malang
Terseret Arus Sungai, Warga Kasembon Malang Tewas Terjepit Pintu Air DAM Kali Manten
Derita Preeklampsia Parah, Warga Kepanjen Kabupaten Malang Terancam Kehilangan Penglihatan, Butuh Uluran Tangan
Cuaca Ekstrem Hambat Penerbangan, Pesawat Batik Air Ditumpangi KH Habib Mustofa Gagal Mendarat di Juanda Surabaya
SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo Resmi Terapkan ISO 21001:2018, Perkuat Tata Kelola Pendidikan Vokasi Berstandar Internasional

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:22 WIB

BNNK Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba Bentuk Sinergitas Jogo Tulungagung

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:12 WIB

Banjir Rob Pantai Sidem Tulungagung, 4 Rumah Warga Terdampak

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Kapolres Pasuruan Berikan Klarifikasi Pasca Insiden Pengerusakan Mapolsek Sukorejo Oleh Kelompok Massa

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Miris! Seorang Pria Tewas Kesetrum di Kandang Ayam

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:10 WIB

Parade Sound Horeg Gambiran STOP Jam 10 Malam Wajib Berhenti

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:29 WIB

Kapolresta Banyuwangi Beri Penghargaan Kepada Personel Berprestasi

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Akibat Gagal Mendahului Mobil MBG Seruduk Truk Fuso

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Polres Malang Pastikan Kawasan Jemplang Aman Dihari Ke Tujuh Karhutla

Berita Terbaru

Rumah warga daerah pesisir pantai Sidem yang terkena banjir rob (Foto: Hanik pendoposatu.id)

Daerah

Banjir Rob Pantai Sidem Tulungagung, 4 Rumah Warga Terdampak

Selasa, 11 Agu 2026 - 18:12 WIB

Bupati Malang, HM Sanusi di dampingi Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka foto bersama dengan 34 anggota Pramuka sebelum berangkat ke bumi perkemahan Cibubur (Foto: Seno pendoposatu.id)

Kabupaten Malang

34 Pramuka Kabupaten Malang Siap Tunjukkan Kemampuan di Jamnas XII Cibubur

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:48 WIB