Sampah Anorganik Malang Disulap Jadi Energi, Pemkab Kirim Perdana RDF ke PT BSI TBK

- Redaksi

Senin, 22 Desember 2025 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Bupati Malang H.M Sanusi didampingi Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo PS dan perwakilan PT Solusindo Bangun Indonesia TBK dan OPD saat meninjau kesiapan TPA Paras Poncokusumo pengiriman perdana RDF

Ket foto. Bupati Malang H.M Sanusi didampingi Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo PS dan perwakilan PT Solusindo Bangun Indonesia TBK dan OPD saat meninjau kesiapan TPA Paras Poncokusumo pengiriman perdana RDF

Spread the love

 

Malang, pendoposatu.id – Upaya Pemerintah Kabupaten Malang dalam mengurai persoalan sampah mulai menunjukkan hasil konkret. Senin (22/12/2025), Pemkab Malang melakukan pengiriman perdana Refuse Derived Fuel (RDF) anorganik hasil pengolahan sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Paras, Poncokusumo, ke PT Solusindo Bangun Indonesia Tbk (SBI). RDF tersebut akan dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara di pabrik semen.

Bupati Malang H.M. Sanusi yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar seremonial, melainkan realisasi nyata dari komitmen kerja sama pengelolaan sampah yang telah disepakati setahun lalu.

“Ini adalah tindak lanjut dari MoU yang kita tandatangani bersama PT SBI di Kantor KPK. Waktu itu pimpinan KPK dan Menteri Dalam Negeri mendorong agar pengolahan sampah di Indonesia dilakukan secara terukur dan berkelanjutan. Hari ini Kabupaten Malang membuktikan komitmen itu,” ujar Sanusi.

Pengiriman perdana dilakukan dengan muatan sekitar enam ton RDF. Sanusi menjelaskan, volume tersebut masih terbatas karena adanya pembatasan operasional truk besar menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2026. Untuk sementara, pengangkutan dilakukan menggunakan truk diesel.

“Saat ini kita masih menyesuaikan kondisi di lapangan. Ke depan, pengiriman bisa menggunakan kontainer karena stok RDF yang sudah siap di TPA Paras mencapai kurang lebih 3.000 ton,” ungkapnya.

Dari sisi ekonomi, RDF membuka peluang baru bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut Sanusi, harga RDF ditentukan oleh kualitas material, terutama kadar air, dengan kisaran harga tertinggi mencapai Rp400 ribu per ton.

“Kalau kualitasnya baik, harganya bisa sampai Rp400 ribu per ton. Dan yang terpenting, seluruh hasil penjualannya masuk ke PAD Kabupaten Malang,” tegasnya.

Ia bahkan memproyeksikan potensi pendapatan yang cukup signifikan jika produksi RDF terus meningkat.

“Bayangkan kalau nanti bisa mencapai 100 ribu ton, tentu nilainya besar meskipun tetap dikurangi biaya transportasi. Ini potensi ekonomi dari sampah yang selama ini dianggap masalah,” tambahnya.

Sementara itu, Ahmad Dzulfikar Nurrahman, pengelola RDF di TPA Paras, menjelaskan bahwa RDF yang diproduksi saat ini berasal dari sampah non-organik yang telah melalui proses pemilahan menggunakan mesin trommol.

“Dari pemilahan, kita mendapatkan sampah basah dan kering. Yang kering inilah yang kita olah menjadi RDF,” jelas DUlfikar.

Material RDF tersebut berasal dari plastik, plastik kresek bernilai rendah, styrofoam, dan berbagai jenis sampah anorganik lain yang selama ini sulit didaur ulang.

“Untuk sampah organik, saat ini masih dalam tahap penelitian agar bisa dimanfaatkan sebagai RDF berbasis biomassa. Sementara ini, sampah organik kita gunakan sebagai material penutup di TPA agar mengurangi bau,” ujarnya.

Kerja sama pengelolaan RDF antara Pemkab Malang dan PT SBI memiliki jangka waktu lima tahun. Selain TPA Paras, Pemkab Malang juga merencanakan pengembangan fasilitas serupa di TPA Talangagung, menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

Dengan pengiriman perdana ini, Pemkab Malang menandai babak baru pengelolaan sampah daerah—dari sekadar pembuangan, menjadi sumber energi alternatif sekaligus penopang pendapatan daerah.

Penulis : nes

Berita Terkait

Ratusan Hewan Peliharaan di Banyuwangi Divaksin Rabies Gratis
Samsat Kepanjen Jemput Bola, Warga Malang Selatan Didorong Taat Pajak Kendaraan
Walikota Blitar Siapkan Skema Baru Dana Olahraga, Hibah Tak Lagi Lewat KONI
Viral Menu MBG Ramadan di Malang, DPRD Soroti Dugaan Harga di Bawah Rp8 Ribu dan Kualitas Gizi Dipertanyakan
Perkuat Gizi Anak dan Tekan Stunting, Pemkab Malang Resmikan Dapur MBG di Kalipare
Sepak Bola Persahabatan Antar Instansi Pererat Kebersamaan di Kabupaten Malang
Terseret Arus Sungai, Warga Kasembon Malang Tewas Terjepit Pintu Air DAM Kali Manten
Derita Preeklampsia Parah, Warga Kepanjen Kabupaten Malang Terancam Kehilangan Penglihatan, Butuh Uluran Tangan

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 20:37 WIB

Peringati HUT Pasuruan Desa Oro-oro Ombo Kulon Gelar Karnaval Budaya

Sabtu, 26 September 2026 - 00:20 WIB

Reses Saifudin Zuhri Serap Aspirasi Masyarakat Lewat Pendidikan

Jumat, 25 September 2026 - 20:02 WIB

Pembangunan Pasar Karangploso Kajian Dari Disperindag Sampai Persetujuan Bupati Malang

Jumat, 25 September 2026 - 19:39 WIB

Tujuh Penari Gandrung Hiasi Perjalanan Kereta Api Sangkuriang Menuju Banyuwangi

Jumat, 25 September 2026 - 18:11 WIB

‎HUT Pasuruan KORMI Gelar Senam Bersama di Taman Candra Wilwatikta

Jumat, 25 September 2026 - 17:18 WIB

Ketum JMSI Dukung Penuh HPN 2027

Jumat, 25 September 2026 - 17:01 WIB

Dinas Pertanian dan Pangan Gelar Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ‘Gizi Untuk Banyuwangi’

Jumat, 25 September 2026 - 14:08 WIB

Polsek Muncar Terjunkan Personel Guna Amankan Kejurwil X Pagar Nusa

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page