MALANG, pendoposatu.id– Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Kabupaten Malang tidak hanya diisi kegiatan politik dan konsolidasi kader. DPW PAN Jawa Timur bersama DPD PAN Kabupaten Malang menargetkan sekitar 30 ribu masyarakat mengikuti rangkaian acara hingga puncak pengajian dan doa bersama di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (29 Agustus 2026).
Puncak kegiatan pada malam hari dijadwalkan menghadirkan pendakwah Gus Iqdam. Pengajian tersebut menjadi agenda penutup setelah sejak pagi masyarakat mengikuti beragam kegiatan sosial, olahraga, hiburan dan perlombaan rakyat. Ketua DPD PAN Kabupaten Malang, Makhrus Soleh mengatakan, peringatan HUT ke-28 PAN sengaja dikemas sebagai kegiatan yang terbuka dan melibatkan masyarakat secara langsung.
“Targetnya sekitar 30-an ribu jemaah yang hadir. Di puncak acara nanti, kami ingin ngaji bersama dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Kabupaten Malang, Jawa Timur, dan Indonesia diberikan kemakmuran,” ujar Makhrus.
Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi DPD PAN Kabupaten Malang bersama DPW PAN Jawa Timur dan DPP PAN. Rangkaian acara tidak hanya dipusatkan pada agenda seremonial, tetapi juga menyentuh kegiatan kemasyarakatan.
Sejak pagi, lapangan parkir Stadion Kanjuruhan menjadi lokasi berbagai aktivitas, mulai dari senam bersama, lomba rakyat, hiburan hingga kegiatan sosial untuk masyarakat.
Salah satu program yang disiapkan adalah tebus murah sembako. Sebanyak 3.500 paket sembako disediakan bagi warga yang mengikuti kegiatan.
“Hari ini sembakonya 3.500 paket. Jadi insyaallah semua pengunjung yang hadir di senam bersama dan perlombaan ini akan mendapatkan sembako,” kata Makhrus.
Paket sembako tersebut berisi sejumlah kebutuhan sehari-hari, seperti beras, minyak goreng, gula, tepung, teh dan kopi. Nilai satu paket diperkirakan mencapai Rp100 ribu hingga Rp150 ribu, sedangkan masyarakat cukup menebusnya dengan harga Rp10 ribu.
Di tengah rangkaian kegiatan HUT PAN tersebut, Ketua Fraksi PAN DPR RI Putri Zulkifli Hasan menegaskan bahwa kegiatan sosial merupakan bagian dari komitmen PAN untuk hadir membantu masyarakat.
Menurut Putri, PAN mendapat arahan dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan agar kader partai bergerak cepat merespons persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk persoalan ekonomi dan kebutuhan pokok.
“Memang ini komitmen dari Partai Amanat Nasional, arahan Ketua Umum Pak Zulkifli Hasan, gerak cepat bantu rakyat. Kita tahu di situasi ekonomi mungkin sekarang harga-harga ada juga yang tinggi. Ini upaya kita untuk bisa membantu masyarakat,” ujar Putri.
Tidak berhenti pada kegiatan sosial, PAN juga membuka ruang pengaduan melalui program Lapor PAN. Kanal tersebut digunakan masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang membutuhkan pendampingan maupun tindak lanjut.
Putri mengatakan, aduan yang masuk cukup beragam, mulai dari persoalan kepesertaan BPJS, bantuan sosial hingga ketidaksesuaian data kesejahteraan masyarakat atau desil.
“Banyak aduan masalah desil. Ada yang desilnya tidak sesuai, rumahnya listriknya masih 900, kemudian upahnya di bawah UMR, tetapi masuk desil 9 atau desil 10. Ini juga sedang kami tangani melalui anggota DPR RI di komisinya masing-masing dan terus kami suarakan,” jelasnya.
Ia menambahkan, persoalan seperti BPJS tidak aktif maupun data kesejahteraan yang tidak sesuai dapat menjadi bagian dari advokasi PAN melalui jalur yang tersedia.
“Kalau contoh, ada yang lapor BPJS-nya mati, kami segera tindaklanjuti untuk diaktifkan kembali. Ada yang salah desil, segera diklarifikasi di kelurahan setempat supaya bisa dapat bansos lagi. Ada juga advokasi hukum,” katanya.
Di sisi lain, peringatan HUT ke-28 PAN juga menjadi momentum konsolidasi organisasi menuju Pemilu 2029. PAN menaruh target besar untuk meningkatkan perolehan suara dan masuk dalam jajaran tiga besar partai politik nasional.
“Insyaallah tiga besar. Mudah-mudahan dengan doanya semua,” pungkas Putri.
Dengan perpaduan kegiatan sosial, hiburan, olahraga hingga pengajian, perayaan HUT ke-28 PAN di Stadion Kanjuruhan menjadi ajang yang diarahkan untuk mempertemukan kader partai dengan masyarakat sekaligus menyerap berbagai persoalan warga secara langsung.(Nes)












