Pasuruan, pendoposatu.id – Kasus dugaan perbuatan tak pantas yang terjadi di area parkir kompleks Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus memantik perhatian publik. Sorotan kini mengarah pada pengakuan seorang pria bernama Hadi Kurniawan yang disebut sebagai staf di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan terkait rekaman suara hingga bukti transfer uang yang beredar luas di media sosial.
Hadi mengakui adanya percakapan dan transaksi uang kepada oknum tertentu yang diduga meminta imbalan agar video dugaan asusila tersebut tidak disebarluaskan maupun diberitakan ke publik.
Pengakuan itu memperkuat polemik yang sejak beberapa hari terakhir ramai dibahas masyarakat.
Dalam rekaman suara yang beredar, Hadi terdengar memohon agar video tersebut tidak dipublikasikan. Ia mengaku khawatir istrinya mengetahui kejadian yang diduga terjadi di area parkir Pemkab Pasuruan itu.
“Aku njaluk tolong mas, aku pas totok omah. Aku wedi krungu bojoku,” ucap Hadi dalam rekaman suara yang beredar, yang berarti dirinya meminta agar persoalan itu tidak sampai diketahui sang istri.
Tak hanya itu, beredar pula rekaman lain yang diduga memuat pembicaraan terkait permintaan uang agar video tersebut tidak viral. Dalam komunikasi tersebut, nominal uang yang disebut mencapai Rp10 juta.
“Ini ada mas Rp8 juta. Saya minta rekeningnya. Untuk yang Rp2 juta masih saya carikan mas. Pokok malam ini selesai. Dan saya minta jangan disebarkan video itu,” kata Hadi dalam rekaman yang kini beredar luas.
Pengakuan Hadi terkait keberadaan rekaman suara dan bukti transfer itu menjadi perhatian publik. Sebab, di sisi lain pihak terkait sebelumnya menyatakan tidak ada tindakan asusila seperti yang ramai diberitakan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti, mengatakan pihaknya telah melakukan pembinaan internal terhadap yang bersangkutan setelah kejadian tersebut mencuat. Hasil pendalaman internal, kata dia, telah diserahkan ke BKPSDM Kabupaten Pasuruan untuk proses lebih lanjut.
“Kalau terkait asusila, sesuai keterangan yang bersangkutan memang tidak melakukan kegiatan tersebut. Karena berkas sudah di BKPSDM, silakan lebih jelasnya bisa ke BKPSDM,” ujar Tri Krisni Astuti.
Namun demikian, pernyataan Hadi yang membenarkan adanya rekaman dan transfer uang justru memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat. Banyak pihak menilai pengakuan tersebut menjadi indikasi adanya upaya agar video dugaan perbuatan tak pantas itu tidak menyebar luas.
“Benar, bukti transfer dan rekaman dengan oknum tersebut benar adanya,” kata Hadi singkat.
Sebelumnya, lingkungan perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan di kawasan Raci, Bangil, digegerkan oleh video berdurasi 2 menit 7 detik yang memperlihatkan dugaan tindakan asusila di dalam sebuah mobil di area parkir kantor pemerintahan.
Peristiwa itu disebut terjadi pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Dalam video yang beredar, tampak sejumlah petugas Satpol PP menginterogasi seorang pria berkemeja putih berlogo Pemerintah Kabupaten Pasuruan di lokasi kejadian.
Penulis : Dul











