Siswa Sespima Polri Gelar FGD di Pasuruan, Bahas Strategi Kejahatan Jalanan

- Redaksi

Selasa, 11 November 2025 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto:: Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan saat diskusi dengan anggota polisi

Ket foto:: Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan saat diskusi dengan anggota polisi

 

Pasuruan, pendoposatu.id– Sebanyak 21 siswa Sekolah Staf Pimpinan Menengah (Sespima) Polri melaksanakan Latihan Kerja (Latja) selama tiga hari di Polres Pasuruan, dimulai pada Selasa (11/11/2025).

Kedatangan para siswa ini ditandai dengan pelaksanaan Forum Group Discussion (FGD) yang secara khusus membahas upaya Optimalisasi Penanggulangan Kejahatan Jalanan demi menekan angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Pasuruan.

Kegiatan FGD ini dibuka langsung oleh Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan. Ia menyampaikan apresiasinya dan menegaskan pentingnya kolaborasi antarpihak dalam menjaga keamanan daerah.

“Saya mengapresiasi inisiatif para siswa Sespima untuk menggali berbagai strategi dalam menghadapi tantangan kejahatan jalanan di era digital. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar AKBP Jazuli Dani Iriawan.

Diskusi tersebut menghadirkan berbagai narasumber, termasuk tokoh masyarakat, perwakilan akademisi, unsur Bakesbangpol, dan pejabat utama Polres Pasuruan.

Para narasumber menyampaikan masukan konstruktif mengenai situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta strategi pencegahan kejahatan yang dinilai lebih efektif dan humanis.

Salah satu narasumber, Gus Romi Pengasuh Ponoes Daruttauhit Bangil, menekankan bahwa tantangan kejahatan saat ini semakin kompleks, mencakup aspek sosial, ekonomi, hingga politik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang adaptif dan berbasis kolaborasi, serta pentingnya kehadiran polisi di tengah masyarakat untuk membangun rasa aman dan kepercayaan publik.

Rangkaian Latja yang berlangsung selama tiga hari ke depan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan kepolisian. Selain FGD, para siswa Sespima juga akan melakukan penelitian lapangan dan observasi di sejumlah wilayah hukum Polres Pasuruan sebagai bagian dari latihan kerja mereka. (dul)

Baca Juga :  16 Siswa dan 2 Guru MTS di Kepanjen Dilarikan ke RSUD Kanjuruhan, Diduga Alami Keracunan Makanan

Penulis : Dull

Berita Terkait

Perkuat Gizi Anak dan Tekan Stunting, Pemkab Malang Resmikan Dapur MBG di Kalipare
Sepak Bola Persahabatan Antar Instansi Pererat Kebersamaan di Kabupaten Malang
Terseret Arus Sungai, Warga Kasembon Malang Tewas Terjepit Pintu Air DAM Kali Manten
Derita Preeklampsia Parah, Warga Kepanjen Kabupaten Malang Terancam Kehilangan Penglihatan, Butuh Uluran Tangan
Cuaca Ekstrem Hambat Penerbangan, Pesawat Batik Air Ditumpangi KH Habib Mustofa Gagal Mendarat di Juanda Surabaya
SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo Resmi Terapkan ISO 21001:2018, Perkuat Tata Kelola Pendidikan Vokasi Berstandar Internasional
Sekda Malang: LP Ma’arif NU Harus Berdaya dan Berdampak Nyata
KH Habib Musthofa Alaydrus Tuban Tegaskan Ikhtiar Maslahah, Bukan Sekadar Islah: Demi Persatuan Nahdlatul Ulama dan Umat Islam

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:02 WIB

Kapolresta Malang Kota Silaturahmi dengan Keluarga Korban Kanjuruhan, Tegaskan Komitmen Pendekatan Humanis

Berita Terbaru

Ket foto. Ilustrasi kursi kosong KONI Kabupaten Malang yang menjadi rebutan para pemilik kepentingan

Tajuk

Kursi KONI Kabupaten Malang dalam Pusaran Kepentingan

Kamis, 5 Feb 2026 - 07:33 WIB