Gawat, IHSG ambruk! Perdagangan di Bursa Efek Indonesia Terpaksa Dihentikan

- Redaksi

Selasa, 18 Maret 2025 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Edarann Press release IDX terkait pembekuan sementara perdagangan di BEI

Keterangan Edarann Press release IDX terkait pembekuan sementara perdagangan di BEI

PENDOPOSATU.ID, JAKARTA – Penurunan drastis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 5% pada Selasa (18/03/2025), memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) hentikan sementara perdagangan yang dinilai bukan sekadar fluktuasi pasar biasa.

Pembekuan sementara perdagangan oleh Indonesia Stock Exchange (IDX) tertuang dalam press release no 023/BE1.SPR/03-2025, sebagai akibat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Dengan ini kami menginformasikan bahwa hari ini, Selasa, 18 Maret 2025 telah terjadi pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 11:19:31 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) yang dipicu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 5%,” terang Kautsar Primadi Nurahmad Sekretaris Perusahaan PT. Bursa Efek Indonesia dalam rilisnya. Selasa (18/03/2025) siang.

Lebih lanjut, Kautsar menjelaskan bahwa hal tersebut dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep- 00024/BEI/03- 2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.

“Perdagangan akan dilanjutkan pukul 11:49:31 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan,” jelasnya.

Akibat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yamg mencapai 5%, para pakar ekonomi memperingatkan potensi dampak jangka panjang yang sangat mengkhawatirkan.

Termasuk ancaman inflasi dan penurunan daya beli masyarakat yang dapat berimbas langsung pada harga bahan pokok. Meskipun tidak ada korelasi langsung antara IHSG dan harga sembako.

Potensi pelemahan Rupiah yang terjadi, akibat sentimen negatif pasar dapat meningkatkan biaya impor bahan pangan.Kenaikan biaya impor ini akan berdampak pada harga jual di pasaran.

Lebih lanjut, penurunan kepercayaan investor dan kekhawatiran akan resesi ekonomi dapat mengurangi investasi di sektor pertanian dan industri pangan, sehingga pasokan bahan pokok bakal terhambat.

Baca Juga :  Bandara Abdulrachman Saleh Kembali Beroperasi Usai Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Dampak yang lebih luas juga perlu diantisipasi, penurunan daya beli masyarakat akibat penurunan IHSG dapat menyebabkan penurunan permintaan terhadap berbagai barang, termasuk bahan pokok.

Namun, situasi ini bisa menjadi paradoksal (bertentangan dengan asumsi umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran).

Karena penurunan permintaan yang signifikan dapat menekan harga, sementara keterbatasan pasokan justru mendorong kenaikan harga. Situasi ini membutuhkan analisis yang cermat.

Pemerintah dan otoritas terkait dituntut untuk segera gerak cepat mengambil langkah antisipatif melalui kebijakan yang tepat.

Kebijakan fiskal dan moneter yang tepat sangat krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mencegah dampak negatif yang lebih besar terhadap masyarakat, terutama terkait dengan keterjangkauan harga bahan pokok.

Kecepatan respons pemerintah akan menentukan seberapa besar dampak negatif yang dapat diminimalisir. Mengantisipasi hal itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memantau perkembangan situasi ekonomi.

BEI belum memberikan penjelasan lebih detail mengenai penyebab penurunan IHSG yang signifikan. Para investor dan pelaku pasar diimbau untuk memantau perkembangan informasi lebih lanjut dari BEI.

Penting untuk dicatat bahwa penurunan IHSG merupakan hal yang normal dalam perdagangan saham. Namun, penting untuk memantau perkembangan informasi lebih lanjut dari BEI dan para analis untuk memahami penyebab penurunan dan potensi dampaknya terhadap pasar saham Indonesia.

Penulis : Redaksi

Editor : Gus

Berita Terkait

Bulog Perkuat Cadangan Beras Nasional, Optimistis Swasembada Pangan Berkelanjutan Tercapai
Pembangunan Puskesmas Bululawang Disorot, Diduga Pengerjaan Tak Sesuai Spek
Wisata Malang Selatan Semakin Aman, 600 PJU Bertenaga Surya Siap Terangi Wisatawan
KPK Kunjungi Kantor Bupati Blitar, Soroti Pengadaan Barang & Jasa, Dana Hibah hingga Realisasi Pokir.
Kontingen Korp Brimob Polri Raih Peringkat 7 Dunia, Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Skydiving Asia
Sultan Tazzam Siap Bertarung di NEX Road to Champion, D’Kross Boxing Camp Bekasi Optimistis Raih Kemenangan
Jalan Berlubang Sebabkan Kecelakaan, Pejabat Terancam 5 Tahun Penjara dan Denda Rp120 Juta
Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:00 WIB

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kerusuhan Pantai Wedi Awu, Satu Provokator Segera Menyusul

Minggu, 26 April 2026 - 04:38 WIB

Diskoperindag Pasuruan Genjot UMKM 2026, Fokus Permodalan, Digitalisasi Keuangan, dan Peningkatan Daya Saing

Kamis, 23 April 2026 - 04:24 WIB

Polemik Kepemilikan Unuba Memanas, PCNU Bangil Tegas Bantah Klaim Sepihak dan Siap Tempuh Jalur Hukum

Kamis, 16 April 2026 - 18:41 WIB

Puluhan Siswa MAN 1 Pasuruan Lolos SNBP dan SPAN-PTKIN 2026, Tembus Kampus Top Nasional

Rabu, 15 April 2026 - 01:50 WIB

DLH Pasuruan Kucurkan Rp15,2 M untuk Atasi Krisis Sampah 2026

Jumat, 10 April 2026 - 21:33 WIB

Habib Mustofa Alaydrus Gelar Ngunduh Mantu di Bangilan Tuban, Dihadiri Gus Baha, PBNU, dan Ulama Nasional

Rabu, 8 April 2026 - 20:56 WIB

Warga Kedungringin Desak Pemkab Pasuruan Bangun Jembatan, Banjir Sebulan Tak Kunjung Teratasi

Rabu, 8 April 2026 - 17:07 WIB

Polres Malang Bekuk Pelaku Pembobolan Rumah Saat Warga Salat Id

Berita Terbaru

Ket foto. Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib saat membuka acara peran serta disabilitas

Kabupaten Malang

Pemkab Malang Fokus Perkuat Deteksi Dini dan Layanan Disabilitas Anak

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:45 WIB