Malang, pendoposatu.id – Perum Bulog menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui penguatan sistem logistik, penyerapan hasil panen petani, hingga stabilisasi distribusi pangan di berbagai daerah. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap target swasembada pangan yang berkelanjutan di Indonesia.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menilai keberhasilan swasembada pangan tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan produksi di sektor pertanian. Menurutnya, keberhasilan juga ditentukan oleh kesiapan sistem penyimpanan, distribusi, dan pengelolaan cadangan pangan secara profesional.
“Bulog hadir untuk menjembatani surplus dan defisit, sekaligus memastikan hasil panen petani dapat terserap dengan baik hingga tersalurkan kepada masyarakat. Ini menjadi kunci agar swasembada pangan dapat bertahan secara berkelanjutan,” ujar Rizal.
Saat ini, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang berada di bawah pengelolaan Bulog disebut dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan nasional. Ketersediaan stok tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas harga pangan di pasar sekaligus mengantisipasi potensi gejolak distribusi.
Untuk memperkuat peran strategis tersebut, Bulog menjalankan sejumlah program prioritas. Salah satunya melalui optimalisasi penyerapan gabah dan beras petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Kebijakan ini diharapkan mampu melindungi harga di tingkat petani sekaligus memperkuat stok pangan nasional.
Selain itu, Bulog juga terus melakukan modernisasi gudang penyimpanan dengan memperluas kapasitas dan meningkatkan kualitas fasilitas penyimpanan.
Langkah ini bertujuan menjaga mutu bahan pangan dalam jangka panjang serta menekan potensi kehilangan hasil panen atau food loss.
Tidak hanya fokus pada pengelolaan beras, Bulog mulai memperkuat cadangan komoditas pangan lain seperti jagung, kedelai, dan bawang. Strategi diversifikasi pangan tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dari berbagai sektor.
Di sisi lain, manajemen distribusi juga menjadi perhatian utama. Bulog memastikan aliran pangan dari wilayah surplus menuju daerah defisit berjalan lancar agar ketersediaan pangan tetap stabil. Program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) terus dijalankan guna menjaga harga tetap terkendali di masyarakat.
Bulog juga aktif memperkuat koordinasi bersama Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional guna menyelaraskan data produksi dan kebutuhan pangan nasional. Sinkronisasi tersebut dinilai penting agar kebijakan yang diterapkan lebih tepat sasaran dan efektif dalam mendukung ketahanan pangan jangka panjang.
Dengan sinergi antara peningkatan produksi pertanian dan penguatan sistem logistik nasional, Bulog optimistis Indonesia mampu mewujudkan swasembada pangan yang mandiri, kuat, dan berkelanjutan.
Penulis : nes











