Jurnalis dan Aktivis’98 Ingatkan “Jangan Gunakan Politik Identitas untuk Mendukung Investasi Hotel dan Apartemen”

- Redaksi

Rabu, 21 Mei 2025 - 13:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Roni Agustinus jurnalis dan aktivis'98

Roni Agustinus jurnalis dan aktivis'98

PENDOPOSATU.ID, KOTA MALANG – Beberapa waktu yang lalu disalah satu media massa, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) yang merupakan representasi sebagian komunitas Tionghoa di Kota Malang menyuarakan dukungan penuh terhadap pembangunan mega proyek Apartemen dan Vasa Hotel setinggi 197 meter.

Ha itulah yang justru memantik beragam reaksi jika tidak segera disikapi secara bijak bisa memicu potensi konflik horisontal, Rabu (21/05/2025).

Gerah dengan penyebutan Paguyupan Etnis dalam politik indentitas, jurnalis dan aktivis 98 akhirnya angkat suara.

Roni Agustinus mengingatkan secara tegas untuk tidak melibatkan politik indentitas dalam investasi hotel dan apartemen di Blimbing Kota Malang.

“Jangan libatkan politik indentitas dalam dukung mendukung investasi di Blimbing. Ini sangat rawan dan berpotensi memicu konflik horisontal yang lebih luas,” ujarnya kepada Pendoposatu.id saat di temui di rumah warga Blimbing.

Pria yang juga aktif memberikan advokasi kepada masyarakat yang termarjinalkan ini, juga mengingatkan agar semua pihak menahan diri dan bijaksana dalam berstatemen.

“Ingat Bangsa Indonesia memiliki sejarah kelam akibat politik identitas yang memicu konflik berdarah-darah. Jadi jangan lupakan sejarah kelam bangsa ini,” seru Roni.

Penting untuk diingat bahwa pembangunan kota yang lestari dan berkeadilan harus mempertimbangkan aspirasi seluruh elemen masyarakat Malang, melampaui kepentingan kelompok tertentu.

“Klaim kemajuan kota melalui hotel berbintang perlu ditimbang secara saksama, melihat potensi gesekan sosial dan hilangnya kearifan lokal yang mungkin menyertai pembangunan yang masif,” bebernya.

Ia juga mengatakan narasi tentang keuntungan investasi dan penyerapan tenaga kerja bagi warga sekitar perlu dikaji lebih mendalam.

“Pengalaman menunjukkan bahwa seringkali, manfaat ekonomi dari proyek besar tidak selalu terdistribusi secara merata, dan justru dapat meminggirkan usaha kecil dan nilai-nilai gotong royong yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Malang yang beragam,” jelasnya.

Baca Juga :  Hari Pramuka ke-64 di Kota Malang: Perkuat Karakter Bangsa, Apresiasi Prestasi Anggota

Keberatan masyarakat terkait ketinggian bangunan bukan sekadar soal pandangan mata, namun menyentuh aspek ruang hidup dan warisan budaya Kota Malang

“Ingat Kota Malang memiliki kekhasan arsitektur dan tata ruang yang perlu dipertahankan, dan pembangunan yang tidak memperhatikan hal ini dapat menggerus identitas kota yang telah terbentuk sejak lama,” terangnya.

Saran untuk berdialog memang baik, namun semangat “kekeluargaan” yang seringkali dijunjung tinggi dalam budaya Indonesia, termasuk dalam interaksi antar etnis, harus tercermin dalam proses yang lebih inklusif.

“Mendengarkan keluhan warga bukan hanya formalitas, tetapi membutuhkan empati dan kesediaan untuk menyesuaikan rencana pembangunan demi harmoni sosial,” tandasnya.

Menurutnya sebagai bagian dari masyarakat Kota Malang, komunitas Tionghoa tentu memiliki kepedulian terhadap kemajuan kota. Namun, kemajuan sejati adalah ketika pembangunan berjalan dan selaras dengan kepentingan seluruh warga.

“Diantaranya menghargai kearifan lokal, dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan tatanan sosial yang sudah ada,” paparnya.

Selain itu, dukungan terhadap investasi sebaiknya diimbangi dengan kepekaan terhadap nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Malang secara keseluruhan.

Oleh karena itu, alih-alih dukungan tunggal dari satu organisasi, idealnya adalah munculnya musyawarah yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, budayawan, perwakilan warga, dan pemerintah Kota Malang.

“Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang “memayu hayuning bawana (memperindah keindahan dunia) yang hanya bisa tercapai jika semua suara didengar dan dipertimbangkan dengan seksama,” tutupnya.

Penulis : Gus

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Polresta Malang Kota Bongkar Komplotan Copet Konser Slank, 11 Ponsel Raib dalam Satu Malam
Bibit Perenang Cilik Dari Malang Bermunculan Siap Jadi Atlet Nasional
Bakorwil Malang Perkuat Sinergi Daerah, Stabilitas Inflasi dan Investasi Jatim Jadi Fokus Utama
Polresta Malang Kota Bongkar 32 Kasus Narkoba, 8,9 Kg Ganja dan 1,6 Kg Sabu Disita
Mesin Pemilah Sampah Diduga Fiktif, DLH Kota Malang Diperiksa Polda Jatim
Konsolidasi dari Akar Rumput, PDIP Kota Malang Siapkan Strategi Menuju Pemilu 2029
Tarif Parkir Ganda, Dishub Malang Panggil Oknum Jukir
Halal Bihalal Lintas Agama Kodim 0833 Malang Perkuat Persatuan dan Sinergi Jaga Kondusivitas Kota

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:00 WIB

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kerusuhan Pantai Wedi Awu, Satu Provokator Segera Menyusul

Minggu, 26 April 2026 - 04:38 WIB

Diskoperindag Pasuruan Genjot UMKM 2026, Fokus Permodalan, Digitalisasi Keuangan, dan Peningkatan Daya Saing

Kamis, 23 April 2026 - 04:24 WIB

Polemik Kepemilikan Unuba Memanas, PCNU Bangil Tegas Bantah Klaim Sepihak dan Siap Tempuh Jalur Hukum

Kamis, 16 April 2026 - 18:41 WIB

Puluhan Siswa MAN 1 Pasuruan Lolos SNBP dan SPAN-PTKIN 2026, Tembus Kampus Top Nasional

Rabu, 15 April 2026 - 01:50 WIB

DLH Pasuruan Kucurkan Rp15,2 M untuk Atasi Krisis Sampah 2026

Jumat, 10 April 2026 - 21:33 WIB

Habib Mustofa Alaydrus Gelar Ngunduh Mantu di Bangilan Tuban, Dihadiri Gus Baha, PBNU, dan Ulama Nasional

Rabu, 8 April 2026 - 20:56 WIB

Warga Kedungringin Desak Pemkab Pasuruan Bangun Jembatan, Banjir Sebulan Tak Kunjung Teratasi

Rabu, 8 April 2026 - 17:07 WIB

Polres Malang Bekuk Pelaku Pembobolan Rumah Saat Warga Salat Id

Berita Terbaru

Ket foto. Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib saat membuka acara peran serta disabilitas

Kabupaten Malang

Pemkab Malang Fokus Perkuat Deteksi Dini dan Layanan Disabilitas Anak

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:45 WIB