Evaluasi Kualitas Udara di Perkotaan, DLH Kota Malang Gelar Uji Emisi Gas Buang Selama Tiga Hari

- Redaksi

Rabu, 24 Juli 2024 - 11:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Soni Bachtiar menempelkan stiker pada kendaraan yang lolos uji emisi gas buang

Foto : Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Soni Bachtiar menempelkan stiker pada kendaraan yang lolos uji emisi gas buang

PENDOPOSATU.ID, KOTA MALANG – Uji Emisi Gas Buang yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang melalui Bidang Tata Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Malang disambut baik oleh masyarakat para pengendara motor.

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari yakni Selasa hingga Kamis (23-25 Juli 2024) mengambil di tiga lokasi yakni, jalan Simpang Balapan, depan GOR Ken Arok dan di depan Stasiun Kota Malang.

Di hari pertama dilaksanakan di Jalan Simpang Balapan, antusiasme dari para pengendara cukup tinggi, ini dibuktikan dengan antrean kendaraan yang akan melakukan uji emisi gas buang ini.

Kepala Bidang Tata Lingkungan Hidup, Tri Santoso menyampaikan bahwa uji emisi gas buang ini adalah rangkaian untuk melakukan Kegiatan ini digelar dalam rangka Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan (EKUP).

“Jadi ini untuk mewujudkan program Langit Biru dari Kementerian Lingkuhan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang memang sedang kami upayakan dan kerjakan untuk mendapatkan kriteria hasil,” ujar Tri Santoso, Selasa (23/7/2023)

Dikatakannya, dari pengujian emisi ini targetnya 1500 kendaraan, namun biasanya bisa mencapai hingga 2000 kendaraan untuk mencapai batas aman data.

“Dari 1500 data itu akan kami evaluasi mana saja yang memenuhi standar kualitas gas buang dan mana yang tidak, karena hubungannya dengan kualitas udara. Dengan uji emisi ini menunjukan bahwa kondisi kendaraan di Kota Malang itu apakah memenuhi standar atau tidak, apakah mencemari lingkungan atau tidak,” beber Trisan sapaannya.

“Apabila kendaraan itu melebihi standar baku mutu yang menjadi persyaratan, maka itu bisa diartikan dia mencemari. Di sisi lain kondisi gas buangnya sudah melebihi ambang batas maka itu mengindikasikan kalau kondisi mesinnya kurang baik,” imbuhnya.

Baca Juga :  Sukses!! Anto Baret Buktikan Musik Jalanan Adalah Suara Nurani Sosial

Trisan juga menjeaskan, apabila kondisi mesinnya kurang baik maka bisa menyebabkan kendaraan rusak dan boros bahan bakar. Sehingga solusinya harus melakukan servis serta memperbaiki kondisi mesinnya.

“Standar gas buang di masing-masing kendaraan itu berbeda, jadi antara bensin dan solar itu tidak sama. Ada beberapa parameter yang digunakan, mulai dari So2, Hc, dan Co,” ungkap Trisan.

Dalam kesempatan ini, DLH hanya menunjukan hasil dari uji emisi ini. Apabila dinyatakan tidak lulus uji, maka akan dihimbau agar pengendara dapat melakukan servis.

“Lalu kami memberikan edukasi dan pemberitahuan kepada masyarakat, apabila kendaraan sudah lulus uji maka akan diberikan stiker penanda yang bisa dikoneksikan ke pusat. Artinya, kendaraan yang lulus uji emisi di Kota Malang itu sudah masuk ke data KLHK dan itu bisa diterima di seluruh daerah,” terangnya.

Foto : Antrean kendaraan yang akan melakukan uji emisi gas buang di Jalan Simpang Balapan

Menurut Trisan, dampak yang ditimbulkan jika kendaraan yang tidak sesuai standar gas buang ini akan berpengaruh pada perubahan iklim.

“Dan dari situ ada banyak yang disebabkan. Misalnya perubahan iklim dapat memicu gagal panen, kemudian berujung ke inflasi,” tegasnya.

Untuk itu, program uji emisi ini sebenarnya bertujuan untuk menjaga kualitas udara. Agar semua masyarakat bisa terlibat.

“Hal ini, seharusnya tidak hanya ranah DLH saja. Bisa saja nanti Dinas Perhubungan atau pihak berwajib memberlakukan kalau yang tidak lulus uji emisi maka STNK tidak akan bisa diperpanjang, misalnya seperti itu,” ucap Trisan.

Lebih lanjut, Trisan menyampaikan apabila dampak dari emisi ini memang tidak bisa kita rasakan, lantaran udara bersifat homogen.

“Pada saat gas buang kendaraan ini dilepas, maka gas akan terbang kemudian ada angin dari tempat yang lain. Seolah-olah tidak ada apa-apa, tetapi sebenarnya ada, karena partikelnya tetap melayang dan tetap ada,” jelas Trisan.

Baca Juga :  Akhmad Zaini SH, Caleg Hanura DPRD Provinsi Jatim Dapil Malang Raya Apresiasi Acara Harlah ke 17 di Kota Malang

Selain melakukan uji emisi ini, DLH juga melakukan uji udara selama 24 jam selama 3 hari ke depan. Dari uji udara ini akan menunjukkan batas udara kita ini seperti apa.

Penulis : Yani

Editor : Dadang D

Berita Terkait

Polresta Malang Kota Bongkar Komplotan Copet Konser Slank, 11 Ponsel Raib dalam Satu Malam
Bibit Perenang Cilik Dari Malang Bermunculan Siap Jadi Atlet Nasional
Bakorwil Malang Perkuat Sinergi Daerah, Stabilitas Inflasi dan Investasi Jatim Jadi Fokus Utama
Polresta Malang Kota Bongkar 32 Kasus Narkoba, 8,9 Kg Ganja dan 1,6 Kg Sabu Disita
Mesin Pemilah Sampah Diduga Fiktif, DLH Kota Malang Diperiksa Polda Jatim
Konsolidasi dari Akar Rumput, PDIP Kota Malang Siapkan Strategi Menuju Pemilu 2029
Tarif Parkir Ganda, Dishub Malang Panggil Oknum Jukir
Halal Bihalal Lintas Agama Kodim 0833 Malang Perkuat Persatuan dan Sinergi Jaga Kondusivitas Kota

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:00 WIB

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kerusuhan Pantai Wedi Awu, Satu Provokator Segera Menyusul

Minggu, 26 April 2026 - 04:38 WIB

Diskoperindag Pasuruan Genjot UMKM 2026, Fokus Permodalan, Digitalisasi Keuangan, dan Peningkatan Daya Saing

Kamis, 23 April 2026 - 04:24 WIB

Polemik Kepemilikan Unuba Memanas, PCNU Bangil Tegas Bantah Klaim Sepihak dan Siap Tempuh Jalur Hukum

Kamis, 16 April 2026 - 18:41 WIB

Puluhan Siswa MAN 1 Pasuruan Lolos SNBP dan SPAN-PTKIN 2026, Tembus Kampus Top Nasional

Rabu, 15 April 2026 - 01:50 WIB

DLH Pasuruan Kucurkan Rp15,2 M untuk Atasi Krisis Sampah 2026

Jumat, 10 April 2026 - 21:33 WIB

Habib Mustofa Alaydrus Gelar Ngunduh Mantu di Bangilan Tuban, Dihadiri Gus Baha, PBNU, dan Ulama Nasional

Rabu, 8 April 2026 - 20:56 WIB

Warga Kedungringin Desak Pemkab Pasuruan Bangun Jembatan, Banjir Sebulan Tak Kunjung Teratasi

Rabu, 8 April 2026 - 17:07 WIB

Polres Malang Bekuk Pelaku Pembobolan Rumah Saat Warga Salat Id

Berita Terbaru

Ket foto. Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib saat membuka acara peran serta disabilitas

Kabupaten Malang

Pemkab Malang Fokus Perkuat Deteksi Dini dan Layanan Disabilitas Anak

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:45 WIB