Malang, pendoposatu.id — Kreativitas siswa SMA Negeri 1 Tumpang Kabupaten Malang dalam mengembangkan produk berbasis potensi lokal mulai membuahkan hasil nyata. Melalui unit usaha sekolah, mereka menghadirkan roti tawar berbahan dasar kentang yang diposisikan sebagai pilihan makanan sehat tanpa gula (no sugar), sekaligus membuka peluang ekonomi di lingkungan pendidikan.
Produk ini kini tak lagi sekadar hasil praktik kewirausahaan. Permintaan pasar mulai berdatangan, bahkan dalam skala besar. Untuk peringatan Hari Pendidikan Nasional mendatang, tim siswa dipercaya memproduksi sekitar 2.200 roti kentang yang akan digunakan dalam kegiatan di Grahadi Surabaya.
Salah satu penggagas, Arifah Alvionita, mengungkapkan bahwa inovasi tersebut lahir dari proses eksplorasi yang berangkat dari pengalaman pribadi, kemudian dikembangkan bersama tim menjadi produk unggulan sekolah.
“Kami mencoba mencari sesuatu yang berbeda dan punya nilai khas. Karena di Tumpang kentang melimpah, akhirnya kami kembangkan menjadi roti tawar yang bisa jadi alternatif makanan sehat,” jelasnya saat diwawancara awak media di salah satu ruangan kelas yang dijadikan tempat produksi, Selasa (28/4/2026).
Dari sisi produksi, proses pembuatan dilakukan secara bertahap dan terukur. Bahan ditimbang sesuai komposisi, diolah hingga adonan mencapai tekstur elastis, lalu difermentasi sebelum dipanggang untuk menghasilkan kualitas roti yang optimal.
Saat ini, produk masih difokuskan pada satu varian utama. Namun, pengembangan terus dirancang untuk memperluas pilihan, termasuk rencana menghadirkan roti dengan berbagai isian dan inovasi olahan lainnya.
Di tengah peningkatan permintaan, tantangan produksi pun tak terhindarkan. Keterbatasan waktu akibat padatnya aktivitas belajar serta minimnya fasilitas menjadi kendala yang harus diatasi.
“Produksi sering dikejar waktu, karena kami tetap harus mengikuti kegiatan sekolah. Selain itu, fasilitas juga masih terbatas,” ungkap Arifah.
Terobosan ini menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga mampu mencetak pelajar yang adaptif dan produktif. Pemanfaatan bahan lokal seperti kentang menjadi bukti bahwa inovasi sederhana dapat berkembang menjadi peluang usaha yang berkelanjutan.
Penulis : nes











