Pasien Membludak, Bupati Malang Siapkan Kajian Puskesmas Pakisaji Naik Status Jadi RS Tipe D

- Redaksi

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kunjungan Bupati Malang, HM Sanusi Ke Puskesmas Pakisaji Di Dampingi Kadinkes, drg.Wiyanto Wijoyo (Foto: bgs Pendoposatu)

Kunjungan Bupati Malang, HM Sanusi Ke Puskesmas Pakisaji Di Dampingi Kadinkes, drg.Wiyanto Wijoyo (Foto: bgs Pendoposatu)

 

MALANG, pendoposatu.id – Lonjakan jumlah pasien di Puskesmas Pakisaji menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Bupati Malang, HM Sanusi mulai menyiapkan kajian Feasibility Study (FS) untuk meningkatkan status Puskesmas Pakisaji menjadi Rumah Sakit Tipe D.

Hal tersebut disampaikan Sanusi saat meninjau langsung pelayanan kesehatan di Puskesmas Pakisaji, Kamis (21 Mei 2026). Dalam kunjungan itu, ia didampingi sejumlah OPD, termasuk jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang.

Menurut Sanusi, peningkatan jumlah pasien menjadi salah satu alasan utama perlunya pengembangan fasilitas kesehatan di wilayah Pakisaji. “Ya, nanti masih kita lakukan studi dulu untuk bisa FS-nya ke rumah sakit tipe D,” ujar Bupati Malang.

Ia mengungkapkan, jumlah pasien yang datang ke Puskesmas Pakisaji terus mengalami peningkatan tajam dibanding sebelumnya. Saat ini, kunjungan pasien mencapai sekitar 200 pasien per hari.

“Penerimaan pasiennya 200 pasien per hari, tambah naik. Dulu sebelum pindah di sini jumlahnya 20 sampai 50 pasien,” tegasnya.

Kondisi tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di kawasan Pakisaji dan sekitarnya. Pemerintah daerah pun mulai memetakan kesiapan fasilitas apabila peningkatan status benar-benar direalisasikan.

Kepala Puskesmas Pakisaji, dr. Yulia Rahmawati mengatakan, perubahan status menjadi rumah sakit tipe D tentu membutuhkan penambahan sarana dan prasarana secara besar-besaran.

“Kalau misalnya ditingkatkan jadi tipe D berarti harus ditambahi fasilitasnya, baik gedung maupun alat-alat kesehatan,” katanya.

Menurutnya, standar rumah sakit berbeda jauh dengan puskesmas, terutama dari sisi kapasitas layanan, ruang rawat inap, hingga jumlah tempat tidur pasien.

“Kalau bed-nya ya pasti harus ditambah, karena sekarang baru delapan bed. Kalau rumah sakit mungkin bisa sampai 50 bed,” jelas dr. Yulia.

Baca Juga :  Anggaran Paving Puskesmas Bululawang Dialihkan ke Sanitasi, Dinkes Belum Tunjukkan Dokumen Addendum

Selain penambahan fasilitas fisik, kebutuhan tenaga kesehatan dan daya listrik juga harus diperkuat apabila statusnya naik menjadi rumah sakit. “Kalau manpower-nya ya harus ditambah, tidak cukup kalau jadi rumah sakit,” ujarnya.

Meski belum ada target waktu pasti, dr. Yulia menyebut jumlah pasien harian di Puskesmas Pakisaji saat ini sudah sangat tinggi, mencapai 200 hingga 250 pasien per hari, baik rawat jalan maupun rawat inap.

“Untuk pasien per hari bisa mencapai 200 sampai 250 pasien, baik rawat jalan maupun rawat inap. Kalau untuk dokter sudah ada,” tuturnya.

Ia berharap peningkatan fasilitas dan pelayanan kesehatan di Puskesmas Pakisaji nantinya dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Malang.(Nes)

Penulis : nes

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Warga Padati Bersih Desa Kalisongo 2026, Wayang Kulit Jadi Penggerak Wisata Budaya dan Ekonomi Lokal
Kejurnas Sepatu Roda Perkuat Posisi Malang Raya Sebagai Destinasi Sport Tourism
Bakorwil Malang Dukung JWM Menjadi Motor Sport Tourism Pembangunan Kawasan Selatan Jatim
Pengajian Umum Meriahkan Bersih Desa Sitirejo, Warga Panjatkan Doa untuk Kemajuan Desa
Kepala Bakorwil Malang Dukung Gerakan Indonesia ASRI, Dorong Laksanakan Secara Rutin Di Seluruh Daerah
Kementan Audit Bongkar Ratoon 2025, Pastikan Benih Tebu Bersertifikat Layak Tanam
Empat Koridor Jalan Kabupaten Malang Menjadi Tulang Punggung Konektivitas Wilayah Malang Raya
Warga Protes SPPG Sukoharjo 1 Kota Malang, Soroti Minim Sosialisasi hingga Janji Kompensasi

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 07:16 WIB

Warga Padati Bersih Desa Kalisongo 2026, Wayang Kulit Jadi Penggerak Wisata Budaya dan Ekonomi Lokal

Senin, 13 Juli 2026 - 01:58 WIB

Kejurnas Sepatu Roda Perkuat Posisi Malang Raya Sebagai Destinasi Sport Tourism

Senin, 13 Juli 2026 - 01:20 WIB

Bakorwil Malang Dukung JWM Menjadi Motor Sport Tourism Pembangunan Kawasan Selatan Jatim

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:48 WIB

Pengajian Umum Meriahkan Bersih Desa Sitirejo, Warga Panjatkan Doa untuk Kemajuan Desa

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:23 WIB

Kepala Bakorwil Malang Dukung Gerakan Indonesia ASRI, Dorong Laksanakan Secara Rutin Di Seluruh Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:47 WIB

Empat Koridor Jalan Kabupaten Malang Menjadi Tulang Punggung Konektivitas Wilayah Malang Raya

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:23 WIB

Warga Protes SPPG Sukoharjo 1 Kota Malang, Soroti Minim Sosialisasi hingga Janji Kompensasi

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:53 WIB

Gabungan Tim Satgas Pangan Polres Pasuruan Dan Dinas Terkait Memantau Harga Distribusi Pangan Di Pasar Bangil

Berita Terbaru