Malang, pendoposatu.id – Lonjakan jumlah pasien di Puskesmas Pakisaji menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Malang. Bupati Malang HM Sanusi mulai menyiapkan kajian feasibility study (FS) untuk meningkatkan status Puskesmas Pakisaji menjadi Rumah Sakit Tipe D.
Hal tersebut disampaikan Sanusi saat meninjau langsung pelayanan kesehatan di Puskesmas Pakisaji, Kamis (21/5/2026). Dalam kunjungan itu, ia didampingi sejumlah OPD, termasuk jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.
Menurut Sanusi, peningkatan jumlah pasien menjadi salah satu alasan utama perlunya pengembangan fasilitas kesehatan di wilayah Pakisaji.
“Ya, nanti masih kita lakukan studi dulu untuk bisa FS-nya ke rumah sakit tipe D,” ujar Bupati Malang.
Ia mengungkapkan, jumlah pasien yang datang ke Puskesmas Pakisaji terus mengalami peningkatan tajam dibanding sebelumnya. Saat ini, kunjungan pasien mencapai sekitar 200 pasien per hari.
“Penerimaan pasiennya 200 pasien per hari, tambah naik. Dulu sebelum pindah di sini jumlahnya 20 sampai 50 pasien,” tegasnya.
Kondisi tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di kawasan Pakisaji dan sekitarnya. Pemerintah daerah pun mulai memetakan kesiapan fasilitas apabila peningkatan status benar-benar direalisasikan.
Kepala Puskesmas Pakisaji, dr. Yulia Rahmawati mengatakan, perubahan status menjadi rumah sakit tipe D tentu membutuhkan penambahan sarana dan prasarana secara besar-besaran.
“Kalau misalnya ditingkatkan jadi tipe D berarti harus ditambahi fasilitasnya, baik gedung maupun alat-alat kesehatan,” katanya.
Menurutnya, standar rumah sakit berbeda jauh dengan puskesmas, terutama dari sisi kapasitas layanan, ruang rawat inap, hingga jumlah tempat tidur pasien.
“Kalau bed-nya ya pasti harus ditambah, karena sekarang baru delapan bed. Kalau rumah sakit mungkin bisa sampai 50 bed,” jelas dr. Yulia.
Selain penambahan fasilitas fisik, kebutuhan tenaga kesehatan dan daya listrik juga harus diperkuat apabila statusnya naik menjadi rumah sakit.
“Kalau manpower-nya ya harus ditambah, tidak cukup kalau jadi rumah sakit,” ujarnya.
Meski belum ada target waktu pasti, dr. Yulia menyebut jumlah pasien harian di Puskesmas Pakisaji saat ini sudah sangat tinggi, mencapai 200 hingga 250 pasien per hari, baik rawat jalan maupun rawat inap.
“Untuk pasien per hari bisa mencapai 200 sampai 250 pasien, baik rawat jalan maupun rawat inap. Kalau untuk dokter sudah ada,” tuturnya.
Ia berharap peningkatan fasilitas dan pelayanan kesehatan di Puskesmas Pakisaji nantinya dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Malang.
Penulis : nes











