Garam Tunnel Pantai Modangan Jadi Ladang Cuan Baru, Desa Sumberoto Raup Puluhan Juta

- Redaksi

Senin, 18 Mei 2026 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Malang, HM Sanusi Didampingi Kepala Dinas Perikanan Victor Sembiring Dan Kepala Desa Sumberoto Donomulyo Saat Panen Garam Tunel (Foto: Seno Pendoposatu)

Bupati Malang, HM Sanusi Didampingi Kepala Dinas Perikanan Victor Sembiring Dan Kepala Desa Sumberoto Donomulyo Saat Panen Garam Tunel (Foto: Seno Pendoposatu)

Spread the love

 

MALANG, pendoposatu.id – Produksi garam tunnel di Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang kini menjadi sumber pendapatan baru yang menjanjikan bagi masyarakat dan pemerintah desa. Dari usaha garam modern tersebut, Desa Sumberoto mampu memperoleh keuntungan bersih sekitar Rp20 juta setiap bulan.

Bupati Malang, HM Sanusi mengatakan perkembangan produksi garam tunnel di wilayah pesisir selatan Kabupaten Malang mengalami peningkatan cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir.

“Awalnya produksi hanya sekitar 1 ton sampai 2 ton, sekarang sudah mencapai 8 ton per bulan,” kata Sanusi usai panen garam tunnel di Pantai Modangan, Senin (18 Mei 2026).

Tidak hanya produksi yang meningkat, harga jual garam juga terus mengalami kenaikan. Jika pada awal produksi harga garam hanya Rp1.500 per kilogram, kini harga jual mencapai Rp3.000 per kilogram.

Dengan kapasitas produksi 8 ton per bulan, omzet yang dihasilkan mencapai sekitar Rp24 juta. Setelah dikurangi biaya operasional sekitar Rp4 juta, keuntungan bersih yang diperoleh desa mencapai Rp20 juta per bulan.

“Biaya produksinya kecil, sehingga hasil bersih yang diterima desa cukup besar,” ujar Sanusi.

Melihat besarnya potensi ekonomi tersebut, Pemkab Malang berencana memperluas pengembangan garam tunnel di Pantai Modangan. Targetnya, kapasitas produksi garam bisa meningkat dua kali lipat pada tahun depan.

“Tahun depan akan kita tambah lagi supaya produksinya bisa mencapai 16 ton per bulan,” tegasnya.

Selain perluasan tunnel, pemerintah daerah juga akan membantu kebutuhan sarana produksi para petani garam, termasuk pompa air laut dan jaringan listrik yang sempat mengalami gangguan akibat cuaca ekstrem.

“Nanti pompa air dan listriknya akan kita bantu melalui hibah pemerintah daerah,” tambah Sanusi.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring menjelaskan kawasan Pantai Modangan saat ini memiliki total 42 tunnel garam. Sebanyak 32 tunnel berasal dari bantuan Pemkab Malang dan 10 tunnel merupakan bantuan APBN.

“Produksi garam di sini terus berkembang dan pasarnya masih sangat besar. Semua hasil produksi selalu terserap,” jelas Victor.

Menurutnya, kendala utama produksi selama ini berasal dari pompa penyedot air laut yang sempat tersumbat pasir akibat ombak besar. Untuk mengatasi masalah tersebut, Dinas Perikanan akan melakukan pengeboran pipa lebih ke tengah laut agar suplai air tetap stabil.
“Kami akan menyarankan pengeboran lebih masuk ke laut supaya pasir tidak mengganggu aliran air,” katanya.

Victor juga mengungkapkan bahwa pengembangan garam tunnel di Pantai Modangan mendapat dukungan riset teknologi energi terbarukan. Pemkab Malang bekerja sama dengan Universitas Narotama untuk mengembangkan sistem solar cell sebagai sumber tenaga penyedotan air laut.

“Kami ingin operasional tunnel garam ke depan lebih efisien menggunakan energi tenaga surya,” ungkap Victor.
Besarnya permintaan pasar membuat kelompok usaha garam di Pantai Modangan berharap ada tambahan tunnel produksi pada tahun 2027. Usulan tersebut telah mendapat dukungan langsung dari Bupati Malang untuk diajukan dalam anggaran mendatang.(Nes)

Penulis : nes

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Lagi Rapat Paripurna, Warga Protes Dan Kecewa Terkait Tindak Lanjut RDPU Polemik Bendungan Lahor
Bupati Malang Luncurkan Eco Office Demi Transformasi Budaya Kerja Ramah Lingkungan
PAN Targetkan 30 Ribu Warga Hadiri Puncak HUT ke-28 di Stadion Kanjuruhan, Gus Iqdam Dijadwalkan Mengisi Pengajian
Bakorwil Malang Dorong Perpustakaan Naik Kelas Berbasis INLIS Lite 3.3
Rampungkan Struktur Ranting PDIP Kota Malang Beri Panggung Gen Z Jadi Subjek Perubahan
DPRD Malang Desak Pembenahan JKN, 33 Persen Warga Belum Terlindungi Secara Aktif
Komisi I DPRD Kabupaten Malang Desak Roadmap Atasi Krisis 3.179 ASN
Tanah Mangkrak 17 Tahun: Legal Tanrise Klaim SP1, BPN Ngaku Masih Mencari Berkasnya?

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 08:31 WIB

Lagi Rapat Paripurna, Warga Protes Dan Kecewa Terkait Tindak Lanjut RDPU Polemik Bendungan Lahor

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Bupati Malang Luncurkan Eco Office Demi Transformasi Budaya Kerja Ramah Lingkungan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:56 WIB

PAN Targetkan 30 Ribu Warga Hadiri Puncak HUT ke-28 di Stadion Kanjuruhan, Gus Iqdam Dijadwalkan Mengisi Pengajian

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:48 WIB

Bakorwil Malang Dorong Perpustakaan Naik Kelas Berbasis INLIS Lite 3.3

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:09 WIB

DPRD Malang Desak Pembenahan JKN, 33 Persen Warga Belum Terlindungi Secara Aktif

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Komisi I DPRD Kabupaten Malang Desak Roadmap Atasi Krisis 3.179 ASN

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:57 WIB

Tanah Mangkrak 17 Tahun: Legal Tanrise Klaim SP1, BPN Ngaku Masih Mencari Berkasnya?

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Fokus Kompetensi Dan Kolaborasi, Malang Migrant Center Ubah Paradigma Pekerja Migran Indonesia

Berita Terbaru