Ground Breaking Kantor Baru dan Panen Raya Melon, MTC Perkuat Gerakan Sosial, Olahraga, dan Ketahanan Pangan

- Redaksi

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Founder MTC, Rendra Kresna (dua dari kanan pakai helm proyek) bersama Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dan perwakilan Forkopimda se Malang raya saat peletakan batu pertama pembangunan kantor MTC

Ket foto. Founder MTC, Rendra Kresna (dua dari kanan pakai helm proyek) bersama Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dan perwakilan Forkopimda se Malang raya saat peletakan batu pertama pembangunan kantor MTC

Spread the love

 

Malang, Pendoposatu.id — Malang Tahes Club (MTC) semakin menegaskan eksistensinya sebagai gerakan sosial lintas profesi dengan menggelar ground breaking pembangunan kantor MTC yang dirangkai panen raya petik melon, Sabtu (31/1/2026), di kawasan Araya, Kabupaten Malang.

Kegiatan ini menjadi penanda komitmen MTC dalam memadukan olahraga, ketahanan pangan, serta aksi sosial dan kemanusiaan secara berkelanjutan.
Sejak awal berdiri, MTC tidak hanya bergerak di bidang olahraga, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial, kebencanaan, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis pangan. Penguatan infrastruktur melalui pembangunan kantor baru ini diharapkan menjadi pusat koordinasi gerakan sosial MTC di Malang Raya.

Founder MTC, H. Rendra Kresna, menegaskan bahwa MTC dibangun sebagai ruang kebersamaan tanpa sekat jabatan, pangkat, maupun latar belakang pendidikan.

“MTC kami rancang sebagai wadah semua insan untuk berbuat kebaikan. Tidak ada yang diunggulkan karena jabatan atau status sosial. Semua setara dan bergerak bersama untuk kepentingan sosial dan kemanusiaan,” ujarnya.

Rendra menjelaskan, MTC juga berperan aktif mendukung program pemerintah, khususnya dalam upaya pemurahan gizi dan penguatan ketahanan pangan. Berbagai kegiatan pertanian dan perkebunan dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor.

“Kami mengelola kebun melon di sini, sementara di lokasi lain ada kebun jeruk, alpukat, dan komoditas lain. Seluruh hasilnya diarahkan untuk kepentingan sosial dan kemanusiaan,” jelasnya.

Di kawasan Araya, MTC saat ini mengelola empat greenhouse melon dan dua greenhouse anggur premium. Panen melon dapat dilakukan beberapa kali dalam setahun, sementara anggur ditargetkan mulai dapat dinikmati dalam beberapa bulan mendatang.

Selain itu, konsep wisata petik buah juga disiapkan sebagai sarana edukasi sekaligus penguatan ekonomi sosial masyarakat.
Tak hanya fokus pada ketahanan pangan, MTC juga mengembangkan sektor olahraga. Seiring pembangunan kantor, akan dibangun lapangan tenis yang dirancang sebagai fasilitas olahraga inklusif lintas usia.

“Tenis sekarang diminati dari anak muda hingga lansia. Di sini nanti bukan hanya olahraga, tapi juga ruang interaksi sosial, kafe, dan kuliner. Setiap orang yang datang ikut berkontribusi terhadap kegiatan sosial MTC,” ungkap Rendra.

Saat ini, anggota MTC tercatat sekitar 220 orang yang berasal dari berbagai profesi dan elemen masyarakat di Malang Raya. Seluruh anggota didorong berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.

“Punya materi, silakan berbagi materi. Punya pemikiran, berbagi pemikiran. Bahkan doa pun adalah kontribusi. Semua peran sama pentingnya,” tegasnya.

Melalui pembangunan kantor baru dan penguatan berbagai program tersebut, Malang Tahes Club menegaskan diri sebagai wadah solidaritas sosial yang konsisten bergerak di bidang olahraga, ketahanan pangan, dan aksi kemanusiaan, sekaligus menjadi mitra strategis dalam pembangunan sosial berkelanjutan di Malang Raya.

Selain dihadiri Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, pada ground breaking kantor baru MTC ini juga dihadiri perwakilan Forkopimda se Malang raya.

Penulis : nes

Berita Terkait

Camat Bantur Bahas Ketahanan Informasi Pada FGD Bersama DPRD Kabupaten Malang
Polemik Bendungan Lahor, Pak Dur Jadi Tersangka
Tak Terima Somasi Pengacara, Abdul Qodir Lapor Pencemaran Nama Baik
Aktifitas Usaha Di Bendungan Lahor Dipertanyakan Legalitasnya
Boyong 480 Mahasiswa ke Desa, Kampus III UNITRI Wagir Hidupkan Ekonomi Lokal
Pemkab Dorong Inovasi Dan Kemandirian Pangan Fakultas Pertanian UNITRI
Bupati Sanusi Hadiri PKKMB Mahasiswa Universitas Kepanjen
Jalan Rabat Beton Pringgodani Rampung, Warga Gelar Tasyakuran

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 12:14 WIB

Polemik Bendungan Lahor, Pak Dur Jadi Tersangka

Jumat, 18 September 2026 - 11:44 WIB

Tak Terima Somasi Pengacara, Abdul Qodir Lapor Pencemaran Nama Baik

Jumat, 18 September 2026 - 10:57 WIB

Proses Penjaringan Bacalon Ketum KONI Kota Blitar Diwarnai Ricuh

Kamis, 17 September 2026 - 19:21 WIB

Jelang Musorkotlub, Rangkap Jabatan KONI Kota Blitar Jadi Sorotan

Kamis, 17 September 2026 - 18:18 WIB

Satlantas Polres Pasuruan Bagikan Hadiah Dalam Tangka HUT Polantas

Selasa, 15 September 2026 - 14:40 WIB

Dugaan Mobilisasi Pelajar dalam Demo, Wakil Wali Kota Blitar Dilaporkan ke Polisi

Senin, 14 September 2026 - 20:28 WIB

63 Pedagang Somasi Abdul Qodir, Dana Swadaya Pasar Karangploso Dipertanyakan?

Senin, 14 September 2026 - 19:27 WIB

Gudang Material di Singosari Terbakar Diduga Akibat Korsleting Listrik

Berita Terbaru

Hadi Wiyono alias Pak Dur saat mendatangi Polres Malang didampingi kuasa hukumnya (Foto: bgs pendoposatu.id)

Hukum

Polemik Bendungan Lahor, Pak Dur Jadi Tersangka

Jumat, 18 Sep 2026 - 12:14 WIB

You cannot copy content of this page