Harga Cabai Anjlok, Petani di Tumpang Malang Menjerit: Obat Mahal, Cabe Murah

- Redaksi

Kamis, 11 September 2025 - 10:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Suhartini petani cabe yang tidak memanen  hasil panen cabe karena harga anjlok

Ket foto. Suhartini petani cabe yang tidak memanen hasil panen cabe karena harga anjlok

Malang, pendoposatu.id – Para petani cabai di Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, kini tengah menghadapi masa sulit. Harga cabai rawit di tingkat petani anjlok drastis, sementara biaya perawatan tanaman terus melambung akibat harga obat-obatan dan pupuk yang kian mahal.

Menurut data petani, harga cabai saat ini hanya Rp25.000 per kilogram, padahal sebelumnya bisa mencapai Rp43.000 per kilogram sesuai harga eceran tertinggi (HET). Bahkan beberapa waktu lalu, harga di tingkat petani sempat jatuh hingga Rp13.000 per kilogram. Kondisi ini membuat banyak petani memilih tidak memanen hasil panennya karena khawatir merugi.

Suhartini, salah satu petani cabai asal Desa Pulungdowo, mengungkapkan keluh kesahnya. Ia mengatakan, mahalnya biaya obat-obatan tanaman tidak sebanding dengan harga jual cabai di pasaran.

“Obat mahal, cabe murah, petani menjerit. Harga sekarang Rp25 ribu per kilo, sebelumnya sempat Rp13 ribu. Padahal harga HET ada di kisaran Rp43 ribu. Kalau terus seperti ini, kami jelas rugi,” kata Suhartini saat ditemui di kebunnya, Kamis (11/9/2025).

Lebih lanjut, Suhartini menuturkan bahwa hingga kini belum ada bantuan pupuk maupun obat-obatan dari pemerintah setempat. Padahal, biaya perawatan cabai membutuhkan modal cukup besar, mulai dari pupuk, pestisida, hingga tenaga kerja.

“Belum ada bantuan dari pemerintah. Semua biaya obat dan pupuk kami tanggung sendiri. Kalau harga cabai jatuh, kami tidak sanggup menutup modal. Akhirnya banyak petani tidak mau memanen karena pasti rugi,” jelasnya.

Akibat tidak dipanen, kondisi cabai di lahan mulai mengering. Suhartini memperlihatkan sejumlah tanaman cabai yang dibiarkan begitu saja karena biaya panen tidak sebanding dengan harga jual di pasaran.

“Kalau dipaksa dipanen, biayanya justru lebih besar dari hasil penjualan. Akhirnya ya banyak cabai yang dibiarkan kering di pohon,” tambahnya.

Baca Juga :  Hindari Kecelakaan Kelistrikan, PLN UP3 Malang Lakukan Sosialisasi ke Desa dan Sekolah

Petani di Tumpang berharap pemerintah Kabupaten Malang maupun pemerintah pusat dapat turun tangan memberikan solusi nyata, baik melalui subsidi pupuk, obat-obatan, maupun penetapan harga yang lebih berpihak pada petani.

“Kami berharap ada perhatian khusus. Jangan sampai petani cabai di Malang makin terpuruk. Kalau tidak ada solusi, banyak yang memilih berhenti menanam cabai,” tandas Suhartini.

Fenomena jatuhnya harga cabai di Malang ini kembali menegaskan rentannya nasib petani hortikultura yang bergantung pada permainan harga pasar. Tanpa intervensi pemerintah, dikhawatirkan produksi cabai akan terus menurun, padahal kebutuhan masyarakat tetap tinggi.

Penulis : nes

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Angin Kencang Pakisaji Picu Pohon Tumbang, BPBD Pastikan Penanganan Cepat
Seleksi Atlet Domino Kabupaten Malang Digelar Ketat, 24 Peserta Rebut Tiket Kejurprov Jatim 2026
Pesan Mahrus Soleh di Halal Bihalal TI Group: Kebersamaan dan Kesejahteraan
Minta Layanan Puskesmas Dimaksimalkan, Bupati Sanusi Siapkan Sanksi Tegas
Karanglo Jadi Fokus Pengamanan, Kapolres Malang Siapkan Skema Antisipasi Lonjakan Arus Lebaran
Seleksi Terbuka Tiga OPD Rampung, Bupati Sanusi Siap Pilih Pejabat Definitif
Sanusi Targetkan KONI Kabupaten Malang Tembus Dua Besar Porprov 2027
Pemkab Malang dan Bank Jatim Gelar Pasar Murah, Ribuan Kupon Subsidi Sembako Disiapkan

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 20:08 WIB

Angin Kencang Pakisaji Picu Pohon Tumbang, BPBD Pastikan Penanganan Cepat

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:19 WIB

Seleksi Atlet Domino Kabupaten Malang Digelar Ketat, 24 Peserta Rebut Tiket Kejurprov Jatim 2026

Senin, 23 Maret 2026 - 22:54 WIB

Pesan Mahrus Soleh di Halal Bihalal TI Group: Kebersamaan dan Kesejahteraan

Sabtu, 21 Maret 2026 - 03:56 WIB

Karanglo Jadi Fokus Pengamanan, Kapolres Malang Siapkan Skema Antisipasi Lonjakan Arus Lebaran

Minggu, 15 Maret 2026 - 11:36 WIB

Seleksi Terbuka Tiga OPD Rampung, Bupati Sanusi Siap Pilih Pejabat Definitif

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:07 WIB

Sanusi Targetkan KONI Kabupaten Malang Tembus Dua Besar Porprov 2027

Jumat, 13 Maret 2026 - 19:27 WIB

Pemkab Malang dan Bank Jatim Gelar Pasar Murah, Ribuan Kupon Subsidi Sembako Disiapkan

Kamis, 12 Maret 2026 - 22:00 WIB

Mini Kompetisi E-katalog v.6 Mulai Diterapkan di Kabupaten Malang, Proyek Konstruksi Masuk Persaingan Ketat

Berita Terbaru

Ket foto. Tim gabungan dan BPBD kabupaten Malang saat melakukan evakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga

Kabupaten Malang

Angin Kencang Pakisaji Picu Pohon Tumbang, BPBD Pastikan Penanganan Cepat

Sabtu, 28 Mar 2026 - 20:08 WIB