Malang, pendoposatu.id – Sebanyak 35 anak mengikuti kegiatan khitanan massal gratis yang digelar di rumah keluarga almarhum H. Hariono, Dusun Bambangan, Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Acara yang memasuki tahun kedua ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan religius bertajuk Sholawatan Bersama Habib Syech Assegaf dan Majelis Maulid Wa Ta’lim Riyadhus Shalihin.
Menurut H. Sholeh selaku pelaksana kegiatan, kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk kepedulian sosial dan dukungan terhadap anak-anak dalam menjalankan syariat Islam sejak dini.
“Kitanan massal ini kita laksanakan setahun sekali. Alhamdulillah, tahun 2025 ini adalah pelaksanaan yang kedua. InsyaAllah akan terus berlanjut setiap tahun,” ujar H. Sholeh saat diwawancarai di sela kegiatan, Kamis (4/9/2025).
Kegiatan yang mengusung tema “Khitan Anak Sholeh” ini tidak hanya menggratiskan proses khitan, namun juga memberikan berbagai fasilitas pendukung kepada peserta. Mulai dari uang saku, pakaian, kopiah, sarung, sandal, perlengkapan sekolah, hingga celana khusus untuk anak yang telah dikhitan.
“Kami ingin anak-anak merasa senang dan nyaman, jadi kita siapkan fasilitas lengkap agar mereka tidak merasa takut atau terbebani,” tambahnya.
Sebelum pelaksanaan khitanan massal, acara diawali dengan sholawat bersama yang dihadiri oleh para habaib, kyai, dan tim medis yang akan menangani proses khitan. Momen ini dimaksudkan untuk memohon kelancaran serta keberkahan dari seluruh rangkaian acara.
“Dengan adanya sholawatan sebelum khitan, kami berharap kegiatan ini mendapat ridho dan berkah dari Allah SWT. Apalagi dihadiri para habaib dan kyai, tentu ini menjadi nilai spiritual yang sangat tinggi,” jelas H. Sholeh.
Acara ini turut mendapat dukungan dari Majelis Khodam Majelis Habib Ibrahim Baaqil dan Habib Rambi A., yang bersama-sama ingin menghadirkan nuansa religius, sosial, dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Di akhir wawancara, H. Sholeh menyampaikan harapannya agar kegiatan ini bisa terus berlanjut dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Semoga tahun depan bisa kita adakan lagi, dan lebih banyak anak-anak yang terbantu. Ini bagian dari ikhtiar sosial dan dakwah kita bersama,” pungkasnya.
Penulis : nes
Sumber Berita : liputan











