Proyek Drainase PU Bina Marga Kabupaten Malang Disorot: Minim K3, Plakat Proyek Tak Tampak

- Redaksi

Senin, 1 September 2025 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Pekerja pada proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Kabupaten Malang yang belum memakai K3

Ket foto. Pekerja pada proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Kabupaten Malang yang belum memakai K3

Malang, pendoposatu.id – Sejumlah pekerja proyek perbaikan drainase di wilayah Kecamatan Lawang dekat pembuangan sampah di Kabupaten Malang terlihat memasang penutup saluran tanpa perlengkapan keselamatan kerja (K3) yang memadai. Dari pantauan di lapangan, hanya sebagian kecil pekerja mengenakan helm dan sarung tangan, bahkan ada yang masih menggunakan sandal jepit saat mengangkat material berat.

“Kondisi seperti ini sangat berisiko. Kalau pekerja tidak lengkap alat pelindung dirinya, bahaya bukan hanya untuk mereka, tapi juga masyarakat sekitar,” sorot tenaga ahli konstruksi, Antok ST, Senin (1/9/2025).

Tak hanya soal K3, proyek di bawah kewenangan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang ini juga terpantau tanpa adanya papan nama proyek atau papan bor.

Padahal, keberadaan plakat merupakan kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri PUPR No. 12/PRT/M/2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Konstruksi, serta sejalan dengan prinsip keterbukaan informasi publik dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008.

Selain itu, terkait aspek keselamatan kerja, pelaksanaan proyek seharusnya mengacu pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 9 Tahun 2016 tentang K3 Konstruksi Bangunan. Regulasi tersebut menegaskan pentingnya perlindungan bagi pekerja maupun masyarakat sekitar.

Minimnya penerapan standar K3 dan ketiadaan plakat proyek dikhawatirkan menimbulkan kesan kurang transparan sekaligus memperbesar potensi kecelakaan kerja. Publik pun mempertanyakan sejauh mana pengawasan yang dilakukan oleh dinas terkait.

Tak berhenti di situ, pengerjaan drainase ini juga berdampak langsung pada distribusi air bersih di Lawang.

Sejak Jumat pekan lalu, warga Desa Turirejo, Pasar Lawang, mengeluhkan air yang tidak mengalir hingga terpaksa melakukan mandi, cuci, dan kakus (MCK) di Sungai Kalibaru.

Sebelumnya, Kepala UPT Perumda Tirta Lawang, Khoirul Ansori, mengungkapkan sedikitnya 30 Sambungan Rumah (SR) terdampak akibat proyek tersebut. “Hari ini petugas teknis penanganan sambungan air sudah dikerahkan agar dapat mengalir kembali ke 30 SR yang terdampak,” ujarnya.

Baca Juga :  Wabup Ajak Kritis, Fraksi PKB Malang Sambut Baik Membangun Kepercayaan Publik

Khoirul menegaskan, pihaknya tidak bisa melakukan suplai air bersih menggunakan truk tangki karena akses kendaraan berat tidak memungkinkan masuk ke lokasi. “Kami tetap berupaya semaksimal mungkin melalui perbaikan jaringan, agar kebutuhan dasar warga tidak terganggu,” katanya.

Diketahui, proyek drainase yang menimbulkan gangguan distribusi air bersih itu merupakan program Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang. Hingga berita ini diturunkan, pihak dinas belum memberikan keterangan resmi terkait lemahnya penerapan K3 maupun dampak proyek terhadap layanan air bersih.

maupun dampak proyek terhadap layanan air bersih.

Penulis : nes

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Ketua GAPEMBI Malang Raya Ingatkan Mitra SPPG Soal Audit Keuangan dan Standar Limbah MBG
Pemkab Malang Fokus Perkuat Deteksi Dini dan Layanan Disabilitas Anak
Akses Kampung Nelayan Pujiharjo Dibersihkan dan Diperbaiki Jelang Kunjungan Presiden
Bupati Malang Sidak Puskesmas Pakis, Infrastruktur, Keselamatan dan Akses Jalan Menjadi Perhatian 
Bibit Perenang Cilik Dari Malang Bermunculan Siap Jadi Atlet Nasional
Pembangunan Puskesmas Bululawang Disorot, Diduga Pengerjaan Tak Sesuai Spek
Pantai 3 in 1 Banyu Meneng Malang Jadi Primadona Wisatawan, Sajikan Olahraga Air Hingga Kuliner Seafood
Bupati Malang Tinjau Puskesmas Kepanjen, Pelayanan Tetap Maksimal Meski Ruang Terbatas

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:00 WIB

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kerusuhan Pantai Wedi Awu, Satu Provokator Segera Menyusul

Minggu, 26 April 2026 - 04:38 WIB

Diskoperindag Pasuruan Genjot UMKM 2026, Fokus Permodalan, Digitalisasi Keuangan, dan Peningkatan Daya Saing

Kamis, 23 April 2026 - 04:24 WIB

Polemik Kepemilikan Unuba Memanas, PCNU Bangil Tegas Bantah Klaim Sepihak dan Siap Tempuh Jalur Hukum

Kamis, 16 April 2026 - 18:41 WIB

Puluhan Siswa MAN 1 Pasuruan Lolos SNBP dan SPAN-PTKIN 2026, Tembus Kampus Top Nasional

Rabu, 15 April 2026 - 01:50 WIB

DLH Pasuruan Kucurkan Rp15,2 M untuk Atasi Krisis Sampah 2026

Jumat, 10 April 2026 - 21:33 WIB

Habib Mustofa Alaydrus Gelar Ngunduh Mantu di Bangilan Tuban, Dihadiri Gus Baha, PBNU, dan Ulama Nasional

Rabu, 8 April 2026 - 20:56 WIB

Warga Kedungringin Desak Pemkab Pasuruan Bangun Jembatan, Banjir Sebulan Tak Kunjung Teratasi

Rabu, 8 April 2026 - 17:07 WIB

Polres Malang Bekuk Pelaku Pembobolan Rumah Saat Warga Salat Id

Berita Terbaru

Ket foto. Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib saat membuka acara peran serta disabilitas

Kabupaten Malang

Pemkab Malang Fokus Perkuat Deteksi Dini dan Layanan Disabilitas Anak

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:45 WIB