Jalur Rajekwesi Kalipare menuju Donomulyo Malang Longsor, Pemkab Malang Gerak Cepat Untuk Pemulihan Akses 

- Redaksi

Rabu, 28 Februari 2024 - 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma (rompi oranye) saat berkoordinasi dengan anggota TNI dalam penanganan bencana longsor di Rajekwesi Desa Tumpakrejo Kecamatan Kalipare

Caption. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma (rompi oranye) saat berkoordinasi dengan anggota TNI dalam penanganan bencana longsor di Rajekwesi Desa Tumpakrejo Kecamatan Kalipare

PENDOPOSATU.id MALANG – Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Malang mengakibatkan terjadinya longsor di beberapa tempat, yang salah satunya di Rajekwesi Desa Tumpakrejo Kecamatan Kalipare yang hampir separuh jalan ambles dan longsor terjadi pada (26/02) pagi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma mengatakan, pihaknya gerak cepat dan turun ke lapangan dan berkoordinasi dengan instansi lainnya seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan TNI dan Polri.

“Ini longsor yang kedua kalinya terjadi di Rajekwesi, kami dari Dinas PUBM gerak cepat turun kelapangan bersama instansi lainnya, seperti BPBD, TNI dan Polri usai terjadinya tanah longsor,” kata Khairul Isnaidi Kusuma saat dihubungi awak media, Rabu (28/02/2024).

Khairul menambahkan, dalam peninjauan di lokasi lokasi, pihaknya bersama instansi terkait melakukan identifikasi dan assessment cepat dengan penanganan pemulihan akses.

“Kami bersama instansi terkait dilokasi longsor melakukan identifikasi dan assessment untuk pemulihan akses dengan cepat dan segera ditangani semuanya,” terang Oong panggilan akrab Khairul Isnaidi Kusuma.

Kalau yg dilakukan awal sekali oleh teman2 upt Saat ini tim telah bekerja sejak kemaren dengan melakukan pembersihan sisa longsor, pasang rambu tanda adanya longsor dan memasang terpal agar longsor tidak semakin melebar saat terjadi hujan.

“Jadi kami bersama tim dari BPBD, TNI dan Polri serta teman dari UPT PUBM, sejak kemaren (26/02) sudah bekerja membersihkan lokasi akibat longsor, memasang rambu lalulintas sementara untuk memberitahukan pada warga masyarakat yang melintas area tersebut untuk berhati-hati dan memasang terpal, agar tidak terjadi longsor susulan saat hujan,” beber Oong.

Bahkan, lanjut Oong, Bupati yang baru pulang dari kunjungan kerja di Jakarta langsung memberikan perhatian khusus terkait bencana longsor di Rajekwesi desa Tumpakrejo Kalipare serta turun melakukan peninjauan.

Baca Juga :  Pemkab Malang Wajibkan Tamu Daerah Menginap di Wilayah Kabupaten, Dorong PAD dari Sektor Perhotelan

“Bapak Bupati Malang usai kunker di Jakarta, keesokan harinya (27/02) memberikan perhatian sangat penting perihal bencana longsor di Rajekwesi ini, Begitu penting akses kalipare donomulyo ini karena merupakan jalur perekonomian dan wisata di koridor Barat. Dan memang tahun kemaren dan tahun ini masih diperjuangkan untuk mendapatkan dana inpres jalan Daerah (IJD),” jelasnya.

Oong mengungkapkan, untuk penanganan longsor dibeberapa titik di jurang  rajekwesi Kalipare yang terjadi pada tahun 2023. Karena Jurang sangat dalam dan rawan longsor.

“Maka penanganan direncanakan dengan mengepras tebing sisi dalam (sisi timur) untuk digunakan sebagai badan jalan. Untuk opsi penanganan cepat, atas arahan bapak Bupati agar bisa memanfaatkan dan menggunakan dana BTT (belanja tak terduga) yakni untuk pengeprasan tebing. Dan juga ada sedikit perkuatan dinding penahan dan atau pembuatan saluran v oleh dinas PU bina Marga agar potensi longsor akibat aliran air yang liar bisa dihindari,” ungkap Oong.

Sementara itu, pada Selasa (27/02) Bupati Malang menyampaikan bahwa langkah awal yang harus lakukan adalah dengan menggeser jalannya dengan mengepras tebing selebar 2 meter.

“Pengerjaannya, nanti yang akan melaksanakan dari Kodim 0818 Malang-Batu bersama Yon Zipur 5 Kepanjen dan menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT), karena kalau menunggu dari Dinas PUBM kabupaten Malang bisa menunggu sampai satu tahun,” tutur Bupati Malang.

Bupati Malang juga menjelaskan bahwa kerugian saat ini masih kalkulasikan dan untuk biaya untuk melebarkan jalan kemungkinan nanti akan menghabiskan biaya sekitar 1 miliar.

“Sedangkan biaya keseluruhan yang nantinya akan di bangun Pemerintah Pusat melalui inpres dari Kalipare ke Donomulyo pengaspalannya sudah di anggarkan sebesar 38 miliar. Untuk pelebarannya karena terkena bencana alam maka kita gunakan anggaran BTT,” tandas orang nomor satu di Kabupaten Malang ini.

Baca Juga :  75 Unit Rumah Grand Mutiara Kedungrejo Ludes Terjual Sepanjang 2025

Abah Sanusi berharap pengerjaan bisa segera dilakukan, mudah-mudahan hari ini secara teknis sudah bisa clear semuanya dan mungkin besok sudah bisa memulai kegiatan perbaikan tebingnya.

“Untuk kepentingan umum semuanya harus menyadari dan bekerjasama bergotong royong dalam rangka pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” pungkas Bupati Malang

 

Penulis : soeseno

Editor : santoso

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Ketua GAPEMBI Malang Raya Ingatkan Mitra SPPG Soal Audit Keuangan dan Standar Limbah MBG
Pemkab Malang Fokus Perkuat Deteksi Dini dan Layanan Disabilitas Anak
Akses Kampung Nelayan Pujiharjo Dibersihkan dan Diperbaiki Jelang Kunjungan Presiden
Bupati Malang Sidak Puskesmas Pakis, Infrastruktur, Keselamatan dan Akses Jalan Menjadi Perhatian 
Bibit Perenang Cilik Dari Malang Bermunculan Siap Jadi Atlet Nasional
Pembangunan Puskesmas Bululawang Disorot, Diduga Pengerjaan Tak Sesuai Spek
Pantai 3 in 1 Banyu Meneng Malang Jadi Primadona Wisatawan, Sajikan Olahraga Air Hingga Kuliner Seafood
Bupati Malang Tinjau Puskesmas Kepanjen, Pelayanan Tetap Maksimal Meski Ruang Terbatas

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:00 WIB

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kerusuhan Pantai Wedi Awu, Satu Provokator Segera Menyusul

Minggu, 26 April 2026 - 04:38 WIB

Diskoperindag Pasuruan Genjot UMKM 2026, Fokus Permodalan, Digitalisasi Keuangan, dan Peningkatan Daya Saing

Kamis, 23 April 2026 - 04:24 WIB

Polemik Kepemilikan Unuba Memanas, PCNU Bangil Tegas Bantah Klaim Sepihak dan Siap Tempuh Jalur Hukum

Kamis, 16 April 2026 - 18:41 WIB

Puluhan Siswa MAN 1 Pasuruan Lolos SNBP dan SPAN-PTKIN 2026, Tembus Kampus Top Nasional

Rabu, 15 April 2026 - 01:50 WIB

DLH Pasuruan Kucurkan Rp15,2 M untuk Atasi Krisis Sampah 2026

Jumat, 10 April 2026 - 21:33 WIB

Habib Mustofa Alaydrus Gelar Ngunduh Mantu di Bangilan Tuban, Dihadiri Gus Baha, PBNU, dan Ulama Nasional

Rabu, 8 April 2026 - 20:56 WIB

Warga Kedungringin Desak Pemkab Pasuruan Bangun Jembatan, Banjir Sebulan Tak Kunjung Teratasi

Rabu, 8 April 2026 - 17:07 WIB

Polres Malang Bekuk Pelaku Pembobolan Rumah Saat Warga Salat Id

Berita Terbaru

Ket foto. Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib saat membuka acara peran serta disabilitas

Kabupaten Malang

Pemkab Malang Fokus Perkuat Deteksi Dini dan Layanan Disabilitas Anak

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:45 WIB