Bantuan Bapenda Malang Belum Cair, Pembangunan Loket Baru Pantai Pasir Panjang Terhambat

- Redaksi

Senin, 15 Juni 2026 - 22:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Rencana lokasi pembangunan loket baru wisata pantai Pasir Panjang

Ket foto. Rencana lokasi pembangunan loket baru wisata pantai Pasir Panjang

MALANG, pemdoposatu.id – Rencana pembangunan loket baru Wisata Pantai Pasir Panjang hingga pertengahan Juni 2026 belum dapat direalisasikan secara maksimal. Penyebabnya, bantuan dana yang sebelumnya diinformasikan akan diberikan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang kepada pengelola hingga kini belum juga diterima.

Kondisi tersebut diungkapkan Aripin, pengurus Kelompok Tani Hutan (KTH) sekaligus pengelola Wisata Pantai Pasir Panjang. Padahal, pembangunan loket baru menjadi bagian penting dari kebijakan penataan kawasan wisata Jalur Lintas Selatan (JLS) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Dari Bapenda sampai saat ini belum turun,” tegas Arifin saat ditemui di kawasan Pantai Pasir Panjang, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, sejak awal pengelola telah menerima informasi adanya bantuan pembangunan loket baru senilai Rp15 juta. Namun hingga kini bantuan tersebut belum terealisasi, sementara proses relokasi loket tetap harus berjalan sesuai keputusan pemerintah.

Arifin menjelaskan, pemindahan loket dilakukan setelah adanya kebijakan pemisahan pintu masuk destinasi wisata di kawasan Ngliyep dan Pasir Panjang. Sistem baru tersebut mengharuskan masing-masing objek wisata memiliki loket tersendiri guna menghindari tumpang tindih pembelian tiket oleh wisatawan.

Meski mendukung kebijakan penataan kawasan wisata, pengelola mengaku harus menanggung sejumlah konsekuensi akibat relokasi tersebut. Sejumlah fasilitas yang selama ini dibangun secara swadaya di lokasi lama tidak dapat dipindahkan ke tempat baru.

“Kami sebelumnya membangun sendiri fasilitas loket, termasuk jaringan listrik. Saat pindah, banyak yang tidak bisa dimanfaatkan kembali,” ujarnya.

Selain kehilangan fasilitas yang sudah terbangun, pengelola juga harus melepaskan sambungan air bersih yang selama ini digunakan di lokasi lama. Pemindahan jaringan air dinilai tidak memungkinkan karena membutuhkan pemasangan pipa dengan jarak lebih dari satu kilometer.

Baca Juga :  Pantai 3 in 1 Banyu Meneng Malang Jadi Primadona Wisatawan, Sajikan Olahraga Air Hingga Kuliner Seafood

Di tengah berbagai konsekuensi tersebut, pembangunan loket baru masih menunggu kepastian dukungan anggaran yang dijanjikan. Pengelola bahkan berharap nilai bantuan dapat ditambah menjadi Rp20 juta agar lebih sesuai dengan kebutuhan pembangunan di lapangan.

Arifin juga mengungkapkan bahwa pihaknya tidak dilibatkan dalam rapat awal yang membahas relokasi loket wisata. Menurutnya, saat keputusan pemindahan dibahas, yang hadir hanya unsur pemerintah desa, kecamatan, dan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.

“Kami sebagai pengelola Pasir Panjang tidak diundang dalam rapat pertama itu,” katanya.

Meski demikian, pengelola menegaskan tetap menghormati keputusan pemerintah mengenai relokasi loket dan berharap proses penataan kawasan wisata dapat berjalan lancar. Mereka juga berharap bantuan pembangunan yang telah dijanjikan segera direalisasikan agar pembangunan loket baru tidak terus mengalami keterlambatan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Bapenda Kabupaten Malang belum memberikan keterangan resmi terkait kepastian pencairan bantuan pembangunan loket Pantai Pasir Panjang yang sebelumnya disebut akan diberikan kepada KTH selaku pengelola kawasan wisata tersebut.

Penulis : nes

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

AKBP Muhammad Taat Tinggalkan Polres Malang, Soroti Pengamanan Presiden Hingga Pengungkapan Curanmor
Sekda Malang: Bersih Desa Kedungsalam Bukti Budaya Dan Gotong Royong Tetap Hidup
Lampu Hijau, 90,9% Warga Malang Dukung Trans Jatim Koridor 2 Segera Beroperasi
Bakorwil Malang Dan Pemkab Malang Satukan Langkah Bangun Masa Depan Koridor Selatan Jatim
Blunder! Staigment Presiden “Londo Ireng” Picu Gelombang Protes, Insan Pers Malang Raya Turun Ke Jalan
Peringati Kudatuli, PDI Perjuangan Kota Malang Tegaskan Demokrasi Lahir Dari Keberanian
DPUBM Kabupaten Malang Petakan Titik Rawan Lereng, DPT Tangsi–Sipelot Jadi Prioritas Penguatan Jalan
Bupati Sampai Sekda Absen Bersamaan, Ada Apa Di Peluncuran Logo Hari Jadi Kabupaten Malang ke-1266?

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:11 WIB

AKBP Muhammad Taat Tinggalkan Polres Malang, Soroti Pengamanan Presiden Hingga Pengungkapan Curanmor

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:52 WIB

Sekda Malang: Bersih Desa Kedungsalam Bukti Budaya Dan Gotong Royong Tetap Hidup

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:12 WIB

Lampu Hijau, 90,9% Warga Malang Dukung Trans Jatim Koridor 2 Segera Beroperasi

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:42 WIB

Bakorwil Malang Dan Pemkab Malang Satukan Langkah Bangun Masa Depan Koridor Selatan Jatim

Senin, 27 Juli 2026 - 17:57 WIB

Blunder! Staigment Presiden “Londo Ireng” Picu Gelombang Protes, Insan Pers Malang Raya Turun Ke Jalan

Senin, 27 Juli 2026 - 11:20 WIB

DPUBM Kabupaten Malang Petakan Titik Rawan Lereng, DPT Tangsi–Sipelot Jadi Prioritas Penguatan Jalan

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:54 WIB

Bupati Sampai Sekda Absen Bersamaan, Ada Apa Di Peluncuran Logo Hari Jadi Kabupaten Malang ke-1266?

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:08 WIB

Dukung Swasembada Gula, GRIB JAYA Malang Dan CV Langbuana Sosialisasikan PSN Bongkar Raton 2026

Berita Terbaru