Wisatawan Mulai Bingung, Pelaku Wisata Malang Selatan Desak Tiket Pantai Ngliyep dan Pasir Panjang Kembali Satu Loket

- Redaksi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto. Loket tiket masuk menuju Pantai Ngliyep sebelum ada pemisahan

Ket foto. Loket tiket masuk menuju Pantai Ngliyep sebelum ada pemisahan

MALANG, pendoposatu.id – Polemik pemisahan loket tiket masuk di kawasan wisata Pantai Ngliyep dan Pantai Pasir Panjang mulai berdampak terhadap aktivitas wisata di Malang Selatan. Pelaku wisata, pedagang hingga masyarakat sekitar berharap sistem tiket kembali disatukan agar kunjungan wisatawan tidak terus menurun.

Harapan tersebut disampaikan berbagai pihak setelah muncul kebijakan pemisahan tiket masuk masing-masing Rp7.500 di Pantai Ngliyep dan Rp7.500 di Pantai Pasir Panjang. Kondisi itu dinilai memunculkan kebingungan wisatawan yang datang ke kawasan pantai selatan Kabupaten Malang.

Pembina wisata Malang Selatan, Suwaji, mengatakan persoalan tersebut sebaiknya segera diselesaikan melalui forum bersama yang melibatkan seluruh pihak terkait. Menurutnya, masyarakat di tingkat bawah sebenarnya tetap menjaga hubungan baik dan tidak ingin polemik berkepanjangan.

“Mudah-mudahan polemik ini cepat selesai karena masyarakat di bawah sampai karyawan sebenarnya rukun dan baik, saling mendukung. Kami berharap DPRD bisa memfasilitasi hearing agar semua pihak bisa duduk bersama,” ujarnya pada awak media di pantai Ngliyep, Jumat (29/5/2026).

Di sisi lain, dampak ekonomi mulai dirasakan pelaku usaha wisata. Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) pengelola Pantai Pasir Panjang, Arifin, mengungkapkan penurunan kunjungan wisatawan berimbas langsung terhadap omzet pedagang dan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar pantai.

“Kami sangat menyayangkan setelah ada pemisahan loket ini, dampaknya omset wisata menurun. Tidak hanya Pasir Panjang, tetapi juga berpengaruh terhadap kunjungan wisata di sekitar kawasan,” katanya.

Arifin menegaskan pihaknya tidak menutup ruang komunikasi dan siap duduk bersama mencari jalan keluar terbaik. Ia berharap sistem tiket dapat kembali menggunakan satu loket seperti sebelumnya demi kenyamanan wisatawan.

“Kami siap duduk bersama untuk menyelesaikan masalah ini. Harapannya nanti bisa kembali satu loket tiket masuk, seperti dulu supaya wisatawan juga lebih nyaman,” tegasnya.

Baca Juga :  Sinergi Pemkab Malang dan HKTI Perkuat Swasembada Pangan

Sementara itu, Kepala Unit Pantai Ngliyep, Arifin, menyampaikan pihaknya saat ini hanya menjalankan arahan terkait penataan sistem tiket wisata dari pihak pusat.

“Kami mengikuti perintah dari pusat,” singkatnya.

Masyarakat sekitar kawasan wisata juga mulai khawatir polemik berkepanjangan akan memengaruhi citra destinasi wisata Malang Selatan. Mereka menilai persepsi negatif terkait pengelolaan tiket bisa membuat wisatawan memilih destinasi lain.

Padahal, Pantai Ngliyep dan Pantai Pasir Panjang selama ini dikenal sebagai destinasi unggulan di Malang Selatan dengan panorama laut, pasir putih, serta suasana alam yang masih alami.

Sebelumnya, beredar Surat Keputusan Direktur Utama Jasa Yasa Nomor 539/079/Jasa Yasa/V/2006 terkait pemindahan loket karcis masuk e-tiket di Unit Pantai Ngliyep mulai 18 Mei 2026. Dalam surat tersebut disebutkan wisatawan cukup membayar tiket Rp7.500. Surat itu ditandatangani Direktur Utama Jasa Yasa, Djoni Sudjatmiko.

Penulis : nes

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Bakorwil Malang Orkestrasi Kolaborasi Wujudkan Malang Raya Megapolitan Dan Koridor Selatan 2045
Perkuat Sinergitas Penegak Hukum, Kapolres Pasuruan Jalin Silaturahmi Dengan TNI Dan Kejaksaan
PPSBB Gelar Open Kontes Sapi Dan Expo Piala Bupati Blitar, Siapkan Hadiah Puluhan Juta
Diduga Pungli PTSL Kajari Pasuruan Tahan Kades Wonosari dan Dua Pengurus Pokmas
Siapkan Generasi Job Creator, Kepala Bakorwil Malang Perkuat Sinergi Kampus Dan Dunia Usaha
Bakorwil Malang Ajak Pemda Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting
GMNI Tolak Pembangunan Satrad TNI AU Di Gunung Omtel
Kebakaran Hanguskan Lapak Pedagang dan MCK di Pasar Turen, Polisi Selidiki Sumber Api

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:13 WIB

Bakorwil Malang Orkestrasi Kolaborasi Wujudkan Malang Raya Megapolitan Dan Koridor Selatan 2045

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:34 WIB

Perkuat Sinergitas Penegak Hukum, Kapolres Pasuruan Jalin Silaturahmi Dengan TNI Dan Kejaksaan

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:25 WIB

PPSBB Gelar Open Kontes Sapi Dan Expo Piala Bupati Blitar, Siapkan Hadiah Puluhan Juta

Rabu, 15 Juli 2026 - 01:38 WIB

Diduga Pungli PTSL Kajari Pasuruan Tahan Kades Wonosari dan Dua Pengurus Pokmas

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:59 WIB

Siapkan Generasi Job Creator, Kepala Bakorwil Malang Perkuat Sinergi Kampus Dan Dunia Usaha

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:11 WIB

GMNI Tolak Pembangunan Satrad TNI AU Di Gunung Omtel

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:27 WIB

Kebakaran Hanguskan Lapak Pedagang dan MCK di Pasar Turen, Polisi Selidiki Sumber Api

Senin, 13 Juli 2026 - 07:16 WIB

Warga Padati Bersih Desa Kalisongo 2026, Wayang Kulit Jadi Penggerak Wisata Budaya dan Ekonomi Lokal

Berita Terbaru