GMNI Tolak Pembangunan Satrad TNI AU Di Gunung Omtel

- Redaksi

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber Mata Air Ate Gunung Omtel, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, (Foto: bgs Pendoposatu).

Sumber Mata Air Ate Gunung Omtel, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, (Foto: bgs Pendoposatu).

Spread the love

 

ALOR, pendoposatu.id- Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kabupaten Alor menolak terhadap pembangunan Satuan Radar (Satrad) TNI AU di kawasan Gunung Omtel Kecamatan Alor Barat. Perwakilan GMNI, Lowen Lafolamau mengatakan bahwa “polemik yang terjadi saat ini bukan semata-mata persoalan pembangunan, melainkan lahir dari ketidakpatuhan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Alor terhadap komitmen yang telah disepakati bersama masyarakat adat Omtel sejak tahun 1974” katanya, Selasa (14 Juli 2026).

“Konflik ini muncul karena pemerintah tidak konsisten menjalankan kesepakatan yang dibuat bersama masyarakat Omtel dan Pemkab Alor, kesepakatan itu bukan sekadar dokumen administratif, tetapi merupakan bentuk penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat yang wajib dijaga oleh setiap rezim pemerintahan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kawasan Gunung Omtel bukan sekadar sebidang tanah kosong yang dapat diperlakukan sesuka hati. Di atas kawasan tersebut terdapat situs-situs sejarah yang memiliki nilai budaya dan spiritual bagi masyarakat Oa dan Adang. “Menghilangkan atau merusak kawasan itu sama saja dengan menghapus jejak sejarah, identitas, dan warisan leluhur masyarakat Alor,” ujar Lowen.

Menurutnya, pembangunan tidak boleh dijadikan dalih untuk mengorbankan nilai-nilai sejarah, budaya, maupun hak masyarakat adat. “Jangan jadikan pembangunan infrastruktur jalan sebagai tameng untuk melegitimasi kebijakan yang berpotensi menghilangkan situs sejarah. Kemajuan tidak boleh dibangun di atas pengingkaran terhadap sejarah dan pengabaian terhadap hak masyarakat adat. Pembangunan yang mengorbankan identitas suatu bangsa bukanlah kemajuan, melainkan kemunduran.”tambahnya.

Ia mendesak Pemkab Alor agar segera menghentikan seluruh kebijakan yang berpotensi mempercepat proses pembangunan di kawasan Omtel sebelum seluruh persoalan hukum, sejarah, dan hak masyarakat adat diselesaikan secara terbuka dan bermartabat. “Kami mengingatkan pemerintah agar tidak memaksakan kehendak dengan mengabaikan suara rakyat. Kekuasaan memiliki batas, tetapi perjuangan masyarakat mempertahankan tanah adat dan warisan leluhurnya tidak akan pernah berhenti selama keadilan belum ditegakkan.”harapnya.

GMNI Alor akan terus menggelar aksi penolakan melalui cara-cara konstitusional dan damai bersama masyarakat adat. “Kami pastikan tetap berada di barisan masyarakat untuk melawan setiap kebijakan yang merugikan rakyat. Jika pemerintah memilih berpihak pada kepentingan yang mengancam ruang hidup, sejarah, dan hak masyarakat adat, maka kami akan berdiri di garis terdepan untuk mengawal perjuangan ini. Gunung Omtel bukan sekadar bentang alam, tetapi simbol harga diri, identitas, dan kehormatan masyarakat Alor yang tidak dapat diperjualbelikan ataupun dikorbankan atas nama pembangunan,” tutupnya.(Dir)

Penulis : Dir

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Mantan Kapolri Resmi Jadi Tersangka Bersama Dua Jenderal Lainnya
Tanggung Jawab Publik Didahulukan, Abdul Qodir Justru Ingkar Janji di PN Kepanjen
Satgas Pangan Polres Pasuruan Pantau Harga Bapokting di Pasar Bangil Dan Pandaan
Jelang Sidang ke-2, Abdul Qadir Datangi Rumah Kades Tawangargo, Ada Apa?
Hari Strok Sedunia RSUD Bangil Gelar Edukasi Kesehatan Gratis
Peringati Hari Jadi ke-821 Warga Ikuti Senam Akbar Dan Bhakti Sosial
Golkar Tulungagung Hadirkan Ruang Bertemu Jodoh Lewat “Golek Garwo”
Kali Agir Dinormalisasi Hilangkan Sedimentasi Jelang Musim Hujan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 00:19 WIB

Mantan Kapolri Resmi Jadi Tersangka Bersama Dua Jenderal Lainnya

Selasa, 3 November 2026 - 23:54 WIB

Tanggung Jawab Publik Didahulukan, Abdul Qodir Justru Ingkar Janji di PN Kepanjen

Selasa, 3 November 2026 - 23:38 WIB

Satgas Pangan Polres Pasuruan Pantau Harga Bapokting di Pasar Bangil Dan Pandaan

Selasa, 3 November 2026 - 13:10 WIB

Jelang Sidang ke-2, Abdul Qadir Datangi Rumah Kades Tawangargo, Ada Apa?

Senin, 2 November 2026 - 18:08 WIB

Hari Strok Sedunia RSUD Bangil Gelar Edukasi Kesehatan Gratis

Minggu, 1 November 2026 - 15:36 WIB

Golkar Tulungagung Hadirkan Ruang Bertemu Jodoh Lewat “Golek Garwo”

Minggu, 1 November 2026 - 12:28 WIB

Kali Agir Dinormalisasi Hilangkan Sedimentasi Jelang Musim Hujan

Minggu, 1 November 2026 - 12:14 WIB

Trans Jatim Koridor 2 Buka Jalur Baru Ekonomi Malang Selatan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page